Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 103


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


MANSION MEWAH


Kini tiba sebuah mobil mewah yang tak asing bagi para penjaga di rumah mansion mewah milik keluarga si bos.


Para penjaga yang tengah melaksanakan tugas mereka pun tidak heran dengan mobil mewah yang berhenti tepat di gerbang yang menjulang tinggi tersebut. Dengan sigap beberapa penjaga yang tengah bertugas pun bergegas keluar dari pos dan berbaris rapi, tak lupa seorang penjaga yang lain menghubungi kepala penjaga yang tengah memeriksa seluruh mansion mewah tersebut untuk kembali ke pos jaga depan, serta memberitahukan jika tuan besar mereka sudah datang dari berkeliaran dunia.


Tak membutuhkan waktu lama, semua penjaga juga kepala penjaga dengan sigap berbaris di depan mansion utama dan juga menundukkan kepalanya tanda hormat kepada si empunya mansion mewah tersebut.


"Selamat datang kembali Tuan besar dan Nyonya besar," Sapa para penjaga itu dengan kompak, tetapi si tuan besar tidak menanggapinya hanya menampilkan rawat wajah yang dingin tak tersentuh, berbanding terbalik dari sang suami, sang istri yang tak lain nyonya besar itu menanggapi ucapan selamat datang dari para pekerjanya itu dengan senyum yang tak pernah luntur sedari keluar dari apartemen yang sudah mengurung ia beberapa hari lamanya.


"Terima kasih, apa kalian sehat semua?" Tanya nyonya besar mereka dengan ramah.


"Kami semua sehat, Nyonya Besar." Teguh, Kepala penjaga menjawab mewakili rekan kerja yang lainnya.


"Syukurlah. Oiya, jangan lupa nanti bawakan semua bawaan kedalam rumah dan letakkan di ruang keluarga saja dan juga, dan juga kalian semua saya bawakan oleh-oleh. Apa my son ada di...." Ucapan nyonya besar itu terputus karena sudah lebih dahulu dibungkam oleh sang suami.


"Diam, sedari tadi kamu berbicara terus, Sweetheart. Lebih baik kita masuk, ini sudah terik mataharinya. Dan untuk kalian bawakan semua yang ada di mobil, serta nanti oleh-oleh kalian bisa ambil bersama bibi Nam juga yang lainnya." Ucap tuan besar dengan telak dan menarik paksa sang istri untuk segera masuk kedalam mansion utama, karena matahari sudah sangat terik, ditambah pula ia tidak mau sang istri melulu menanyakan keberadaan putra satu-satunya itu.


...~...


Sedangkan didalam mansion utama, Retno yang tengah membersihkan debu-debu yang berada di tiap sudut almari yang berisikan tas-tas mewah nyonya besar pun, sesekali memegang dengan sangat hati-hati, ia takut akan tergores dan rusak.


Bisa bahaya jika itu semua terjadi, dan ia pun tidak akan mampu menggantikannya dengan yang baru. Melihat tas-tas yang berjajar itu saja ia sudah ngeri sendiri, yang ia tahu satu tas yang tengah ia pegang dengan corak yang bertuliskan 'H' itu bisa ia gunakan untuk membeli berkali-kali hektar tanah sawah di kampungnya serta dapat memenuhi kebutuhan hidup satu kampungnya.


"Hati-hati Retno kamu pegang tas ini, jangan sampe rusak juga tergores. Kamu gak akan bisa menggantinya. Ini tuh satu tas bisa beli tanah berhektar-hektar sawah juga bisa ngidupin orang sekampung mu, huuuufffftttt, gak kebayang kali tas ini rusak apalagi aku sampe ceroboh membuat goresan kecil saja." Retno hanya bisa bermonolog sembari membersihkan debu-debu yang tidak nampak di tas-tas mahal tersebut.


Sedari tadi aktivitas Retno dilihat oleh majikannya, tetapi ia tidak mengetahuinya.


"Ekhmm," Deheman dari majikannya itu membuat Retno terkejut, hampir saja ia menjatuhkan tas yang tengah ia pegang tersebut.


"Tu-tuan besar, nyonya besar. Selamat datang kembali," Sapa Retno dengan gugup juga ia takut akan tas yang hampir saja ia jatuhkan ke lantai tersebut.

__ADS_1


"Sweetheart, Kau kebiasaan mengagetkan orang saja. Maafkan suamiku yah Retno, pasti kamu kaget."Ucap nyonya besarnya yang tak lain Mami si bos.


"Ah, ti-tidak, Nyonya besar. Saya, saya saja yang melamun. Mau saya siapkan minuman atau camilan, Nyonya, Tuan?" Sebisa mungkin Retno berbicara tenang.


"Tidak usah, kamu lanjutkan saja kerjaan kamu. Oiya, nanti kamu juga yang lainnya ambil oleh-oleh yang saya bawa, ingat jangan rebutan," Ucap nyonya besarnya itu dengan kekehan.


