Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Telah Kembali


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


"Papa..." Icha berlari kecil melihat Abi sudah ada dilorong sekolahnya.


"Anak papa tadi kenapa nangis ehm?" Tanya Abi.


"Hiks..Tadi Vakho chium Icha pa,, Kata bunbun kan pekhempuan gak bolleh di chium shama laki - laki shellain papa dan opa." Icha seakan mau nangis lagi mengingat ia dicium Varo saat sedang baris tadi


"Udah anak bunbun gak boleh nangis Besok bunbun kasih Icha cadar, biar gak ada orang yang sembarangan lagi cium Icha."


"Cadakh ithu appa bun?"


"Kain tipis buat nutup wajah Icha, biar gak ada lagi yang sembarang nyium anak gadis cantik bunbun."


"Icha mau bun beshok pakek cadakh ya?"


"Oke.."


"Sekarang kita ke tempat kak Saf dan Kak Aif yuk, Icha pasti seneng mama hari ini pulang, kita jemput mama di bandara, mau kan?" Tawar Abi.


"Mama....." Icha seakan menerawang jauh kata mama...Seorang anak kecil berumur tiga tahun jika selalu ditinggal jauh pasti tanpa sadar ada ingatan yang hilang secara halus.


"Iya mama Fanny sayang. Maukan?"


"Iya pa..mau..." Jawab Icha semangat setelah memgingat sosok mamanya yang sudah lama tidak menghubunginya.


Zia tersenyum melihat semangat Icha, semoga kepolosan selalu ada untuknya hingga ia tidak merasakan apa itu kesendirian dan kehilangan hingga membuatnya sedih.


Zia melihat kedua anaknya sudah didepan gerbang sekolah menunggu mereka, melihat mobil papa mereka tanpa dipinta mereka langsung mendatangin mobil itu dan membuka pintu secara berlahan.


"Assalamualaikum adek kakak yang cantik." Ucap Saf..


"Aif adek kakak yang cantik juga kan?" Tanya Aif yang tidak mau kalah..


"Ketiganya cantik bidadari surga mama. Udah cepetan masuk, kita mau kebandara jemput mama Fanny."

__ADS_1


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke bandara, siang hari jalanan cukup macet, terlihat raut kelelahan dari ketiga anak mereka hingga sepanjang jalan mereka terlelap dengan damainya.


"Mereka semua tertidur dek..Adek gak tidur juga?"


"Gak bang, adek temenin abang aja, kasian nyetir sendiri."


Zia tersenyum ke Abi yang dibalas senyum tulus penuh cinta dari Abi, Abi mengambil tangan kanan Zia dan menggenggam tangan itu sambil dielus penuh sayang.


"Fokus nyetir bang." Lanjut Zia melihat Abi enggan melepas tautan mereka dan terkadang sibuk menciumin punggung tangan Zia.


"Kan abang lagi nyetir ini, sambil mentransfer semangat agar gak ngantuk." Abi mengatakan sambil mengangkat tangan mereka yang saling bertaut.


Perkataan Abi membuat Hati Zia bahagia, bagai banyak bunga indah yang memenuhinya. Inilah cinta Abi yang selalu tidak segan ia tunjukan untuk Zia.


Perjalanan panjang yang diiringin canda dan tawa penuh kebahagiaan terasa begitu cepat hingga tanpa mereka sadarin sudah sampai di tempat tujuan.


"Abang telpon Fanny bentar ya?"


Abi mengambil handphonenya disaku yang terlihat begitu banyak panggilan tak terjawab oleh Fanny. Abi lupa saat disekolah Icha, ia membuat mode silent hingga tidak tahu Fanny menghubunginya.


"Mas dimana sih? Aku udah capek dari tadi nunggui." Fanny langsung mencecar Abi saat tahu Abi menghubunginya, ia sudah berulang kali menelpon tapi tidak kunjung diangkat hingga sudah hampir setengah jam lebih ia menunggu dibandara tanpa kejelasan. Fanny paling benci menunggu..Ia adalah orang yang tepat waktu dan menghargai waktu.


