Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 39


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Saat Shaybila tengah menggoda Nenek Memey, Nenek Memey hanya bisa mengerucutkan bibirnya tanda ia sedikit kesal dengan sikap cucunya itu, tapi ia tidak bisa marah atau pun bermain tangan. Karena ia sangat menyayangi cucu perempuan satu-satunya yang ia dan suami miliki.


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Shaybila.


Tok


Tok


Tok


"Bila, ada tamu katanya bos kamu." Ucap Kakek Mail.


"Masuk aja pintunya gak dikunci, Kakek." Jawab Shaybila dari dalam sedikit berteriak.


Ceklek


Pintu pun terbuka dan Kakek Mail sedikit memasukkan sebelah kakinya tepat di kamar Shaybila.


"Bila itu di luar ada wanita yang bilang dia Bos kamu," Ucap Kakek Mail yang sudah membuka pintu tanpa mau menghampiri cucu dan istrinya tersebut.


"Kakek ini kenapa gak langsung suruh ke kamar Bila aja, kasian kan Bos Bila nungguin, cepetan bawa masuk!" Hanya suara Nenek Memey yang menjawab semua ucapan Kakek Mail.


"Nek, kamu cerewet sekali. Padahal, aku bicara sama Bila bukan sama kamu, Kakek kan hanya tanya dulu ke Bila, takut Bila gak mau terima tamu, Nenek ini cerewet sekali."


Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Kakek Mail pun menutup kembali pintu kamar Shaybila dengan suasana hati yang sedikit marah akan ucapan istrinya itu alias Nenek Memey.


"Nenek kok gitu sama Kakek, jangan marah-marah dong, nanti tuh muka bener-bener jadi krupuk kulit baru tau rasa, Nek." Goda Shaybila pada neneknya.


"Gak usah cerewet kamu, Bila. Cepetan lanjutin lagi makannya, terus minum obat dan baru nenek kompres kening kamu pake waslap."


"Gak ada krupuk nya gitu, nek. Hambar banget makan bubur gak ada krupuk, mana gak ada kuah nya lagi. Ini lidah Shaybila hambar semua, coba nenek bawain krupuk, pasti sedikit ada rasanya."


"Gak ada krupuk krupukan, makan jangan cerewet, kamu lagi sakit, takut nanti menjalar ke tenggorokan kamu, nenek mau kamu makan bubur bening seperti ini tanpa kuah ataupun krupuk. Tadi nenek sudah beri sedikit garam dan sedikit lada, masa kamu gak ada rasa apa-apa. Kamu jangan bohong, nenek juga sudah cicipin dulu ini bubur, baru kasih ke kamu."


Shaybila kalah telak.


Shaybila hanya diam tanpa mau berucap kembali, toh dia akan kalah dengan neneknya yang super duper bawel dan gahuul itu.


Akhirnya bubur pun habis segera Shaybila minum obat penurun panas dan ia pun berbaring kembali dengan Nenek Memey yang sudah meletakkan waslap ke kening Shaybila tanpa ia tengah mengompresnya.


Nenek Memey yang tengah membereskan mangkuk juga wadah kompresan dan menatanya rapi diatas nampan, hendak membawa nampan tersebut, tiba-tiba saja bunyi ketukan pintu kamar pun terdengar.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Tanpa menunggu jawaban dari dalam kamar si pengetuk pintu kamar Shaybila pun membuka pintu dan masuk kedalam kamar tersebut.


Masuklah Kakek Mail dengan wanita yang tidak terlalu muda atau pun tidak terlalu tua, masih cantik dan elegan.


Mamih Veliz pun menghampiri Shaybila tepat dihadapannya dengan posisi masih berdiri dan memberikan senyum pada Nenek Memey juga Shaybila.


"Halo, neneknya Shaybila," Sapa Mamih Veliz.


Ini pertama kalinya Mamih Veliz berkunjung ke rumah Shaybila, dan ia juga sudah tahu nama asli dari Shaybila, jadi Mamih tidak ingin kedua paruh baya itu curiga.


Mamih Veliz juga masih bingung harus memanggil apa pada Kakek dan Nenek Shaybila tersebut.


"Panggil saja Nek Mey, Bos nya Bila."


"Jangan, Nek Mey. Panggil Veliz saja,"


"Ya, nak Veliz,"


"Maaf kalau saya bertamu pagi-pagi sekali, Nek Mey."


Begitulah Nenek Memey selalu mendominasi obrolan.


"Iya, saya maklum kok, Nek Mey."


"Ah, kalau begitu Nek Mey mau bawa ini dulu ke belakang, kalian lanjutkan saja obrolannya."


