Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Berapa hari?


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


"Bang,,abang bangun bang.." Zia terus menggoyang tubuh Abi, Zia merasakan tubuh Abi panas tiba - tiba saat kepala Abi menyentuh pundaknya.


Zia melihat banyak keringat dingin keluar dari tubuh Abi padahal pendingin ruangan menyala, zia menghapus keringat yang mengalir di wajah Abi dengan tangannya.


"Euhmmm,, ya dek.."


"Bangun dulu bang, badan abang panas. Jangan peluk gini adek gak bisa bangkit."


"Mau kemana?" Tanya Abi dengan suara paraunya..


"Mau kebawah ambil air buat kompresan abang sekalian cari obat untuk abang minum."


"Jangan pergi,, disini aja sama abang.." Pinta Abi


Abi makin memeluk Zi dengan eratnya,,


"Bang lepas dulu kalau tidak panas abang tidak akan turun."


Abi hanya menggelengkan kepalanya dan terus menolak Zia jauh dari dekapannya.


"Apakah harus seperti itu, tapi aku malu,, kalau tidak gitu nanti panasnya tidak turun," Batin Zia berperang.


Zia berpikir dengan keras gimana cara meredakan panas tubuh Abi tanpa ia harus keluar dari kamarnya..


"Bang,, bangun dulu buka bajunya.." Pinta Zia sambil mendorong Tubuh Abi secara berlahan.


"Untuk apa dek? Tepungnya uda ada? Abang belum sanggup ngadoninnya." Ucap Abi dengan mata yang masih tertutup menahan kepalanya yang terasa berat dan pusing.


"Ngomongnya nyadar gak sih ini bang? Tepung apa lagi.." Sungut zia dan berusaha dengan susah payah membuka baju kaos Abi hingga Abi bertelanjang dada didepannya, dengan seketika Zia membuang muka karena baru kali ini ia melihat Abi tanpa memakai baju.


Biasa Abi memakai baju dikamar mandi atau Zia akan keluar dari kamarnya,, Zia masih terus menjaga titik amannya tapi kali ini ia tidak tega dengan kondisi suaminya sekarang.


"Darurat Zia,,darurat,,dia suamimu...udah halal dilihat." Zia terus bermonolog didalam hatinya.

__ADS_1


Setelah Zia membuka baju Abi, Zia segera menarik selimut dan membuka bajunya dari dalam selimut walau Zia tahu mata Abi tertutup tapi tetap saja ia malu membukanya secara terbuka, hingga sekarang Zia hanya memakai celana tidur panjangnya saja dan kain kecil penutup dadanya.


Zia membawa Abi dalam dekapannya, ia peluk Abi dengan erat agar panas Abi menyalur kepadanya, ini selalu Zia lakukan disaat anaknya panas tinggi, metode skin to skin bisa meredakan panas bagi penderitanya..


Zia yang merasakan panas Abi tidak bisa tertidur hingga saat panas itu mereda Zia mulai tenang dan tidur dengan tetap memeluk Abi...


Pagi sudah menyapa Zia masih tertidur dengan lelapnya, masih ada yang ia sykurin kali ini, Abi sakit saat dia sedang datang bulan hingga masih bisa tertidur walau subuh sudah silih berganti,


Berbeda dengan lelaki yang sekarang masih dalam pelukan Zia, ia mengerjap - ngerjapkan matanya tanpa mau bergerak sedikitpun, kepalanya yang berada tepat didada Zia merasakan kekenyalan yang membuatnya betah ada disana.


Abi berusaha mengingat apa yang terjadi hingga ia bisa dipeluk Zia tanpa pakaian atas mereka berdua.


"Bisakah sakitnya jangan berhenti dulu?" Ucap Abi dalam hati setelah mengingat kejadian tadi malam. Ia tersenyum sambil menikmati kekenyalan disana dan aroma tubuh Zia yang sangat dekat dihidungnya. Bilang saja Abi memanfaatkan situasi yang ada. Bukankah orang mencuri karena ada kesempatan?


Andai Zia sudah membuka hati, Abi pasti sudah siap menerkam Zia saat ini yang membuat tubuh bagian lainnya panas dingin menginginkan Zia. Sekarang Abi merasakan pusing bukan karena demam ditubuhnya tapi karena ada yang memberontak dibawah sana.


Abi memejamkan matanya merasakan tangan Zia bergerak menikmati gesekan dari gerakan Zia yang tepat ada di wajah Abi.


Zia meletakkan tangannya ke kening Abi, ia bersyukur panas Abi sudah turun dan Abi masih tertidur.


"Mau kemana?" Ucap Abi dengan mata tertutup menarik Zia yang sudah mau terduduk dengan membawa selimut hingga terjatuh diatas dada bidang Abi.


Mata Zia langsung melotot terkejut saat tahu Abi sudah terbangun duluan dari tidurnya.


"Mau kemana ehm?:" Tanya Abi kembali tapi kali ini dengan mata yang terbuka dengan tangan kirinya memeluk Zia agar tidak bergerak dari sisinya dan tangan kanan menyisihkan rambut Zia ke sela telinganya.


Zia hanya terdiam malu dengan kondisi tubuhnya yang tidak memakai baju, apalagi saat ini kulit mereka saling bersentuhan..


"Abang, Zia mau pakai baju dulu..."


"Kenapa harus dipakai?" Abi menarik tengkuk Zia, hingga hidung Abi sekarang menempel dileher Zia, Abi sibuk menghisap aroma manis yang menempel disana.


"Bang,," Zia sudah tidak nyaman dengan posisi mereka


"Kenapa dek.." Suara Abi sudah berubah serak karena kabut ghairrah sudah meliputinya.


"Adek mau pakai baju dulu bang." Zia berusaha lepas dari dekapan Abi tapi Abi enggan melepasnya malah bibir Abi sekarang sedang sibuk mengecup leher jenjang Zia dan dengan dengan satu tarikan Abi sekarang sudah diatas Zia.

__ADS_1


Dada Zia main bergemuruh tidak beraturan, Abi yang sudah hilang kendali langsung menyambar bibir ranum Zia yang membuat dia selalu frustasi saat melihat Zia yang gugup menggigit bibir bawahnya.


Ciuman panas itu tidak bisa dielakkan, Abi terus menarik dan menghisap bibir Zia, Hingga saat tangan Abi ingin meraba dua aset kembar Zia..


"Abang Stop,, tolong..." Zia menatap Abi dengan sendu, terlihat disana Abi sudah tidak bisa menahan inginnya membuat Zia semakin iba sabagai istri selalu menghindar dari tugasnya..


"Dek,, sampai kapan abang harus menahannya?"


"Bang, a..adek lagi datang bulan"


Abi terpaku mencerna kata yang keluar dari bibir Zia...


"Maaf..."


"Berapa hari?"


"Maksudnya?" Tanya Zia bingung


"Sudah berapa hari haidnya sayang..."


"Dua hari bang.." Kenapa suaminya menanyakan itu?


"Berarti lima hari lagi abang sudah bisa minta hak abang kan?"


"Eh,, itu..."


Cup..


" Tidak ada penolakan.." Abi mengecup bibir Zia dan langsung beranjak ke kamar mandi menuntaskan dibawah sana yang tidak bisa segera tertidur.


Zia juga bangkit dan langsung memakai baju tidur panjangnya. Dengan kekalutan pikirannya dengan permintaan Abi yang tidak bisa ia tolak lagi..


"Bagaimana ini,,,?"


#Dosa nolak suami loh Zia#


#Bantu like,comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2