
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Di belahan dunia, nan jauh disana. Tepatnya, saat ini waktu menunjukkan pukul 5 pagi waktu setempat.
Di ranjang sudah ada pasangan paruh baya, yang mana seorang laki-laki paruh baya tersebut sudah bangun terlebih dahulu dari tidurnya. Tetapi, ia masih betah berlama-lama memandangi wajah sang istri yang masih nyenyak dalam mimpi indahnya.
"Sweetheart, kau masih saja cantik dan memuaskan si lontong. Maaf, karena aku sudah menggempur dirimu habis-habisan semalaman penuh. Ah, salah-salah malah hingga pagi menjelang. Si lontong, benar-benar terpuaskan dengan Goa milikku. Aku tak bisa berpaling sedikit pun darimu." Ucapnya yang kita tangannya bergerilya kearah tubuh atas sang istri.
Tangannya sudah bermain-main dengan kedua benda kenyal tersebut, kadang ia plintir ujung pe**n**t**l sang istri juga ia tarik layaknya sebuah mainan.
Dan kini mulutnya sudah penuh dengan pu**t**ng milik sang istri. Ia his***p habis isi yang ada didalamnya, walaupun nyatanya tidak ada apa pun. Tapi, ia sangat menikmati his***pa***n tersebut.
Tak lupa juga ia meninggalkan lebih banyak lagi bercak merah miliknya.
"Umph....umph....haaaah...." De**s***hnya, sang istri pun mengeliat, namun tak urung bangun dari tidurnya.
"Aaaaah, kau sangat nikmati, Sweetheart." Ucapnya yang sudah selesai menghis***p kedua benda kenyal tersebut.
Ia pun menggesek-gesekan si lontong di permukaan luar Goa milik istrinya.
Ia pun terus dan terus menggesek-gesekannya hingga tanpa terasa ia mencapai puncak dan keluarlah si cairan kental berwarna kuning tersebut.
"Aaaaaah, kau ini sangat nikmat. Tapi, kenapa kau masih betah dalam mimpi indah mu, Sweetheart." Keluhnya dengan tangannya mengelus pipi yang sedikit mulai keriput tapi masih cantik dimatanya.
Ia cium bibir sang istri dengan ciuman panas dan terakhir ia kecup kening sang istri.
Lalu laki-laki paruh baya itu, bangun dan bersandar di kepala ranjang dengan tangan yang masih aktif bergerilya menyentuh setiap tubuh sang istri.
Ia ambil ponselnya dan ia mencari nama anak buahnya yang hendak ia telpon.
"Belilah, sebuah ponsel sekarang. Aku ingin dalam 1 jam sudah ada di hadapanku," Ucapnya, lalu tak urung mendengarkan keluhan anak buahnya tersebut.
Bagaimana tidak?
Di jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi setelah ia habis bermain-main dengan tubuh sang istri, ia meminta anak buahnya membeli dia sebuah ponsel.
Toko ponsel mana yang sudah buka di jam seperti ini.
Sungguh memiliki sebuah bos yang sudah ditebak, membuat kepala anak buah itu rasanya ingin ia benturkan saja ke sebuah tembok keras dan berakhir dengan hilang ingatan.
Sang istri pun mengeliat dan sedikit membuka matanya yang indah juga tak lupa memberikan senyumnya pada sang suami.
"Pagi," Sapa perempuan paruh baya itu.
Yang mana membuat sang suami tersenyum, juga si lontong beraksi.
"Pagi juga, Sweetheart. Shi****t," Tanpa diduga ia pun kembali menggempur sang istri dengan menyatukan kembali si lontong dengan Goa milik sang istri.
Kini hanya terdengar suara des***an yang keluar dari kedua pasang paruh baya tersebut juga bunyi decitan ranjang yang beradu.
Kini kamar tersebut menjadi saksi percintaan kedua pasang paruh baya, melakukan kegiatan senang-senang di pagi hari.