Ucap Nenek Memey sembari menunjuk nampan yang ada di tangannya dan mempersiapkan Mamih Veliz duduk di tepian tempat tidur Shaybila.


Setelahnya Nenek dan juga Kakek Shaybila keluar dari kamar.


Tinggallah Shaybila dan Mamih Veliz saja yang ada di dalam kamar itu.


"Mamih tumben ke rumah, Bila?" Shaybila akhirnya membuka obrolan terlebih dahulu.


"Mamih baru dikasih kabar sama si Joe, kalau kamu kemarin mengalami insiden di perusahaan si Bos misterius itu dan kening kamu berdarah,"


"Ah, iya. Tapi gak kenapa-kenapa kok, Mih. Buktinya ini di hadapan Mamih ada, Bila."


"Iya, tapi karena itu pasti kamu jadi sakit seperti ini, apa yang si bos misterius itu bilang ke kamu, Bila? Mamih penasaran, kemarin Mamih mau ikut tapi kamu tau sendiri, tiba-tiba saja Nindia mengalami kecelakaan," Ucap Mamih Veliz dengan wajah sendunya.

__ADS_1


"Astaga, Mamih ini cenayang, kah? Kok bisa tau-tau aja keadaan aku yang sebenarnya," Gumam Shaybila dalam hatinya.


"Terus gimana sekarang si Nindia, Mih?"


"Ah, ceritanya panjang sekali," Mamih Veliz sedikit menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar untuk melanjutkan ceritanya mengenai Nindia salah satu karyawannya di Bar Rafaeli.


"Dia dipergoki bersama laki-laki yang sudah menyewa dia semalam, laki-laki itu niatnya mau antar Nindia pagi pagi sekali, tapi...you know lah, Bila."


Kalian semua pasti tahu dong, apa yang dilakukan oleh kedua orang yang berjenis kelamin berbeda di dalam kamar hotel, hehehe.


"Yes, Mih. I know." Jawab Shaybila dengan sedikit kekehannya.


"Parahnya mereka sengaja ditabrak oleh tunangan laki-laki yang menyewa Nindia, alhasil mereka mengalami sedikit benturan di kepala dan sedikit lecet-lecet saja. Parahnya, mereka ribut di tengah jalan dan disaksikan banyak orang yang berlalu lalang tanpa mau memperdulikan itu semua, dan si laki-laki itu memilih Nindia daripada tunangannya, yang mana laki-laki itu akan bertunangan dengan tunangannya beberapa minggu lagi, Bila."


"Oh My God, Nindia so so so cool," Shaybila yang takjub dengan kelakuan teman satu tempat kerjanya itu pun hanya bisa menutup mulutnya dan memberikan tepuk tangan.


"Cool darimana, dia sama saja seperti pelakor, Bila. Kamu ini ada-ada saja. Coba ceritakan pada Mamih secara jelas-jelas tanpa kamu tutup-tutupi." Ucap Mamih Veliz dengan tatapan mata yang sangat serius kali ini.


Shaybila menelan ludahnya dengan sedikit kesusahan.


"Ekhm..."


Shaybila berdehem terlebih dahulu untuk menetralkan kegugupan nya, sebelum ia bercerita mengenai peristiwa kemarin sore itu.


"Jadi, aku sama Joe kemarin itu........."


Mengalirlah cerita dari ia ketangkap basah oleh para penjaga di perusahaan itu, padahal ia dan juga Joe sudah memata-matai perusahaan itu dari jarak jauh dan dengan mobil yang sudah berkaca film sangat gelap. Dibawa ke lantai tertinggi entah ingin dibawa kemana dan bertemu siapa hingga akhirnya ia dicaci-maki oleh si Bos sok Misterius itu menurut Shaybila.


Ia tidak menutup-nutupi apa pun dari Mamih Veliz.


"Seperti itulah, Mih. Gak ada yang Bila tutup-tutupin dari Mamih, kalau Mamih kurang percaya coba tanya sama bodyguard Mamih si Joe itu, aku sampai ngeri berhadapan sama si Bos Misterius dengan wajahnya yang penuh tato itu. Aku hanya gak habis fikir aja, Mih. Apa Gadis betah berlama-lama dengan si Bos sok Misterius itu,"


"Bagaimana pun, Gadis gak bisa berbuat apa-apa, karena...."


Ucapan Mamih Veliz terhenti karena....


...~...


Hehehehe T4 up lagi☺️


11.00 waktu setempat sudah T4 upload, tunggu review dari pihak NT ☺️


Semoga masih ada yang mampir, baca, meninggalkan jejak like, koment☺️


Koment T4 kalau ada kalimat yang kurang pas dan tipo yah☺️

__ADS_1


HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘


__ADS_2