
Happy reading
🍇🍇🍇
Hari ini di dua kediaman yang berbeda jarak sama sibuknya mempersiapkan untuk esok hari.
"Abi jangan lupa kamu luluran,cukur tuh jenggot dan kumis sama maskeran sana." Rani memerintahkan anaknya.
"Gak mau ah ma,, Tar aja Abi cukuran." Abi kesal melihat Rani yang sibuk menyuruhnya merawat diri.
"Ngapai juga perawatan kalau ujungnya malam pertama juga gak akan terjadi." Abi teringat perjanjian awalnya bersama Zia
"Pokokny mama gak mau tahu cepat lakukan. Biar seserahan ini semua mama yang beresin."
Usir Rani hingga Abi tidak bisa menolak lagi untuk beranjak dari ruang keluarga tersebut.
Abi menuju ke kamarnya sekarang walau dengan langkah malasnya ia tidak mau kena omel mamanya lagi.
"Mau kemana kamu sayang?"
"Oh,, aku mau pergi dulu sebentar nanti jangan lupa tanyakan kabarku dijalan ya mas, seperti kamu menanyakan Zia tadi malam." Jelas Rani dengan nada yang tidak tahu irikah atau sedang mengejeknya.
"Bukankah aku setiap waktu memperhatikanmu? Tapi kau yang terlalu sibuk?"
"Oh ya aku lupa, suamiku memang penuh perhatian sekali sampai aku tidak bisa mengimbanginya. Sudah ya mas aku pergi dulu. Jangan rindukan aku.." Kata Fanny dengan gaya menggodanya.
Fanny pergi meninggalkan Abi dikamarnya..
"Kau ikutin Fanny segera..." Abi memberi pesan ke orang suruhannya.
Abi tidak habis pikir dengan sikap Fanny yang berubah - ubah setiap waktu, apa ini pengaruh mentalnya atau ada yang mempengaruhinya?
Abi ingin segera menyelesaikan semua teka-teki ini...
"Dena..."
Dengan segera Abi menelpon Dena..
"Halo Abi.."
"Loe dimana?"
__ADS_1
"Gue lagi di tempat praktek gue."
"Gak bisakah loe buat Fanny terhipnotis hingga dia mengatakan semuanya?"
"Fanny selalu mengelak, gue udah berusaha dia bilang dia baik-baik saja. Gue juga ngerasa dia udah mulai tertutup dan bohong ke gue." Jelas Dena
"Loe tahu desa Y yang terpelosok?"
"Sepertinya gue pernah dengar daerah itu, gak asing di gue.."
"Coba loe pastii dan ingat, Fanny sering kesana dan ada sebuah gubuk kecil disana yang selalu ia datangi."
"Oke nanti gue hubungin loe."
Panggilanpun langsung ditutup oleh Abi..
Sepertinya ia malas perawatan dengan pikiran berkecamuk, ia ingin istirahat dan tidur saja.
"Abi..!!! Jangan tidur cepat perawatan !!!" Teriak Rani dari luar kamar Abi yang sedang ingin berjalan ke kamar tamu yang akan jadi kamar Zia nantinya. Sedangkan Kamar anaknya digabung dengan Icha dengan memperbesar kamar Icha lagi agar lebih luas.
"Iya ma,,iya.. Udah napa jangan teriak mulu.." Rani berpikir mamanya punya indra keenam hingga tahu aja apa yang sedang ia lakukan.
"Gak apalah perawatan, mana tahu ia tergoda melihat diriku nantk wangjn dan kinclong." Abipun bersiul sambil menuju ke kamar mandinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kamu ngapai disini? Ini dapur bau asap." Jelas Bu Karti
"Zia mau bantu masak buk."
"Gak ada kamu harusnya sekarang perawatan didalam kamar, gosokin tuh daki semua dibadanmu." Bu Karti terus menarik Zia menuju kamarnya.
Zia dengan pasrah mengikutin Bu Karti ke kamar. Ia terkejut melihat semuanya...
"Apa-apaan ini?
"Ini perawatan Putri keraton, biar kamu tetep wangi tujuh hari tujuh malam." Ucap Bu Dimas
"Dan ini jamu dan Bibi tukang pijat, biar badanmu rilex dan siap digempur tiap malam." Jelas Bu cici
Zia hanya melongo tidak percaya dengan semua persiapan yang di lakukan geng ibu camat ini.
__ADS_1
"Zi..Zia gak perlu kok..Lihat ni Zia bersih wangi gak bau ketek, zia juga kuat ngadon sepulu kilo tepung juga sanggup" Tolak Zia yang langsung mendapat tatapan tajam ketiga ibu itu yang siap menikam Zia jika menolak..
"Hah,,, Baiklah, Akan Zia lakukan." Mereka langsung tersenyum sumringah meninggalkan Zia bersama bibi pijat tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari sudah beranjak siang, Fanny sudah sampai ditemlat tujuannya..
" Panas sekali diluar, Apa mereka sudah makan?"
"Sudah bu.."
Fannypun masuk ke dalam gubuk tersebut...
Fanny menuju ke kamarnya terlebih dahulu.. Ia mengambil buku dilaci nakasnya.
Ia duduk disana sambil membuka lembaran buku yang kosong, ia segera menulis apa yang sedang ia pikirkan.
"Wah, skenario yang baik sekali..." Ucapnya girang sambil menutup bukunya dan pergi meninggalkan ruangannya menuju ke ruangan yang ada disebelahnya.
"Fanny..."
"Kau bahagia sekarang?" Ia mengangguk-angguk kuat dengan senyum yang mengembang layaknya anak kecil. "Aku akan selalu membuatmu bahagia."
"Dan aku tidak akan membiarkan ia jauh dari sampingmu..." Ucap Fanny sambil melirik ke arah samping yang terlihat seseorang tergeletak tak berdaya karena serang struknya...
"Kau harus bahagia Fanny...." Ucap seseorang itu dengan tingkah seperti anak kecil sambil bertepuk - tepuk tangan kegirangan mendapatkan mainan baru.
"Aku pulang sekarang, ingat jangan keluar rumah, diluar bahaya banyak orang jahat." Seseorang itu langsung mengangguk dan gemetar ketakutan bersembunyi didalam selimutnya.
Fanny langsung meninggalkan gubuk itu setelah selesai dengan semua yang ia lakukan...
"Kalian jaga terus jangan sampai ada yang datang."
"Baik buk."
Fanny menuju mobilnya untuk kembali ke rumah Abi..
"Aku akan bahagia semua harus sesuai dengan alurku..."
#Besok mau undangan dulu ke temlat abi dan Zia nie, tapi siapa yang didalam sana tadi ya?#
__ADS_1
#Bantu like,comment and vote dears#