Hingga lebih dari 1 jam sudah ia menggempur habis-habisan sang istri, setelahnya sang istri tertidur kembali. Beda halnya dengan laki-laki paruh baya tersebut, seolah-olah percintaan yang beberapa jam lalu ia lakukan bersama sang istri tak membuatnya lelah melainkan membuatnya bertenaga dan kuat kembali.
"Terima kasih, Sweetheart," Ucapnya dengan mengecup singkat kening sang istri.
Ia pun bangun dan membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa percintaannya bersama sang istri.
Tak butuh waktu lama ia untuk membersihkan tubuhnya, kini ia masih memakai bathrobe dan menuju walk in closet.
__ADS_1
Laki-laki paruh baya itu mengganti pakaiannya dengan suasana hatinya bahagia, sudah bibirnya tak lepas dari senyum sumringahnya. Ia sangat bahagia karena hasratnya terpenuhi dengan kegiatan senang-senangnya bersama sang istri.
Ia pun sudah lengkap berpakaian rumahan, ia menuju ranjang dan mengecup singkat bibir sang istrinya.
"Aku tinggal sebentar, kamu tidurlah kembali." Ucapnya pada sang istri yang tidak mendengar apapun dari mulutnya karena sangat lelah setelah tubuhnya digempur habis-habisan olehnya.
...~...
Ia segera turun menuju meja makan dan disambut beberapa pelayan dan menanyai dia ingin makan atau minum. Ia menjawab siapkan minuman saja.
Datanglah, seorang laki-laki muda yang membawa kotak kecil ke hadapannya.
"Tuan besar, ini ponsel yang tuan minta," Ucapnya sembari memberikan kepada tuannya tersebut.
"Good, ini masukkan juga SIM card-nya,"
Dengan sigap, anak buahnya itu membuka kotak dan memasangkan SIM card pada tempatnya.
Kembali ia serahkan kepada tuan besarnya tersebut.
"Kau lanjutkan pekerjaan mu yang tertunda, nanti akan aku transfer ke rekening mu,"
Anak buahnya pun membungkukkan tubuhnya dan pamit kepada tuan besarnya dengan hormat.
Walau ia disusahi dengan perintah yang sangat tidak masuk akal pun, setimpal dengan yang akan dikirimkan ke rekeningnya sangat-sangat cukup.
Setelah menikmati segelas teh hijau, ia pun pergi menuju salah satu kamar anak buahnya tersebut.
...~...
Kini ia sudah berada di salah satu kamar dan mendapati seorang laki-laki yang masih meringkuk dibawah selimut dengan wajah yang masih sedikit lebam.
"Pagi, Tuan besar," Sapanya dengan kesadaran yang sudah 100% pulih.
"Hem," Kini si tuan besar melemparkan sebuah ponsel tepat mengenai tubuh laki-laki itu yang tak lain 'Key', "Segera hubungi si cecenguk itu. Ingat! Nyawa adik perempuan mu ada di tanganku," Ancamnya, Key pun dengan susah payah menelan salivanya, lagi-lagi sang adik menjadi ancaman Tuan besarnya itu.
"Ta...tapi..Tuan kenapa ponsel saya berbeda? Saya bisa...."
"Sudah hubungi saja si cecenguk itu, ponsel mu sudah ku banting, yang tersisa hanya SIM card-nya saja. Cepat! Jangan lupa kau loud speaker,"
"Ba...baik, Tuan besar"
Key pun segera menelpon tua mudanya alias si Bos.
Ya, laki-laki paruh baya itu adalah Papi si bos juga perempuan paruh baya itu Mami si bos. Mereka tengah berkeliling dunia menikmati hari tuanya juga melakukan honeymoon yang untuk sekian kalinya.
Dugaan kalian benar yah, T4 jadi malu. Tidak bisa buat teka-teki.
Tak butuh waktu lama panggilan dari Key pun langsung diangkat si bosnya.
Percakapan selama di telpon
"Iya, Key. Kau darimana saja, nomormu dari kemarin tidak aktif sekali aktif tidak kau jawab. Kemana kau, Key?" Si bos memberondong banyak pertanyaan ke Key.
