Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 47


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Seakan-akan mobil yang dikendarai oleh asisten Roy seperti siput yakni lambat.


Si Bos pun berteriak supaya sang asisten lebih cepat lagi mengendarai mobil tersebut.


"TAMBAHKAN LAGI KECEPATANNYA ASISTEN ROY!! KAU INI MENGENDARAI MOBIL APA BERTANDING DENGAN SIPUT, HAH!" Sarkasnya dengan suara yang berteriak, seakan asisten Roy tuli jika ia tidak berbicara dengan berteriak.


"Ba..baik Bos, ini saya tambahkan kecepatannya."


"Gila, ada apa ini? Kenapa si bos marah-marah padahal tadi masih adem aja karena dikirimin foto juga video dari Bibi Nam yang tak lain foto juga video nyonya muda, hufffft nasib nasib." Asisten Roy hanya bisa mengeluh dalam hatinya saja, melihat kelakuan si Bos nya itu.


Tibalah, dimana para kendaraan berhenti karena adanya lampu lalu lintas berwarna merah tanda mereka harus berhenti.


"Kenapa berhenti, hah. Kau ini bod**h apa! Cepat jalankan mobilnya."


Si Bos terlalu marah ia tak mengetahui adanya lampu lalu lintas berwarna merah.


"Bos, ini lagi lampu merah. Kalau aku lanjutkan yang ada kita mengalami kecelakaan dan dapat membahayakan nyawa orang lain juga," Jawab asisten Roy dengan sedikit pelan karena ia tahu jika ia memberitahukan si Bos dengan intonasi suara yang sama-sama tinggi akan terjadi perdebatan yang sengit.


"Ciiih,"


Hanya itu yang bisa si Bos keluarkan dari mulutnya.


"Mati kutu kan si Bos hehehe, lagian marah si marah, emosi si emosi tapi liat situasi kali bos, untung dia Bos kalo bukan udah gua turunin dia di tengah jalan. Hufft." Sekali lagi hanya bisa mengerutu dalam hatinya saja asisten Roy.


"Sudah hijau, tancap gas ASSISTEN ROY!"


Tanpa menjawab ucapan si Bos, Roy pun segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi layaknya pembalap F1.


Sudah sampai di depan gerbang pun si Bos masih marah-marah karena penjaga tidak langsung membukakan gerbang tersebut.


"Klakson kan, punya penjaga tapi tak guna, klakson kan lagi, ROY!!"


Sungguh si Bos seperti keset**nan selalu marah-marah tanpa henti-hentinya.


Tanpa permisi si Bos segera turun dari mobil tanpa dibukakan oleh asisten Roy.


Si Bos sudah masuk melalui pintu untuk pejalan kaki. Ia sudah marah-marah kepada para penjaga gerbang tersebut.

__ADS_1


"Kalian ini bisa kerja apa tidak, sudah tidak mau bekerja disini, angkat kaki kalian dari sini!!!"


Si bos tanpa aba-aba langsung saja berbicara tak henti-hentinya, layaknya bom waktu yang siap meledak.


Beberapa penjaga gerbang hanya bisa menundukkan kepalanya saja, mereka tidak berani memandang wajah tuan mudanya saat marah. Layaknya malaikat pencabut nyawa. Berkali-kali lipat seramnya wajah tersebut.


Si Bos lalu masuk ke rumah utama dan ia mencari Bibi Nam.


Hendak membuka pintu utama, secara bersamaan Bibi Nam sudah membuka pintu tersebut.


"Tu... tuan." Panggil Bibi Nam dengan suara bergetar dan hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Dimana nyonya muda?" Matanya masih mengedarkan pandangannya mencari sosok wanitanya.


"Tuan, nyonya muda ada di hutan belakang sebelah utara, saya ini baru mau kesana."


"SHI*********T" Umpatnya dengan segera berlalu kearah yang diucapkan Bibi Nam.


Semoga wanitanya tidak terjadi sesuatu, hanya itu yang ia gumamkan dalam hatinya.


Ia pun berlari lagi kearah utara hutan belakang tersebut dengan berlari layaknya sedang berlomba.


Terus berjalan hingga ia hampir tergelincir dengan semak-semak liar dengan sedikit basah.


Grep


Tanpa permisi ia memeluk wanitanya dari arah belakang dan mengendus aroma tubuh wanitanya diantara ceruk leher Gadis.


Jangan lupakan tangan kekar dan besarnya berada di perut Gadis.