Retno pun akhirnya ikut tersenyum akan ucapan nyonya besarnya itu juga mendengar bahwa nyonya besarnya itu membawakan semua para pekerja di mansion mewah itu oleh-oleh.


"Wah, terima kasih banyak, Nyonya juga Tuan besar atas oleh-olehnya." Ucap Retno dengan senyum yang terpatri juga sembari menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Sudah-sudah, kamu lanjut bersih-bersihnya. Saya dan suami akan ke ruang keluarga, maaf kalau bisa bawakan saya teh hijau dan seperti biasa suami saya susu. Hehehe, maafkan saya yang labil ini, Retno."


"Tidak apa, Nyonya. Baik, Nyonya akan Retno bawakan."


Retno pun bergegas menuju dapur guna membuatkan minuman yang diminta oleh sang nyonya besarnya tersebut.


Sedangkan kedua majikannya itu berlalu menuju ruang keluarga, yang pasti Mami si bos tersenyum melihat tingkah asisten rumah tangganya, Retno tersebut.


"Sweetheart, Retno lucu yah! Padahal ia sudah punya anak juga suami masih aja lucu, buat aku gemes." Ucap sang istri sembari bergelayut manja di lengan sang suami.


"Ish, bukan itu. Dasar kakek kakek mesum, nyebelin. Sana jauh jauh jangan deketin aku yang masih gadis ini," Ucap sang istri dengan tidak tahu dirinya itu.


"Konsep darimana itu, jika kamu masih gadis. Kamu itu sudah aku bobol beberapa kali juga ingat, kamu sudah melahirkan seorang anak laki-laki beberapa puluhan tahun yang lalu. Jangan lupakan juga beberapa hari yang lalu, aku menggempur mu habis-habisan, Sweetheart." Ucap sang suami yang tak kalah nyelenehnya.


"Tau ah, gelap!!!!" Ucap sang istri dengan segera duduk di salah satu sofa yang berada di ruang keluarga tersebut, ia tidak mau berdekat-dekatan dengan sang suami yang sudah mulai mesum tersebut.


Hening


Tidak ada suara perdebatan lagi, karena kedua pasangan suami-istri itu tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


Suami yang tengah berkutat dengan tabletnya, berbanding terbalik dengan sang istri yang tengah melipat kedua tangannya di depan dada juga dengan bibir yang sedikit mengerucut.


"Ish, ini kakek kakek tua gak peka banget kalo istrinya lagi ngambek. Dibujuk gitu, ini malah sibuk sama tabletnya itu. Aku banting baru tahu rasa." Gumam sang istri dalam hatinya.


Yang digerutui fokus dengan dunianya sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba suara pintu ruang keluarga pun diketuk seseorang dari arah luar.


TOK


TOK


TOK


"Masuk," Ucap Mamih si bos.


"Permisi, Nyonya besar juga Tuan besar. Ini bibi Nam bawakan minuman juga sedikit camilan." Ucap bibi Nam segera meletakan minuman juga camilan diatas meja yang tersedia di ruang keluarga tersebut.


"Silahkan, Tuan dan Nyonya besar di nikmati,"


"Terima kasih, Bibi Nam. Tapi, kenapa bibi Nam yang bawakan, bukannya Retno?"


"Emm, Retno Retno, dia sedang menyelesaikan pekerjaannya, Nyonya besar." Jawab bibi Nam sedikit gugup, bukan tanpa alasan. Sebenarnya Retno takut berhadapan dengan tuan besarnya yang terlihat menyeramkan, alhasil ia meminta tolong bibi Nam yang membawakan minuman juga camilan yang sudah ia buat terlebih dahulu.


"Oh," Sang Nyonya besar hanya bisa ber oh ria saja. Sedangkan sang suami tidak menanggapi percakapan yang menurutnya tidak penting tersebut.


"Oiya, kemana my son ku, bibi Nam. Bukan kah hari ini hari weekend, harinya dia di rumah?" Ucapan sang istri membuat sang suami menatapnya.


Bibi Nam yang ditanya pun seakan lidahnya keluh, ia bingung menjawab pertanyaan tersebut. Takut-takut ia salah jawab dan berakibat fatal.


"Emm, itu itu Tuan muda sedang keluar." Jawab bibi Nam mengambang.


"Oh, kemana?" Tanya lagi nyonya besarnya itu.


"Sudahlah, Nanti juga your son datang. Kamu duduk diam saja, pasti your son akan datang. Bibi Nam kembali lah ke dapur dan beritahu semua para penjaga juga asisten rumah tangga yang lainnya untuk mengambil oleh-oleh," Ucap tuan besarnya tersebut.


Bibi Nam pun pamit untuk kembali ke dapur guna melaksanakan semua perintah tuan besarnya tersebut.


"Huuuufffftttt, untung bibi Nam menjawab pertanyaan, Sweetheart sedikit ragu dan tidak membocorkan mengenai wanita ja*la*ng putra cecenguk ku itu," Gumam Papi si bos dalam batinnya.


...~...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2