Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 49


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Gadis dan Kakek Beno sedang asik menyirami bunga-bunga yang ada di sekitar kebun tersebut.


Berbeda dengan para penjaga yang bergosip mengenai kemarahan si tuan muda beberapa menit lalu.


Penjaga A : Kau tau tadi, pas tuan muda marah-marah rasanya aku ingin tenggelam saja, melihat wajahnya yang marah bagaikan iblis, iih mengerikan.


Penjaga B : Iya, sama aku juga. Entah tiba-tiba saja tuan muda turun dari mobil tanpa dibukakan pintu oleh asisten Roy.


Penjaga C : Dan parahnya lagi, pas banget timming nya sama kita yang hendak apel siang hari.


Penjaga D : Yang aku dengar tadi hanya teriakan-teriakan tuan muda saja, entah apa yang membuat tuan muda marah seperti itu.


Itulah beberapa gosip para penjaga, mengenai kemarahan si tuan muda, tiba-tiba saja si kepala penjaga datang menghampiri keempat penjaga tersebut.


Kepala penjaga : Kalian disini untuk kerja, kenapa kalian masih bergosip, apa yang kalian gosip kan?


Penjaga A : Kami hanya ingin tahu kenapa tuan muda marah-marah seperti tadi?


Penjaga B C dan D : Betul, kami hanya ingin tahu itu saja.


Kepala penjaga : Kalau yang saya tahu, kemarahan tuan muda itu di picu oleh Bibi Nam yang tidak mendampingi nyonya muda selama nyonya muda berkeliling disekitar mansion ini, di perparah Bibi Nam meninggalkan nyonya muda di area hutan buatan utara. Bak disiram bensin tuan muda pun kebakaran jenggot. Dari kantor hingga sampai ke mansion marah-marah, itu yang saya tahu dari asisten Roy.


Keempat penjaga itu kompak mendengarkan penjelasannya dari kepala penjaga tersebut, dan mereka hanya mengangguk-angguk kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


Penjaga C : Lalu sekarang bagaimana nasib Bibi Nam?


Penjaga B : Iya, bagaimana nasib Bibi Nam?


Kepala penjaga : Bibi Nam masih di interogasi, saya juga tidak tahu sejauh mana hukuman yang tuan muda berikan pada Bibi Nam, saya hanya tidak tega pada Bibi Nam. Bibi Nam yang seorang janda tanpa sanak saudara, jika sampai di pecat tuan muda...akan jadi apa Bibi Nam. Sudah-sudah lanjut lagi ke pekerjaan kalian, lama-lama saya jadi ikutan kalian bergosip saja.


Si kepala penjaga itu pun pergi meninggalkan anak buahnya untuk berkeliling melihat keadaan mansion mewah tersebut.


Tak jauh berbeda dari kepala penjaga, keempat penjaga itu pun kembali berjaga di pos sebagaimana mereka ditugaskan.


...~...


"Bos, apa sebaiknya bos tidur di kamar saja, kalau seperti itu badan bos akan sakit!"


Posisi si bos saat ini hanya bersandar di sofa dengan kepala yang sedikit ia mendangga dan tak lupa salah satu lengan tangannya menutup kedua matanya.


Dengan sigap asisten Roy memapah si bos menuju kamar.


Seketika raut wajah asisten Roy kesel, karena ia harus menaiki tangga rumah tersebut sampai ke lantai 3.


"God, aku lupa. Di mansion mewah ini gak ada lift ataupun eskalator, astaga capek sekali aku memapah si bos. Mana si bos udah setengah sadar lagi, mana berat lagi. Kenapa juga nyonya besar punya trauma semacam itu, kan jadi aku kena imbasnya, huffft...Mana masih lama lagi, uuh..si bos berat." Masih banyak lagi gerutuan asisten Roy mengenai tidak adanya lift ataupun eskalator dengan memapah si bos hingga ke lantai 3.


Dengan bersusah payah akhirnya asisten Roy sudah bisa bernafas lega karena sudah sampai di depan kamar tuan mudanya di lantai 3, ia buka pintu kamar dengan tangan sebelahnya.


Dan dengan pelan-pelan menuntun si bos udah duduk terlebih dahulu.


"Bos, duduk dulu. Mau saya bukakan sepatu dan yang lainnya."

__ADS_1


Si bos hanya pasrah tidak menanggapi apa-apa, karena ia sudah lelah sekali.


Dengan segera asisten Roy membuka sepatu dan kaos kaki si bos. Hendak membaringkan tubuh si bos, tetapi si bos sudah berucap.


"Roy, bantu aku bukakan kemeja dan nanti setelah kau dari sini suruh Bibi Nam buatkan teh hijau herbal dan bawa kesini."


"Baik, Bos." Dengan segera asisten Roy membuka kemeja si bos dan hanya tertinggal kaos putih polos saja, lalu ia membaringkan si bos dan meluruskan posisi tidur si bos dengan tak lupa ia selimutkan si bos, tetapi apalah daya si Bos langsung memunggungi asisten Roy.



"Nasib, nasib, nasib. Sebenarnya aku ini asisten si bos apa istrinya si bos sih, semua aku yang lakuin dari bukain sepatu, kaos kaki juga kemeja si bos, huffft, punya nyonya muda juga masih cilik dan itu juga dipaksa sama si bos, huffft." Gerutunya tak henti-hentinya.


Asisten Roy masih berjaga di kamar tuan mudanya, tetapi setelah ia melihat tak ada gerakan si bos untuk bangun juga terdengarnya dengkuran halus dan tarikan nafas yang naik turun yang teratur menandakan si bos sudah nyenyak dalam mimpi indahnya.


Asisten Roy pun mengatur suhu ruangan dan barulah ia keluar dari kamar si bos dan menghampiri Bibi Nam untuk membuat teh herbal yang diperintahkan si bos padanya.


...~...


T4 Update, apa masih ada yang nunggu☺️


Pede sekali T4☹️


Alhamdulillah T4 sudah sedikit mendingan tapi masih sedikit pusing kalau berdiri lama, tapi sekuat tenaga T4 lawan supaya sehat sehat sehat☺️


Makasih untuk semuanya yang masih mau mampir, membawa, meninggalkan jejak berupa like koment☺️


HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘

__ADS_1


__ADS_2