
Happy reading
🍇🍇🍇
Pernahkah kita merasa bingung dan merasa aneh dengan diri sendiri? Inilah yang terjadi dengan Zia, ia bingung dengan dirinya. Tidak biasanya Zia mengikutin semua perkataan ataupun perbuatan yang tidak sesuai dengan sikapnya.
"Kenapa aku tadi mau aja di ajak abang berhubungan? Bagaimana kalau mba Fanny curiga dan merasa dicurangin? Ada apa dengan diriku sekarang? Kenapa belakangan ini aku terlalu sensitive dalam beberapa hal dan kenapa aku juga menginginkan sentuhan abang?" Zia mempertanyakan semua kelakuannya dari kemarin sampai hari ini dikamarnya, ini bukan dirinya yang biasanya, Zia adalah orang yang tidak mudah cemburu ataupun mudah tersinggung apalagi suka mengingkari apa yang sudah menjadi sifatnya.
Zia bersyukur tadi suaminya datang tepat waktu dan menghampiri mereka berdua dan mengajak Fanny untuk pergi keluar hingga Zia tidak harus menjawab pertanyaan Fanny.
"Apa mungkin aku..." Zia menutup mulutnya tiba - tiba, dengan segera ia mengambil kalender meja yang bertengger di meja riasnya.
Zia dengan berlahan membuka setiap lembar bulan - bulan yang lalu. Menghitung jejak tanggal pertama kali ia mendapatkan datang bulan setelah menikah serta terakhir dia haid...
"Ya Allah, sejak awal berhubungan aku belum ada datang bulan." Zia baru teringat ia tidak pernah kedatangan tamu bulanannya lagi semenjak berhubungan dengan Abi.
"Jangan - jangan..." Zia menggelengkan kepalanya dan jantungnya berdegup dengan sangat cepatnya. Ia harus segera memastikannya sekarang juga.
Waktu yang tepat Abi dan Fanny sedang pergi keluar sekarang. Dirumah hanya ada pekerja, Rani, Faiz dan Zia.
Zia dengan segera tidak mau menunda waktu mempersiapkan dirinya untuk pergi keluar sebentar.
"Zia, kamu mau kemana nak?" Tanya Rani yang melihat Zia berpenampilan akan keluar dari rumah.
__ADS_1
"Zia mau keluar bentar ma, ada yang mau Zia beli." Jawab Zia ragu.
"Sudah bilang sama Abi?"
"Belum ma, Zia izin sama mama aja ya, sebentar aja kok ma,Zia gak lama."
"Sama mang jenggotkan? Kali ini jangan menolak, mama hanya khawatir kamu keluar sendiri."
"Baiklah ma."
Zia memilih pergi ke supermarket dengan alasan membeli bahan kue, ia tidak ke apotek agar tidak menjadi sebuah pertanyaan yang akan sampai ke telinga Rani atau Faiz.
"Bismillah..." Zia membeli sesuatu yang dibutuhkannya dan beberapa bahan kue untuk dibawa kerumah. Zia benar ia tidak berlama disana karena setelah ia mendapatkan yang ia mau, Zia langsung kembali ke rumah Abi.
"Mas kita mau kemana sih?" Tanya Fanny penasaran kemana Abi akan membawanya.
Awal Abi berpikir lebih baik Fanny saja yang pindah rumah, tapi ia takut itu tidak adil untuk Fanny dan akan makin menyakitinnya karena akan merasa terasingkan. Biarlah Zia yang pindah karena itu juga kemauan Zia.
"Kita sudah sampai." Ucap Abi setelah sampai ke tempat yang mereka tuju.
"Rumah siapa ini mas? Ngapain kita kesini?" Fanny sedikit kecewa, ia mengira Abi akan membawanya ke suatu tempat dan memberikannya kejutan romantis tapi nyatanya hanya kesebuah rumah sederhana dengan halaman yang hanya cukup untuk parkir satu mobil.
"Nanti kamu juga tahu,, sekarang ayo kita masuk. Ada yang mau mas tunjukin dan jelaskan ke kamu didalam nanti."
__ADS_1
Abi menggandeng tangan Fanny untuk ia bawa masuk kedalam rumah tersebut. Fanny sedikit ragu untuk masuk tapi kakinya terus bergerak mengikutin langkah Abi.
Tiba - tiba Kaki Fanny terhenti seakan terpaku tidak bisa digerakkan saat melihat seseorang yang sedang duduk di kursi sambil menonton tv tidak jauh dari pintu masuk yang ia lewatin karena rumah sederhana ini tidak menggunakan banyak sekat hingga ruang tamu dab tv yang kecil menyatu dan mudah dilihat.
"Papa...?" Dengan spontan Fanny memanggil seseorang yang sedang duduk tenang disana...
"Fa..nny..." Beni seketika terkejut melihat Fanny ada disana bersama Abi dan langsung mencoba memanggil nama anaknya walau agak sulit.
"Apa maksudmu ini mas?! Kenapa dia ada disini?! " Tunjuk Fanny kearah Beni, ia tidak menyangka orang yang dianggapnya telah mati malah berada bersama dengan suaminya dan tadi ia bisa mendengar Beni sudah mulai bisa bicara? Abi pasti sekarang sudah banyak mengetahui hal tentangnya.
"Dia siapa sayang? Dia papamu kan? Kamu harus bertemu dengannya dan berbicara langsung agar semua yang kamu pikirkan dan dendam dihatimu hilang." Abi dengan sangat lembut berusaha membuat Fanny mengerti.
"Apa yang harus dijelaskan lagi mas?! Karena dia mamaku gila! Karena dia aku jadi seperti ini ! Dan karena dia juga aku harus berjuang sendiri agar sukses dan tidak ada lagi yang berani merendahkan ku!" Tekan Fanny dengan sorot mata yang tajam penuh kebencian terhadap Beni.
"Tidak semua yang kamu pikirkan benar Fanny, kamu juga harus tahu semua kenyataan yang ada agar tidak hanya menyalahkan papamu." Abi mencoba menjelaskan kembali ke Fanny..
"Penjelasana apalagi yang harus aku dengar mas?! Penjelasan kalau memang aku anak yang tidak diinginkan dan dia benci?! Atau penjelasan mamaku terlalu bodoh mencintai lelaki yang hanya mempermainkan hatinya dengan berselingkuh?!" Napas Fanny naik turun penuh dengan amarah mengingat semua ketidakadilan yang mamanya dan ia dapatkan.
"Apakah kau tahu kalau Bagas adalah adik kandungmu?"
"A...apa yang kamu katakan mas?"
#Fanny kamu harus tahu yang sebenarnya#
__ADS_1
#Bantu like comment and vote dears#
#Novel ini sudah masuk klimaksnya ya, kalau gak greget bukan ******* iya kan?😅😅. Karena beberapa bab lagi bakal ditamatin. Akan ada season dua tapi belum tahu nanti diletak disini atau buka buku baru. Karena saya mau fokus ke cerita lain juga dulu. Ada novel baru tentang poligami juga nanti, masih mau buat kerangka dan diacc ikut lomba#