Key meringis, ia bingung menjawab apa.
Ia ambil nafas dalam-dalam, kemudian ia lepaskan secara perlahan-lahan.
"Kemarin saya sibuk mengawal tuan besar juga nyonya besar, Bos. Ditambah saya ingin menghubungi bos tapi lupa ponsel saya kehabisan baterai, lalu saya charge. Tapi, alangkah naasnya bukannya mengambil ponsel tetapi saya menarik dengan paksa kabel ponsel saat mencharger-nya dan ponsel saya pecah. Maaf, Bos. Ini saya baru beli ponsel lagi," Sekuat tenaga Key berbicara supaya bosnya itu mempercayai alibinya.
"CK, kau tumben ceroboh sekali. Aku fikir kau tengah bercinta dengan gadis yang berdada besar disana, dan lupa dengan tugasmu." Cibir si bos dengan sedikit menggoda Key.
__ADS_1
Sedangkan sang Papi tak lain Tuan besar itu tengah mencibir semua ucapan sang putra yang selalu berucap mesum.
"CK, kau ini mesum sekali. Hanya bercinta bercinta yang kau tau,"
Andai si bos mendengar gerutuan sang Papi, pasti ia akan mengatakan 'Kau sama saja dengan diriku, Pi. Sama-sama suka bercinta."
Sungguh kedua laki-laki yang memiliki darah dan sifat yang sama. Sama-sama akan melakukan percintaan terus menerus.
"Baiklah, baiklah. Kapan papi juga mami ku akan pulang?" Tanyanya.
"Belum adanya informasi yang saya dapatkan, Bos. Karena tuan besar dan nyonya saat ini masih belum keluar dari kamarnya."
"CK, pasti Papi ku semalaman full menggempur mami habis-habisan,"
Si bos tidak tahu jika panggilan tersebut didengar sang Papi, karena papinya menyuruh Key untuk meloudspeaker panggilan tersebut.
Sang Papi pun seketika melototkan matanya mendengar penuturan putranya yang tak tahu malu.
"Baiklah, segera beritahu aku jika ada informasi kapan kepulangan papi juga mami-ku, Key!"
"Baik, Bos."
Panggilan pun terputus dimatikan sepihak oleh bosnya.
"CK, anak si**al***n itu berani-beraninya mengatai diriku, tidak sadar dengan kelakuannya juga," Cibir Papi si bos saat panggilan sudah selesai.
Key hanya bisa diam saja.
"Aku akan memberikan kejutan kepada putra tersayang istriku itu. Kau! Jangan berani-berani memberitahukannya. Mengerti!"
"Mengerti, Tuan besar."
"Good, ponsel itu buat dirimu."
Setelah mengucap kalimat tersebut tuan besarnya keluar dari kamar. Key pun bisa bernafas lega.
"Maafkan saya, Bos. Ini demi adik perempuan saya. Hanya dia keluarga yang saya miliki," Ucapnya lirih.
Sungguh ia merasa sangat bersalah karena sudah berkhianat kepada bosnya itu.
Semoga tuan besar tidak melakukan hal-hal yang mengancam wanita bosnya itu.
Amin
...~...
...Sedih, kecewa, kesal dan sedikit marah. Karena, novel saya tidak dihargai....
...Maaf bukannya baper, tapi bagaimana pun juga harusnya kalian yang mampir baca jangan lupa like, sebegitu tak sudihnya, Kah. Hanya memberi like....
...Jujur memang novel saya jauh dari kata bagus juga SEMPURNA. Tapi, setidaknya hargai dan beri like tidak membuat anda sengsara bukan!...
...Maaf karena beberapa hari ini T4 lagi sensitif....
...Unfavorit saja novel ini, membaca tapi tidak meninggalkan jejak. Lebih baik cari novel yang menurut Anda layak untuk Anda baca saja...
...Saya butuh like, bukan hadiah....
...Susah yah!!!!...
...Maaf jika beberapa hari tidak up atau saya langsung TAMATKAN cerita iniππππ...
__ADS_1