Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
ikatan darah..


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Dilain tempat, Zia memandang langit yang telah menutup tirainya hingga gelap membentang bumi.


Zia sedang berfikir bagaimana cara berbicara pada anaknya, dia tidak mungkin terus menundanya.


Zia sekarang bagai disebuah ruang kaca yang sempit ia bisa melihat sekitar tapi terkurung didalam ruang yang membuatnya bergerak terbatas. Ia ingin menyuarakan segala isi hatinya tapi bibir tetap bungkam tidak bisa berbahasa.


"Bintang lebih indah berkilau dari pada bulan walau mereka sama-sama indah saat dipandang, Mas Farhan ingatkah dulu aku pernah mengatakan aku hanya ingin menjadi bulan yang hanya ada satu untuk bumi walau aku tak secantik bintang, karena bumi bisa memiliki bintang sebanyak yang ia mau." Kabut sedih mulai merengkuh batin Zia, dihapusnya sedikit air mata yang menetes tanpa izinnya.


"Tapi lihatlah sekarang aku mas,, aku akan menjadi bintang untuk bumi..." Air mata Zia yang telah dihapus terus saja memberontak untuk keluar tanpa permisi.


"A..apakah aku bisa tetap bercahaya berkilau walau bumi memiliki bintang yang lain? bercahaya tanpa pamrih agar bumi bisa tetap menikmati cahaya? Walau cahayaku nanti akan tertutup awan gelap cobaan yang akan menerpa?"


Zia makin terisak lirih hatinya bersedu mengingat Farhan dan kedepannya nanti.


"Ma,,"


'Eh, kakak Saf.." Zia segera menghapus jejak air matanya dan menutup jendela kamarnya.

__ADS_1


"Mama nangis?" Saf mendekati mamanya.


"Enggak, mama tadi habis kelilipan masuk serangga kecil di mata mama. Dek Aif mana?"


"Itu..." Tunjuk Saf pada Aif yang baru melangkah masuk.ke kamar Zia.


"Ma,.kami memang masih kecil tapi kami tahu apa yang mama rasakan,, mama bisa cerita ke Saf dan Aif, jangan sedih sendiri ma,,,bagilah kesedihan mama ke kami.." Saf tiba-tiba menangis dihadapan Zia.


Tanpa aba -aba Zia langsung memeluk kedua anaknya dan menangis serapuh-rapuhnya, hilang Zia yang kuat, Zia yang ceria, Zia yang selalu mencoba baik - baik saja.


"Maafkan mama nak...mama belum bisa jadi mama yang terbaik buat kalian" Zia mengurai pelukannya.


"Mama tetap mama yang terbaik, mama yang penyayang, mama yang selalu marah karena kami nakal." Ucap Aif yang ikut sedih melihat mamanya menangis. Ia usap air mata dipipi Zia dengan sayang, ia cium kedua pipi Zia.


Zia merasakan kehangatan dan kekuatan yang sangat kuat merasuk di setiap detak nadi jantungnya.


"Mama boleh cerita?"


"Apa ini masalah om Abi?" Telisik Saf


"Kalian tahu?" Zia sangat terkejut apalagi melihat Saf dan Aif menangguk bersamaan.

__ADS_1


"Kami masih bisa mendengar ma, kami juga sering dengar orang menceritakan mama, kenapa mereka suka menghakimin mama akan sesuatu tanpa tahu sebabnya apa ma? "


"Kalian..." Zia mulai menangis lagi mengingat bagaimana hati anaknya mendengar berita buruk mamanya diluar sana.


"Apakah ini yang terbaik ma? Apakah ini bisa membuat kita bahagia? Apakah ini akan menghapus semua omongan jelek mereka diluar sana ma? Jika iya, lakukanlah ma.


Kami akan selalu bersama mama, kita melangkah bersama hadapin semua ma. Mama jangan pernah berpikir sendiri karena kami tidak akan membiarkan mama sendiri." Kini Saf yang mulai memeluk Zia sambil menangis. Aif ikut menangis dan terus menghapus air mata dengan punggung tangannya tapi tetap tidak terhenti.


"Ma..tapi mama janji ya,, mama tetap sayang dan cinta kami seperti ini walau nanti ada anak baru disamping mama. Kami tidak butuh cinta yang lain ma, cukup cinta mama yang ada dihati kami." Saf melepas pelukannya dari Zia dan beralih merangkul Aif yang masih menangis.


"Mama janji sayang, kalian cinta dan sayang mama selalu, kalian yang akan membawa ayah dan mama kesurga kelak nak.." Zia memeluk anaknya dalam, meresapi setiap kehangatan yang mengalir diantara mereka, saling mengalirkan kasih sayang...


"Mas lihat, betapa cepat waktu berlalu,anak kita sudah bisa berpikir bijak dalam mengambil keputusan mas." Batin Zia


"Ingat satu hal nak, bagaimanapun orang tua yang namanya ikatadan darah tidak akan pernah bisa putus, ia akan terus mengalir walau ditebas pedang tajam sekalipun, mama bukan wanita sempurna dalam hidup kita pasti banyak kekhilafan. Jadi maafkan mama ya jika membuat hati kalian terluka."


"Gak ma..Kami yang minta maaf selalu membuat mama kesulitan melihat pertengkaran kami." Ucap Saf.


"Sudah malam, ayo kita tidur. Mama mau tidur bareng anak-anak mama hari ini."


"Malam walau membawa kegelapan tapi aku dapatkan cahaya diwajah anakku dan dinginmu membuatku mencari kehangatan dan itu juga ada direngkuhan mereka, anak-anakku"

__ADS_1


#ada yang sedih gak ya bacanya?#


#Bantu like,comment and vote ya dears#


__ADS_2