
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Setelah asisten Roy pergi begitu saja dari meja kerjanya serta meninggalkan sekretaris Robin yang bingung dengan sikap asisten Roy tersebut.
"Asisten Roy itu selalu membuatku bingung dengan sikapnya itu, tiba-tiba pergi dan diam seribu bahasa. Sudahlah, lebih baik aku mengerjakan tugas-tugas ku saja, daripada memikirkan asisten Roy yang aneh itu." Masih dengan mengeluhkan sikap diam yang ditunjukkan oleh asisten Roy.
Tiba-tiba saja bunyi telpon di meja kerja asisten Roy berbunyi.
"Ish, bunyi lagi nih telpon." Keluhnya pada suara telpon yang berbunyi, "Pasti si bos deh, mana sih tuh asisten Roy. Ya udah deh, lebih baik aku angkat daripada si bos berteriak-teriak dari dalam ruangannya itu, iiih seram."
Akhirnya sekretaris Robin pun mengangkat gagang telpon dan meletakkannya di telinganya sebelah kiri.
Isi percakapan selama dalam telpon
"Asisten Roy, kenapa kau lama sekali mengangkat telpon ku, Hah!!" Ucapan si bos membrondong pertanyaan.
"Ma...maaf bos, ini sekretaris Robin." Suara sekretaris Robin gugup.
"Dimana sekarang asisten Roy?" Sarkasnya.
__ADS_1
"Dia tiba-tiba saja pergi begitu saja tanpa bicara, Bos!"
"Kalian adu mulut lagi, iya!!" Tanya si bos telak.
Karena mereka sudah sering adu mulut, layaknya kucing dan tikus dalam kartu. Tidak pernah akur.
"Ti...tidak, aku...aku hanya ingin minta cuti beberapa hari saja kok, Bos" Ucapnya tidak berbohong.
"Oh, kau ingin cuti, yah!" Ucap si Bos sembari menurunkan intonasi suaranya dan senyum menyeringai, sekretaris Robin tanpa sadar menganggukkan kepalanya, walau diujung telpon si bos tidak akan melihatnya, "Baik, ku beri kau cuti beberapa hari. Tapi, tapi kau jangan kembali lagi kerja disini. Mengerti!" Ancam si bos telak pada sekretaris Robin.
Sekretaris Robin menelan salivanya susah payah, awalnya si bos berucap manis dan ujung-ujungnya membuat ia tidak bisa bernafas lega.
"Ti...tidak, Bos. Aku tidak jadi cuti. Pekerjaan ku disini banyak sekali, tidak ada yang menghandel. Jadi, jadi jangan pecat aku, Bos. Aku masih mau kerja disini." Sekretaris Robin sudah panik dengan ancaman yang dilayangkan bosnya tersebut.
"Kau yakin?" Ucap si bos dengan senyum menyeringai.
"Yakin, Bos. Nanti saja aku cutinya." Dengan mengucapkan itu dengan yakin.
"Baik, aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi, sekretaris Robin. Sekali lagi, aku bertanya! Ada apa asisten Roy pergi begitu saja? Jawab jujur!! Aku tidak suka kebohongan, kau tau itu bukan!?"
"I...iya aku tau itu, Bos. Jadi, jadi awalnya aku ingin pergi berkencan saat aku libur dan mencari seorang wanita di bar tempat biasa bos datangi. Lalu, asisten Roy bilang jika bar itu buka pada malam hari..." Ucapan sekretaris Robin terhenti karena si bos sudah lebih dulu berucap.
__ADS_1
"Kau ini bo***d***h atau apa? Yang namanya bar bukanya tengah malam, kau ini," Diujung sana si bos memijat pangkal hidungnya seketika ia merasa pusing dengan sekretarisnya yang sedikit lugu itu.
"Iya, aku memang tidak tahu, Bos."
"Lanjutkan!"
"Dan aku langsung saja meminta pada asisten Roy nomor wanita yang dulu pernah bermalam dengan asisten Roy. Dan tiba-tiba asisten Roy pergi begitu saja tanpa mengucapkan apa-apa, Bos." Ucapnya jujur tanpa menambahkan ataupun mengurangi.
"Shi****t, bo***d***h." Ucap si Bos langsung mematikan panggilannya.
Panggilan pun berakhir
"Hufffft, selalu saja aku kena umpatan kasar dari si Bos. Padahal, aku kan gak tau apa-apa, ini semua pada aneh. Lebih baik aku melanjutkan saja pekerjaan ku, daripada memikirkan si bos dan asisten Roy yang 11 12 anehnya."
Dengan segera sekretaris Robin pun mengerjakan tugasnya yang sedikit menumpuk.
Sedangkan si bos di dalam ruangnya tengah mengumpat kasar.
"Si**l**n, sekretaris Robin itu stuuupid atau apa sih!? Ah, dia juga tidak tau permasalahannya. Aku punya bawahan yang satu polos yang satu lagi baperan. Astaga, kepala ku rasanya mau pecah menghadapi mereka berdua." Ucap si bos sembari memijat kepalanya, karena rasanya kepalanya ia rasa ingin meledak saja.
"Dan ini, kenapa juga Key sedari pagi ku hubungi tidak bisa tersambung? Apa dia ketahuan oleh laki-laki tua itu, Arrrggggh. Semoga saja baterei ponselnya habis dan ia tidak sempat mencharger-nya. Tapi, kenapa semua bawahan ku tidak ada yang becus, buat kepala ku sakit semua." Keluhnya dengan bawahannya yang membuat kepalanya pening dan ada-ada saja tingkah para bawahannya itu.
__ADS_1
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...