Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 107


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Beberapa puluh menit sudah, Duo FY sudah membeli sebuah cel*ana da*lam atau cidi untuk sang nyonya mudanya itu.


"Ish, kamu aja ini yang anterin. Aku gak mau, takut sama tuan muda, serem," Ucap Yeni.


"Iiih, apaan sih, aku juga takut. Kamu aja, aku udah pernah ditatap tajam sama tuan muda. Sana kasih!" Ucap Fitri tak mau kalah.


Mereka pun akhirnya saling lempar kantung kresek satu sama lain.


Pak Githo yang melihat kelakuan Duo FY, akhirnya pak Githo pun melerai dan memberikan solusi.


"Sudah-sudah, lebih baik kalian berdua yang memberikan bungkusan kantung kresek tersebut. Daripada kalian berdua ribut dan itu akan menambah kemarahan, Tuan muda. Paham kalian!" Pak Githo berucap tegas, karena beliau sudah sangat capek jika sudah menyaksikan secara langsung perdebatan ataupun hal kecil seperti saat ini terjadi.


"Sudah sana, cepetan. Mau kalian terkena amukan tuan muda yang lebih menyeramkan lagi?" Ucapan pak Githo tersebut membuat Duo FY seketika buru-buru menggeleng-gelengkan kepalanya, mereka tidak mau melihat dan mendapatkan amukan tuan mudanya itu.


"Baik, Pak Githo." Jawab Duo FY kompak.


Pak Githo hanya bisa tersenyum dan ia bernafas tidak akan menikmati siaran langsung keributan yang ditimbulkan oleh Duo FY tersebut.

__ADS_1


"Segera!"


Setelah mengucapkan satu kata dari mulut pak Githo, Duo FY dengan segera menghampiri mobil tuan mudanya dan terlebih dahulu mereka menarik nafas, setelahnya mereka bersama-sama mengetuk kaca mobil tersebut dengan dua ketukan dengan mereka saling mengetuk satu kali.


TOK


TOK


SREEET


Bunyi jendela mobil dibuka.


"Tuan muda, maaf lama. Ini yang sesuai permintaan, Tuan muda." Ucap Duo FY kompak dengan bersama-sama menyerahkan bungkusan kantung kresek tersebut.


Jangan lupakan juga jika Duo FY memberikan bungkusan kantung kresek itu dari arah pintu samping pengemudi bukan dari arah pintu si pengemudi, yakni tuan mudanya tersebut.


Karena, mereka tidak mau secara langsung bertatapan mata dengan tuan mudanya yang terkenal menyeramkan tersebut.


"Terima kasih, Fitri dan Yeni." Ucapan tersebut bukan dari tuan muda mereka, melainkan dari nyonya mudanya yang tak lain, Gadis.


"Kembali kasih, Nyonya. Kami permisi kembali ke mobil lagi," Ucap Fitri yang mewakili Yeni dan di angguki oleh Yeni.

__ADS_1


"Iya, terima kasih sekali lagi, yah!" Ucap Gadis dengan senyumannya yang manis.


Hanya ditanggapi Duo FY dengan anggukan dan Duo FY pun berlari menuju mobil yang pak Githo kendarai.


Setelah kepergian Duo FY, wajah si bos seketika tersenyum menyeringai.


"Honey, aku mau ganti cidi dulu," Ucap Gadis.


"Ya sudah, ganti ganti saja," Jawab si bos dengan wajah tanpa dosa.


"Ish, ini laki-laki laknadd gak peka banget sih!!!! Udah tau aku mau ganti cidi malah gak mau lepasin aku dari pangkuannya juga keluar dari dalam mobil, nyebelin!!!!" Keluh Gadis dalam hatinya yang merutuki ketidak pekaan laki-laki laknadd yang ada dihadapannya tersebut.


"Iiih, itu tangannya awas dulu dan aku mau turun dari pangkuan kamu, dan lebih baik kamu keluar dulu dari mobil,"


"Tidak! Ganti ya ganti, kan aku sudah pernah lihat dan merasakan semua yang ada pada tubuhmu, Honey." Ucap si bos dengan senyum yang masih tak luntur dari sudut bibirnya.


Gadis hanya bisa mencebikkan bibirnya, mau tak mau ia mengganti cidinya di hadapan laki-laki laknadd itu.


"Aaaargggghhhh.......


...~...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2