"Tu..tuan..ada apa?" Ucap Gadis sedikit terkejut dengan pelukan yang sangat mendadak.


"Sayang, honey. Bukan tuan." Ucapnya lembut dan posisi mereka masih berpelukan.


"Ah, i..iya. Ada apa sayang? Kenapa tiba-tiba memelukku dan kenapa nafas mu seperti itu, apa kau berlari marathon, hingga nafas mu putus-putus?" Gadis belum berani membalikkan tubuhnya karena ia masih marah dan kecewa akan tindakan laki-laki laknadd menurutnya itu.


"Sebentar, sebentar, aku hanya ingin memelukmu seperti ini dan merasakan aroma tubuhmu yang buat ku candu dan seakan membuat stress ku hilang seketika," Si Bos seketika menutup matanya dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Gadis.


...~...


Akhirnya setelah acara berpelukan itu selesai juga, walau harus memakan banyak waktu untuk berdebat dan pemenangnya adalah Gadis ia mengatakan ingin mengelilingi kebun bunga bersama Kakek Beno dan itu pun tidak langsung di iyakan oleh si Bos.

__ADS_1


Kini Gadis tengah bersama Kakek Beno untuk sekedar mencabut rumput liar ataupun memetik daun yang kering.


Sedangkan si Bos tengah duduk di ruang tamu, tepatnya di rumah utama.


Dengan duduk di sofa dengan kaki yang sengaja ia luruskan dan matanya terpejam karena kepalanya sedikit pusing dengan tingkah Bibi Nam.


"Bukan kah sudah aku beritahu Bibi untuk selalu berada di samping nyonya muda, dan ini buktinya Bibi sudah melanggarnya, coba saja saya tidak datang tepat waktu, sudah dipastikan nyonya muda sudah menangis ketakutan akan my Loli-ku. Ini pertama dan terakhir kali Bibi melakukan kesalahan, jika Bibi mengulang lagi kesalahan seperti ini, lebih baik Bibi pulang ke kampung halaman Bibi saja, disini masih banyak yang mau berkerja dengan banyak. Tidak ceroboh seperti Bibi."


"Maafkan Bibi, tu..tuan. Bibi salah. Bibi melanggar perintah Tuan, Bibi mohon, Bibi masih mau bekerja disini, Tuan. Jangan pulangkan Bibi ke kampung halaman, hanya disini Bibi memiliki keluarga, di kampung halaman hanya tersisa kenangan Bibi bersama mendiang suami juga anak Bibi, Tuan. Bibi mohon jangan pecat bibi!" Bibi Nam bersujud dibawah kaki si Bos dengan berlinangan air mata.


Bibi Nam mengakui jika ia salah, ia meminta kesempatan untuk memperbaiki lagi dan meminta si Bos untuk tidak memecat atupun di kirim pulang ke kampung halamannya.


"Baik, aku kasih Bibi kesempatan, dan gunakan kesempatan itu sebaik mungkin jangan sampai terulang kembali. Jika sampai terulang kembali, jangan harap Bibi menerima maaf dariku dan langsung ku kirim Bibi kembali ke kampung halaman, Bibi.


"Baik, baik, terima kasih atas kemurahan hati, Tuan. Bibi janji akan melakukan perintah tuan dengan benar tanpa mengulang kesalahan lagi."


"Saya butuh bukti bukan janji,"


"Baik, Tuan!"


"Lanjutkan pekerjaan Bibi yang tertunda, aku ingin merebahkan tubuhku disini dulu,"


"Bibi permisi."


Hanya anggukkan kepala yang si Bos berikan pada Bibi Nam.


Ia tidak habis fikir dengan isi yang ada di kepala Bibi Nam, seketika melupakan perintah dan mengajak nyonya mudanya ke hutan buatan arah utara tersebut.


Kini kepalanya sungguh pening dan ia ingin merilekskan dirinya dahulu dengan memejamkan kedua matanya tanpa mau di ganggu oleh orang lain.


Sedangkan asisten Roy hanya duduk di sofa bersebrangan dengan si Bos tanpa membuka suaranya karena ia sudah tahu pasti keadaan si Bos yang pusing dan ia tidak mau menambah pusing bos nya tersebut.


...~...


Maaf kalau sedikit, T4 baru sembuh dari pagi suhu tubuh T4 39,5° dan kepala cenat-cenut


Semoga kalian semuanya memaklumi yah🙏


Efek vaksin ke-2


Semoga masih ada yang mampir, membaca dan meninggalkan jejak like koment☺️

__ADS_1


HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘


__ADS_2