"Aku sekarang restoran fast food ." Jawab Fanny yang masih menunggu sambil membeli beberapa makanan di restoran yang masih berada di area bandara.


"Ya udah tunggu disana, Mas kesana sekarang."


"Dimana mba Fanny bang?" Tanya Zia yang melihat Abi telah selesai menghubungin Fanny.


"Dia di restoran sana, kita kesana sekarang sekalian makan." Tunjuk Abi yang melihat restoran yang tidak terlalu jauh dari parkiran mereka.


Zia membangunkan anak - anak mereka, Abi menggendong Icha yang masih terlelap tidak ingin diganggu dialam mimpinya.


Fanny menoleh kearah pintu saat mendengar suara decitan pintu restoran terbuka. Tampak raut terkejut diwajah Fanny saat melihat Abi datang, ia sungguh tidak tahu kalau Abi datang menjemputnya dengan membawa zia dan anak - anaknya.


Fanny tersenyum kecut sekilas, melihat Abi menggenggam tangan Zia saat masuk kedalam restoran yang diikutin anak - anak Zia yang saling menautkan tangan mereka juga.


"Apakah mas mau menunjukkan kalau mas bahagia walau tanpa ada aku?" Fanny merasa Abi hanya ingin menunjukkan kalau ia bisa bahagia tanpa Fanny. Bukankah pandangan didepan matanya mengissyaratkan seperti keluarga bahagia dengan saling bergenggaman tangan?

__ADS_1


"Mas.." Fanny berdiri dan menghadap Abi yang sudah ada didekat bangku duduknya. Ia sengaja mengambil tangan kiri Abi yang tadi menggenggam Zia untuk ia pegang karena tangan kanan Abi yang sedang menggendong Icha.


Zia sedikit tersentak dikesadarannya, Zia tanpa dipinta langsung melepas gemggaman Abi hingga Abi merasakan kehilangan kehangatan tangan Zia hingga ia melirik ke Zia dan dibalas senyuman dan anggukan kecil Zia.


"Mas kok lama banget sih? Aku udah nunggu lama disini." Tanya Fanny sambil memainkan jemari abi dengan tangannya yang membuat Abi beralih pandang ke Fanny.


"Maaf, dijalan macet tadi. Handphone juga mas silent karena tadi sedang bicara dengan kepala sekolah Icha." Jelas Abi."Zia, ajak anak anak duduk kasian capek berdiri."


"Salam mama Fannynya sayang." Pinta Zia ke anaknya.


"Mama? No, panggil aunty aja okey...Nanti aunty kelihatan tua banget kalau banyak anak manggil mama.Ha..ha.ha.." Tawa Fanny.


"Assalaikun aunty." Sahut Saf dan Aif bersamaan dengan menyalim Fanny.


"Waalaikumsalam. Duduk sini mas." Tunjuk Fanny ke tempat duduk disampingnya.


Zia memilih duduk didekat anak - anaknya. Ia membiarkan Fanny dekat dengan Abi, bagaimanapun pasti Fanny sangat merindukan Abi dan ia tidak boleh serakah akan hal itu, apalagi ia juga hanyalah yang kedua..Fannylah yang banyak berhak untuk Abi. Zia berusaha meyakinkan dirinya.


"Adek mau makan apa? Biar abang pesankan."


"Terserah abang aja,"


"Saf dan Aif gimana?"


"Ikut mama aja pa." Jawab mereka bersamaan lagi. Saf dan Aif memang tidak suka terlalu memilih apalagi saat sedang diluar seperti ini.


"Kamu jadi tua banget ya mas, ada tiga anak manggil papa."


"Karena mereka kan sekarang anak - anakku juga Fanny."


"Ohw.." Jawab Fanny singkat sambil melirik sekilas ke arah Zia, yang membuat Zia salah tingkah.


Acara makan hanya terdengar dentingan sendok.yang saling menyahut, hingga Icha terbangun membuka suaranya...


"Pa,, kita dimana?" Tanya Icha yang masih mengucek matanya.


"Icha sayang, ini mama., kangen gak sama mama?"

__ADS_1


#Fanny akhirnya balik juga#


#bantu like comment and vote dears#


__ADS_2