
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Mansion Mewah
Di kamar utama nan luas dan megah, Bibi Nam tengah berada di walk in closet. Ia tengah menyiapkan pakaian yang hendak sang nyonya muda kenakan saat mereka akan pergi ke mall.
Ya, Gadis sudah memutuskan untuk sekedar jalan-jalan, karena ia sudah sangat lama tidak pergi ke mall. Karena ia sering diajak ke mall hanya bersama Shaybila, sahabatnya itu.
Bibi Nam yang tengah mencari pakaian yang cocok ke mall untuk sang nyonya muda, sedangkan sang nyonya muda sedang mandi.
Tengah asik memilah milih pakaian mana yang cocok untuk dikenakan sang nyonya mudanya, tiba-tiba saja suara ponsel Bibi Nam berbunyi.
Ia lihat si penelpon, dan tak lain si bos.
Segera ia angkat tanpa membuang waktu.
"Iya, Tuan."
"Sudah diputuskan mau kemana nyonya muda?"
"Sudah, Tuan. Nyonya muda ingin berjalan-jalan ke mall, katanya sudah sangat lama ia tidak kesana. Terakhir bersama sahabatnya yaitu nona Shaybila. Itu yang nyonya katakan."
"Oke, jangan buat nyonya muda tampil cantik. Dandani dia sewajarnya jangan buat dia cantik! Kecantikan dia hanya untuk saya seorang, paham Bibi?"
"Paham, Tuan."
"Dan saya akan kirimkan uang ke rekening Bibi, belikan yang nyonya muda mau beli. Ajak dia kemana pun dia melangkah, jangan larang dia. Lalu ingat, selalu berada di sisi sang nyonya, jangan coba-coba seperti kemarin Bibi meninggalkan nyonya muda sendirian, tambah kalian akan pergi ke mall. Aku akan kirim uang dan belikan juga untuk para pekerja lain juga untuk Bibi juga, kenakan pakaian yang sesuai untuk pergi ke mall. Jangan Bibi berpakaian seperti di rumah, Mengerti!"
__ADS_1
"Mengerti, Tuan."
"Oke, lanjutkan. Ingat sekali lagi! Jangan buat nyonya muda tampil cantik, tampil biasa saja."
"Baik, Tuan."
Panggilan pun terputus karena si bos mematikan sepihak tanpa mendengarkan ucapan dari Bibi Nam.
"Huuuufffftttt, Tuan muda itu selalu saja matikan telepon, padahal Bibi belum mengatakan apa-apa. Aku juga harus ganti baju, baju ini sudah lebih dari bagus, kenapa tuan muda menyuruh aku berpakaian ke mall. Nanti saja aku tanya Fitri sama Yeni yang lebih paham berpakaian untuk ke mall, mereka juga masih muda pasti paham. Lanjut cari baju nyonya yang biasa aja, deh!" Bibi pun segera memasukkan kembali ponselnya kedalam apron.
Tengah memilih beberapa pakaian kini ia sudah mendapatkan pakaian yang cocok untuk nyonya muda yang terkesan biasa tapi masih cantik jika dikenakan sang nyonya muda.
Benar-benar tuan mudanya sangat overprotektif terhadap nyonya mudanya itu.
Segera Bibi Nam bawa pakaian itu dan meletakkannya diatas ranjang, dan ia berseru.
"Nyonya, nyonya," Panggil Bibi Nam sedikit berteriak karena sang nyonya muda masih didalam kamar mandi.
"Pakaian nyonya muda sudah saya letakkan diatas ranjang, saya tinggal untuk berganti pakaian terlebih dahulu, nyonya!"
"Iya, Bibi. Gadis juga masih lama, ini Gadis masih asik berendam di bathtub. Bibi ganti baju aja dulu,"
"Baik, Bibi tinggal dulu sebentar nyonya. Tidak akan lama,"
"Iya, Bibi."
Jika ada yang bertanya kenapa gak di kunci itu kamar? Nanti ada yang masuk!
Jawabnya tidak akan ada yang berani masuk karena, tapi sepengetahuan Gadis, Bibi Nam dan yang lainnya tangga yang menuju kamar tuan mudanya itu sudah terpasang kamera cctv, yang mana bisa diakses langsung oleh sang tuan muda.
__ADS_1
Lagi pula, para pekerja sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, jangan lupakan juga gaji yang mereka terima bisa menghidupi mereka di kampung halaman selama bertahun-tahun lamanya.
Maaf sedikit berlebihan hehehe
Disisi lain si bos yang sudah selesai menelpon Bibi Nam kini menelpon anak buahnya yang tak lain Greg.
Dia menugaskan Greg untuk menyiapkan beberapa pengawal untuk menjaga wanitanya selama di mall.
Pengawal itu harus seperti orang biasa dan tidak terlalu mencolok, si bos juga berpesan selalu menjaga wanitanya dari bahaya. Terutama jika ia bertemu dengan temannya atau orang-orang di masa lalu wanitanya.
Sebelumnya Greg memberitahukan wajah-wajah yang harus diawasi seperti Shaybila, Mamih Veliz dan yang lainnya pada anak buahnya. Supaya mereka tidak mendekati atau mengajak wanitanya bertegur sapa ataupun mengeluarkan sepatah kata pun.
Si bos pun sudah memberikan peringatan untuk selalu waspada, Greg yang paham dengan sifat bosnya pun tak butuh waktu lama untuk bisa mencerna semuanya.
Panggilan pun diakhiri kini si bos melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda.
Di tengah si bos membaca berkas-berkas dokumen ia teringat dengan anak buahnya yang jauh disana.
"God, aku sampai lupa menghubungi si Key lagi, semoga ponselnya sudah bisa dihubungi."
Ia pun membuka ponselnya kembali dan mencari nama 'Key' dan segera ia menelponnya.
Kini panggilan sudah bisa masuk, tetapi belum ada yang mengangkatnya.
"Kemana si Key ini, kemarin tidak aktif sekarang aktif tapi tidak diangkat-angkat juga. Apa, apa dia ketahuan sama si laki-laki tua itu. Tidak, tidak tidak, pasti dia sibuk. Iya, pasti ia sibuk. Lebih baik aku selesaikan saja pekerjaan ini, baru aku akan telpon dia lagi. Semoga saja dia yang menelpon ku balik."
Si bos pun kembali berkutat dengan pekerjaannya.
...~...
__ADS_1
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...