Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 58


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Rumah Shaybila


Kini Shaybila, nenek juga kakek nya tengah bersiap untuk pergi ke satu mall.


Shaybila sudah lama sekali mengajak nenek juga kakeknya untuk melakukan quality time.


Karena saat ini ia sudah merasa sudah lebih sehat, jadi ia memutuskan mengajak kedua paruh baya itu untuk ke mall.


Mereka akan memesan mobil online untuk bisa sampai ke tempat tujuan.


"Kakek nenek," Panggilnya saat ia tengah di teras rumah.


"Iya, ini kakek sudah siapa. Itu nenek mu lama sekali, katanya masih ini lah itu lah, yaudah kakek tinggalin aja di kamar sendirian." Keluh si Kakek dan menarik kursi tepat di hadapan Shaybila.


"Astaga, nenek mau dandan semana lagi coba? Kulit udah kayak kripik juga! Adeeeeh," Keluhnya dalam hati.


"Maaf yah kakek, Bila udah lama banget gak ajakin kakek sama nenek ke mall atau jalan-jalan bertiga."

__ADS_1


"Gak apa, cucu kakek ini kan sibuk kerja, maaf juga udah ngerepotin kamu karena kami berdua yang tua ini menjadi beban dalam hidup cucu kakek ini," Ucap Kakek Mail sembari mengelus punggung tangan sang cucu.


"Apaan, ini sudah tugas Bila, kakek dan nenek itu satu-satunya keluarga yang Bila miliki. Jadi gak usah merasa jadi beban Bila, Bila kerja juga udah jadi kesenangan sendiri, supaya Bila bisa jajan sepuasnya dengan hasil jerih payahnya Bila sendiri, kakek."


"Iya,iya. Tapi kapan kamu mau mengenalkan cucu menantu untuk kakek dan nenek? Usia kamu itu bisa dibilang sudah bisa menjalan hubungan pacaran, kalau sudah ada kenalkan sama kakek juga nenek. Jangan main umpet-umpetan, biar kakek juga nenek nilai baik tidaknya pacar kamu itu?" Tangan kakek kini tengah mengelus rambut Shaybila.


"Iya, nanti Bila kenalin kalo memang Bila udah benar-benar ada pacar, saat ini fokus Bila hanya untuk menyenangkan, membahagiakan kakek juga nenek. Gak ada yang lain titik."


"Iya, iya. Suka-suka kamu, tapi jangan lupa juga untuk memiliki waktu untuk kamu berpacaran."


"Iya, Kakek!"


"Kakek, maafin Bila. Mungkin gak bakalan ada yang mau berpacaran sama Bila yang sudah tidak virgin dan pekerjaan Bila dulu menjadi 'penghangat ranjang' ini. Bila sadar, kalo Bila gak bakalan bisa dapetin laki-laki yang sesuai keinginan Bila. Hanya laki-laki yang sudah pernah menikah mungkin jadi jodohnya Bila. Bila juga maunya dapatin laki-laki yang seumuran tidak jauh umurnya dari Bila, tapi Bila hanya bisa pasrah karena status Bila yang sudah tidak virgin lagi saat ini. Bila akan semampunya membahagiakan kakek juga nenek bagaimana pun caranya. Maaf, Bila belum bisa jujur dengan hilangnya virgin Bila juga pekerjaan yang selama ini Bila kerjakan. Tapi jujur, Bila sudah tidak melayani laki-laki bastard seperti dulu. Hanya satu kali, itu pun Bila tidak tahu siapa yang berani membayar mahal Bila. Pada saat itu Bila sangat-sangat membutuhkan uang untuk pengobatan kakek juga nenek yang sudah tua. Jadi, mau gak mau Bila harus merelakan harta yang paling berharga yang dimiliki Bila sepanjang hidup. Sekali lagi maafkan Bila, kakek nenek." Gumam dalam hati.


"Astaga, kamu ini lama sekali. Dari tadi hanya sibuk berganti baju, dan baju yang awal yang jadi pilihan mu, Lama!" Gerutu kakek.


"Ya kan, aku hanya menyesuaikan dengan Bila saja, kamu ini cerewet sekali, ayo kita berangkat!"


"Berangkat naik apa? Kau saja lama, bagaimana Bila mau pesan mobil online-nya."


Shaybila hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sepasang kakek neneknya tengah berargumen.

__ADS_1


"Udah-udah jangan ribut, Bila sudah pesan ini," Tunjuknya pada ponselnya yang mana sang supir dalam perjalanan, "Jadi, kakek dan nenek gak usah ribut, oke!"


"Kakek mu duluan yang ngajakin nenek ribut, cerewet sekali dia,"


"Kamu,"


"Kamu,"


"Kam..."


Ucapan kakek terhenti karena mobil online yang dipesan sudah sampai dan membunyikan klaksonnya.


"Oke, kakek nenek masuk duluan biar Bila yang kunci rumah dulu,"


Kedua pasang paruh baya itu masih ribut dan saling acuh, sang kakek sengaja duduk di samping si supir sedangkan nenek di pintu tengah.


"Astaga, kakek nenek gua selalu aja ribut, pusing deh, untung sayang." Keluhnya sembari mengunci pintu rumah juga pager rumahnya.


Setelah dirasa Shaybila sudah naik, mobil pun bergegas meninggalkan kediaman Shaybila menuju mall terkenal yang sudah menjadi tujuan yang telah dipesan Shaybila.


...~...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2