Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Tanyakan Hatimu


__ADS_3

Happy reading...


🍇🍇🍇


"Kalian apa tidak bisa melihat waktu? sudah malam lebih baik istirahat." Rani mencoba menenangkan Abi dan Fanny.


Mendengar mamanya bicara Abi memilih langsung pergi ke kamarnya, Abi tidak ingin mamanya melihat ia bertengkar, karena gimanapun pasti orang tuanya akan khawatir.


"Selamat malam.." Ucap Abi akhirnya..


"Fanny maafkan Abi, mungkin dia lagi capek dan banyak masalah dikantor." Rani ingin membuat Fanny agar sedikit mengalah agar rumah tangga mereka tidak selalu panas.


"Ma, Fanny juga capek dari kantor cabang balik kesini, sampai disini apa yang Fanny dapat? Abi yang selau marah dan merasa Fanny tidak peduli dengannya."


"Lebih baik kamu tenangin hati kamu, mandi biar pikiran juga agak dingin dan segar."


"Semua gakkan pernah selesai ma, selama mama ikut campur masalah keluargaku. Fanny tahu, Abi berubah karena hasutan mama kan? Karena mama yang selalu ingin menuntut Fanny selalu dirumahkan?" Fanny terus menyudutkan Rani


"Diam kau Fanny! " Bentak Faiz


"Papa.." Fanny selalu takut jika berhadapan dengan Faiz


"Sekali lagi aku lihat kau mengintimidasi istriku, aku bisa berbuat apapun denganmu termasuk pekerjaan yang selalu kau agungkan itu." Ancam Faiz


"Udah pa, gak baik ribut malam-malam."


Fanny menghentakkan kakinya lalu memilih pergi dan menghindar dari sana dari pada ia bermasalah dengan Faiz papa mertuanya.

__ADS_1


"Mama jangan sokan terus baik sama dia ma. Papa tahu apa yang selalu dilakukannya sama mama di belakang Abi dan Papa. Papa hanya diam aja selama ini karena mama gak mau jujur sama papa dan Abi, anak yang lemah itu hanya bisa menutup matanya karena terlalu mencintai Fanny."


"Maafkan mama pa, mama hanya gak mau rumah tangga Abi hancur.." Rani menangis dipelukan Faiz


Sungguh Rani tidak ada maksud ikut campur masalah keluarga Abi, Rani juga menyayangi Fanny tapi Fanny sepertinya hanya mencintai Abi hingga apa yang dilakukan Rani selalu salah di mata Fanny, seolah - olah Rani mertua jahat yang tidak ingin menantunya merasakan kenyamanan dan merebut perhatian Abi darinya.


"Sudahlah, Ayo kita istirahat semoga kedepan semua lebih baik."


"Iya pa, makasih selalu ada buat mama."


"Karena kalau tidak ada didekat mama, papa tidak dapat jatah mancing ntar." Goda Faiz sambil menaikkan turunkan alisnya, membuang semua kesedihan diwajah istri tercintanya.


"Kalau itu aja gak mau kelewat." Sungut Rani


"Itu Hidangan penutup yang wajib ma, biar lebih kenyang dan tidurpun pulas. Malam ini papa bisa mancingkan ma?"


"Gak,,mama Capek..." Tolak Rani.


Faiz menarik paksa Rani ke kamar mereka, mau menggendong Rani tapi apa daya umur membuat pingggangnya sering merasakan encok.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mas.." Panggil Fanny yang melihat Abi tidur memunggunginya.


Abi tetap memunggungi Fanny walau ia belum tidur dan mendengar panggilan Fanny...


"Apakah aku salah telah menikahimu Fanny...?" Tanya Abi dengan suara parau menahan sedih dihatinya dan tetap bertahan memunggungi Fanny.

__ADS_1


"Mas.."


"Diamlah Fanny, apakah kau belum puas terus membantah ucapanku? Kali ini tolong dengar kegundahanku...kali ini saja..."


Fanny akhirnya diam mendengarkan apa yang mau Abi bicarakan...


"Atau aku yang salah telah memberi janji kebebasan untukmu?"


"Aku berpikir dengan memberikanmu kebebasan dan kau menerima pernikahan ini, lambat laun kau berubah, apalagi saat ada anak diantara kita. Tapi kenyataan yang aku terima apa Fanny? Kau semakin egois, tidak terima dengan keadaan dan semakin ambisius.." Abi menjeda suaranya sebentar...


"Aku pikir dengan menikah bisa membuatmu bahagia dan belajar melupakan, karena aku tahu gimana kerasnya hidupmu berjuang untuk hidup, dimana Ayahmu sibuk dengan keluarga barunya sendiri, kau dan ibumu direndahkan,dikucilkan serta diasingkan hingga ibumu depresi dan gila.


"Tapi kau makin egois, kau membuat semua harus seperti yang kau mau, kau makin merasa bisa berdiri sendiri, kau makin tidak bisa menghormati orang lain termasuk mamaku sendiri..."


Abi tadi mendengar dengan jelas apa yang Fanny katakan pada mamamya dari lantai atas dan hatinya merasakan luka sakit yang amat dalam seperti ditambahin dengan perasan jeruk nipis yang membuatnya makin perih.


"Mas..."


"Tidakkah bisa sedikit saja kau memikirkan dan menghargai perasaanku, perasaan Icha atau perasaan keluargaku, sedikit saja bisa kah kau mengerti inginku dan.."


"Tanyakan Hatimu Fanny, sudah benarkah sikapmu sekarang? Atau hanya akan membuatmu jatuh kejurang yang lebih dalam nantinya karena jika saat semua telah terjadi dipastikan kau tidak dapat membawa waktu untuk kembali berbalik lagi."


"Mas.."


"Tidurlah Fanny, aku sudah lelah...."


Abipun tidur tetap dengan memunggungi Fanny, meninggalkan Fanny sendiri di kesadarannya...

__ADS_1


#Jadi menantu atau mertua bisa menjadi serba salah, tapi menerima kurang dan lebih akan menjadi lebih baik#


#Bantu like,comment and vote dears#


__ADS_2