
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
BB GROUP
Pagi pagi sekali si bos sudah berangkat menuju perusahaan.
Ia melewatkan hidangan sarapan pagi juga ia sengaja tidak memberikan ciuman selamat pagi untuk wanitanya.
Jika sampai ia memberikan ciuman selamat pagi, dapat dipastikan si lontong akan bereaksi dan ingin masuk kedalam Goa milik Gadis.
Sekuat tenaga si bos menahannya.
Tetapi, tadi pagi saja Gadis tidak sengaja menggerakkan tubuhnya yang polos bagian atas, hingga mengenai dada atletis si bos yang tertutup dengan bathrobe pun seketika si lontong bersaksi.
Alhasil, si bos memaksakan dirinya untuk bangun dan berendam air dingin, guna menetralkan hasratnya yang sudah di ubun-ubun.
Setelah sampai di perusahaannya, tepatnya di lantai 15 ruangnya, si bos hanya duduk di kursi kebesarannya dengan melamunkan banyak hal.
Sungguh ia harus menahan hasratnya selama lebih kurang 7 hari lamanya.
Kini ia duduk dengan termenung, ia membayangkan wajah wanitanya yang mengeluarkan suara-suara aneh seperti desisan, leguhan juga eraman yang saling bersahutan kala ia menggempur tubuh wanitanya sebelum kedatangan 'tamu bulanan' beberapa hari lalu.
"SHI******T, sampai kapan aku harus merasakan gejolak tak tersalurkan seperti ini. Rasanya aku sudah tak tahan, aku tak mau menuntaskan dengan bermain sendiri. Aku ingin masuk dan menggoyang-goyangkan pinggulku juga pinggul wanitaku. SHI*******T!!!!!" Si bos merasa hasratnya sudah memuncak ingin ia lepaskan tetapi ia tak ada lawan.
Ia tengah menetralkan dirinya dari semua hasrat yang belum sama sekali ia tuntaskan, karena wanitanya tak lain Gadis tengah kedatangan 'tamu bulanan'.
__ADS_1
"God, aku sudah tidak kuat lagi," Ucapnya dengan menggerakkan giginya supaya hasratnya dapat berkurang.
"Come on, kau bisa. Tarik nafas buang dan hembuskan dengan perlahan-lahan," Si bos bermonolog sembari mengatur nafasnya.
Sungguh ini sangat menyiksa dirinya.
"Huuuufffftttt, aku sudah berjanji pada mami tidak lagi berkunjung ke tempat laknadd itu dan bermain-main dengan wanita penghuni lainnya. Tapi, ini rasanya sesak sekali, si lontong terus saja mendesak aku. OH GOD!!!!!" Teriaknya.
Bersamaan itu juga pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.
TOK
TOK
TOK
"Masuk!!!!" Jawabnya sembari mengatur nafasnya, ia tidak mau dilihat bawahan sedang mengalami yang namanya frustasi dalam menyalurkan hasratnya yang tak tersalurkan.
"Bos," Panggilnya.
"Duduklah!" Perintahnya dengan wajah yang sudah ia netralkan kembali.
"Bisakah saya membacakan jadual bos hari ini?"
"Bacakan!"
"Jam 10 nanti bos ada pertemuan dengan Tuan Melvin dari perusahaan DV Group membahas mengenai pembelian tanah di kota D, jam 1 siang bos ada rapat melalui saluran Skype dengan salah satu perusahaan otomotif Tuan Nanmga dan setelah itu bos free." Asisten Roy menyebutkan semua pertemuan yang akan dilakukan oleh bosnya itu.
__ADS_1
"Baiklah, kau atur dan siapkan semua materinya, aku sedang tidak mau di ganggu hingga beberapa jam ini. Kau bisa keluar dan lanjutkan pekerjaan mu. Panggil aku sekitar pukul setengah 10, Oke!"
"Siap, Bos!" Jawab asisten Roy dengan sigap.
Lalu ia berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya.
...~...
Di luar ruangan sembari ia berjalan menuju meja kerjanya ia tengah memikirkan tingkah bosnya pagi ini.
"Si bos kenapa lagi?" Asisten Roy bermonolog.
"Tadi pagi juga suruh aku datang lebih cepat, jam 6 aku di suruh ke mansion dan si bos sudah siap tanpa sarapan terlebih dahulu. Di tambah lagi....itu raut wajahnya kusut, layaknya pakaian yang belum di setrika, Haduuuuh, alamat kerjaan aku melimpah lagi. Nasib-nasib, gini amat ya jadi asisten di bos, si Robin enak hanya mengurusi urusan kantor, lah sedangkan aku harus terjerumus masuk juga dalam percintaan si bos. God help me." Asisten Roy mengeluarkan semua keluh kesahnya.
Saat ini ia hanya sendiri di meja kerjanya, karena partner nya sekretaris Robin belum datang.
Karena jam masih menunjukkan pukul 7 pagi.
Sungguh si bos ajaib sekali pagi ini.
"Hufffft, jangan bilang ini berkaitan dengan tuan besar. Tapi, si Key pun belum memberikan kabar padaku. Telpon saja dia tidak ada, masa iya aku nelpon dia. Takut nanti dia sedang bersama tuan besar lagi. Bisa bahaya kalau sampai ketahuan. Aku lagi yang kena. Huuffft."
Terus dan terus ia hembuskan nafasnya dengan sangat kasar, sungguh menjadi asisten bosnya sangat susah dan bernafas pun seakan-akan sulit.
Masih banyak lagi keluh kesah yang asisten Roy luapkan, entah pada siapa yang mendengar.
Tapi yang jelas, ia sangat-sangat lelah jika harus terus menerus mengurusi percintaan si bos yang very very complicated.
__ADS_1
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...