
"Maaf ma, Zia langsung pulang aja, kasian anak - anak uda capek dan besok masih harus sekolah." Zia kali ini tidak bisa mengikuti maunya Rani karena gimanapun ia tidak mau anaknya kelelahan,
Zia melihat kearah bangku belakang dimana anaknya tertidur pulas disana padahal baru lima menit mereka meninggalkan rumah orang tua Zia.
"Baiklah Zia tapi lain kali kamu main kerumah ya, mama mau belajar buat kue denganmu."
"Iya ma, inshaallah."
Akhirnya Abi mengantarkan Zia dahulu kerumahnya dan langsung pulang tidak singgah lagi ke rumah Zia.
"Mama kenapa senyum - senyum sendiri gitu?" Tanya Abi yang melirik mamanya dari kaca spion depan.
"Mama seneng banget hari ini, awal mama sedih kamu bisa nabrak orang tapi ini mama malah bersyukur kamu jadi bisa bertemu Zia.".
"Hust,, mama gak boleh gitu diatas kesedihan orang. Apa mama gak lihat tadi wajah Zia masih sedih? belum ada senyum dan tawa yang benar - benar tulus, sepertinya dia belum nerima Abi."
"Tugas mu berat Abi, Ngejinakan istri sekarang aja sulit, bagaimana menaklukan hati Zia?" Sindir Rani
"Papa sebenarnya kepikiran bagaimana suatu saat Fanny berubah pikiran disaat kamu dan Zia sudah saling sayang, ia memintamu bercerai dengan Zia untuk memulai semua dari awal? Kamu tahukan sifat Fanny yang pemaksa dan semua harus sesuai keiinginannya."
"Abi belum terpikir sampai disitu pa, tapi jika ia egois dan memaksa, itu bukan cinta lagi namanya tetapi ambisi."
Akhirnya diperjalanan mereka hanya terdiam sambil memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.
Abi segera menggendong Icha kekamarnya yang terlihat Icha sangat lelah hingga sampai rumahpun masih tertidur.
Abi langsung pergi mandi dan menyiram tubuhnya dibawah shower agar lebih segar dan lelah segera pergi dengan istirahat sejenak sebelum makan malam tiba..
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abi terbangun mendengar nada dering panggilan handphonenya berbunyi,
"Sudah jam 9 malam?" Ternyata Abi tertidur terlalu lama hingga melewati makan malam.
"Mas.." Abi yang mengangkat telpon langsung disuguhkan suara istrinya.
"Eh ya, ada apa?"
"Kok ada apa? Akukan tadi udah bilang mau nelpon mas? Mas dari mana aja uda lebih dari lima kali aku telponin dan baru diangkat."
"Mas ketiduran Fanny"
"Tumben mas udah tidur jam segini, emang mas dari mana tadi?"
"Aku tadi sama papa,mama dan Icha kerumah orang tua Zia." Abi lebih memilih jujur dari pada menumpuk kebohongan.
"Oh, mama dan papa sudah pulang ya? Lalu gimana tadi?" Ntah kenapa ada rasa hati Fanny yang tercubit mendengar Abi kerumah orang tua Zia.
"Seperti yang kamu mau, mereka menerima dan tiga bulan lagi kami akan menikah, mama juga terlihat bahagia saat melihat Zia."
"Mama bahagia? Kenapa mama saat bersamaku terlihat jaga jarak?"
"Kamu sendiri yang membuat jarak itu Fanny, bukankah kamu tidak suka diatur? Bukankah kamu tidak suka saat mama memberikan nasehat? Bukankah kamu juga yang membuat rumah yang berdiri satu kokoh seperti terdapat dua rumah berbeda didalamnya?"
"Mas kok jadi menyalahkan aku, wajar dong mas siapa yang suka diatur - atur? Mama selalu memberikan nasehat agar aku dirumah, maskan tahu aku suka kerja.
__ADS_1
Lagian siapa suruh mas tetap mau tinggal sama orang tua sedangkan kita sudah punya keluarga sendiri jadi dengan terpaksa aku memisahkan semua keuangan dan lain - lain agar tidak bercampur dengan mama mas, aku ingin memiliki keluarga sendiri tanpa ada campur tangan keluarga."
"Tapi mereka orang tuaku Fanny, mereka juga berhak menikmati apa yang kita punya, aku juga hanya anak tunggal yang tidak mungkin meninggalkan mereka disaat sudah tua."
"Mas, gaji mas itu gak seberapa, papa mas juga ada usaha sendirikan?" Sampai saat ini Fanny tidak tahu kepemilikan kantor tempat Abi kerja,
Abi menutupi segalanya karena Abi cinta Fanny dan ingin Fanny berubah dari sifat kerasnya tapi hingga saat ini semua belum bisa terjadi.
"Kamu tetap egois Fanny, sampai kapan kamu begini terus hah?" Abi berusaha menahan amarah.
"Sampai impianku tercapai mas, mas jangan sampai kalah denganku oke." Fanny mulai sombong dengan prestasi yang ia dapat.
"Ambisimu terus yang kau umbarkan, sudahlah, gimana kabarmu disana?"
"Aku baik mas, sepertinya aku akan pulang lebih cepat dan mereka sangat menyukai persentasiku."
"Apakah kamu tidak mau menanyakan kabar Icha?"
"Aku tahu Icha pasti baik - baik saja, dia lebih dekat dengan mas dari pada aku apalagi uda ada omanya disana."
"Mas mau makan dulu, selamat malam."
"Selamat malam sayang" Fanny sengaja memanggil sayang agar Abi ingat untuk memanggil sayang dengannya tapi telpon langsung dimatikan. "Ngambek aja terus." Fanny memilih langsung tidur karena esok ujian penentuan masih berlanjut.
#Fanny oh Fanny turunkan sedikit kerasmu#
#bantu like,comment and vote ya#
__ADS_1