Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Bingung berjamaah


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


"Nak Zia, bisakah mama bertemu dengan orang tuamu sekarang?"...


"Ketemu orang tua saya? kenapa ma."


"Ya mau minta anak perempuannyalah, mau bilang anak gadisnya uda gak gadis lagi." kekeh bu Rani


"Tapi anak saya belum pulang sekolah."


"Uda permisii aja pulang duluan."


"Tapi ma,,"


"Gak ada tapi-tapian , uda kamu segera bersiap bawa baju ganti anakmu juga."


Ziapun hanya bisa menghela nafas dan masuk ke kamarnya.


"Kenapa semua sifatnya pemaksa sih." Gerutu Zia didalam kamar.


"Ma, kok mama paksa Zia gitu?" Tanya Faiz


"Iya mama ini kalau dia jadinya gak nyaman dan malah batalin nikah gimana?" Sambung Abi


"Gakkan bisa kabur kalau perlu Zia kita ikat lalu karungkan sekalian. Kalau ditunda - tunda malah hilang ntar calon mantuku." Jawab Rani sekenanya


Zia keluar dari kamarnya memakai outfit tunik dengan lengan balon berwarna dove pink dipadukan rok prisket coksu dengan hijab pasminah berwarna senada dengan roknya.


"Manis.." Ucap Abi dengan pelan saat menatap Zia..


"Kamu kayaknya udah kecantol sama Zia." bisik Rani saat mendengar Abi berkata yang membuat Abi langsung tersadar dengan kelakuannya.


"Ehmm." Abi hanya berdehem karena malu ketahuan mamanya sedang memuji Zia.


"Kita berangkat sekarang ma?" Tanya Zia yang tidak mendengar perkataan Abi dan tidak sadar diperhatikan karena Zia menjaga pandangannya, ia lebih sering menunduk kebawah saat ada lelaki yang bukan muhrim disekitarnya.


"Ayo kita pergi sekarang."


Mereka terlebih dahulu singgah ke sekolah Saf dan Aif menjemput anaknya. Zia memoerkenalkan keluarga Abi ke anak - anaknya.


Rani sangat bahagia melihat anak Zia yang sopan langsung salim tanpa dipinta oleh Zia.


"Semoga Zia juga bisa mendidik Icha jadi anak yang baik juga nanti." batin Rani


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perjalanan yang tidak terlalu jauh hanya memakan waktu satu jam pun telah sampai tujuan.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam."


"Nenek..." Ucap Saf dan Aif bersamaan dan langsung memeluk kaki neneknya.


"Wah cucu nenek datang, kok gak kabarin dulu mau kesini?"


"Iya, mama yang ajak nek."


"Zia kok gak kasih kabar dulu mau datang, kalau tahu ibuk masak masakan enak buatmu."

__ADS_1


"Ini juga mendadak buk."


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam."


"Zia, ini..." Fatma terkejut Zia kesini tidak hanya dengan anak - anaknya.


"Saya Rani buk, mamanya Abi, calon besan ibuk." Potong Rani.


"Oh salam kenal bu Rani, saya Fatma mamanya Zia, silahkan masuk bu. Maaf rumahnya kecil."


"Biar kecil yang penting nyaman." Ranipun masuk diikutin Faiz, Abi dan Icha yang digendong Abi.


"Pa, itha ua ama aak." Abipun menurunkan Icha agar bisa bersama Saf dan Aif.


"Siapa namanya ini cantik sekali."


"chaya itha nek, itha mang anthik." Ucap Icha dengan percaya dirinya membuat yang ada diruangan itu tertawa


"Saf ajak adik - adikmu jemput kakek di ladang."


"Iya nek." Safpun mengajak Aif dan Icha keladang.


Fatma menggelar tikar di lantaj karena kursinya diyakinin tidak akan cukup buat banyak orang


"Silahkan duduk pak,buk dan nak Abi." Maaf kalau lesehan duduknya.


"Gak apa buk, dibawah juga enak dingin." Ucap Abi


"kalau gitu saya kebelakang bentar ya buk susul Zia."


yang dibalas anggukan dan senyuman Rani.


"Zia kok gak bilang langsung bawa mereka hari ini? Katanya mau tanya Abi dulu."


"Zia juga gak tahu buk, mereka pagi - pagi uda datang ke rumah Zia dan tiba- tiba ngajak kemari, Zia mau nolakpun gak berani."


"Kayaknya ibuknya demen sama kamu Zia sampai uda ngaku jadi calon besan gitu"


"Ntahlah bu,, semua kayak mimpi bagi Zia.."


"Ya uda bawa langsung kedepan semua."


"Iya buk.."


Zia dan Fatma membawa minum dan cemilan untuk keluarha Abi.


"Silahkan dinikmati buk." Ucap Fatma


"Assalamualaikum, Ada tamu rupanya. Pantas bapak dijemput ditarik - tarik cucu biar cepat." Rahman dengan ngos - ngosan karena ikut berjalan cepat mengejar cucunya.


"Waalaikumsalam, Duduk dulu pak baru ngomong kasian nafasnya yang tinggal separuh itu."


Rahman masum kerumahnya dan menyalami tamunya.


"Keluarga Abi ya?"


"perkenalkan saya Faiz, ini istri saya Rani da anak saya Abi kalau yang sedang bermain sama cucu bapak itu cucu saya Icha namanya."


"Baru kemarin malam Zia cerita, ini pagi sudah datang."

__ADS_1


"Semua tiba - tiba pak." Sahut Zia tidak mau disalahin


"Pak, Abi kesini selain minta maaf denban semua kejadian yang terjadi, Abi juga mau melamar Zia untuk jadi istri Abi."


"Apa Abi yakin dengan anak bapak? Bapak pikir Abi kesini setelah masa iddah Zia habis. Abi tahukan Zia masih dalam masa iddah?"


"Iya Abi tahu pak, oleh sebab itu Abi ingin memintanya dahulu, tiga bulan kedepan Abi ingin langsung akad Zia pak."


"Semua keputusan ada di Zia nak Abi, walau hati bapak sedih melihat nasib Zia sekarang, suaminya meninggal dan akan jadi istri kedua." Rahman tersenyum miris


"Maafkan Abi pak, Abi akan berusaha adil pak, Abi juga gak ada niat menyakiti Zia kelak."


"Kalau nak Abi memang serius bapak juga ikhlas, gimana denganmu Zia bukannga kalau gak salah A' Rosyid kemarin kesini juga mau minta kamu." Rahman ingin lihat ada kecemburuan tidak diwajah Abi.


Zia menyerngit bingung karena dia tidak tahu soal itu..


"Zia kamu kan kemarin sudah terima jadi kamu gak bisa batalin lagi, kemarin kenapa tidak balas pesanku?" Tanya Abi


"Pesan yang mana?"


"Akukan ngirim kamu pesan salam"


"Siapa suruh kirim pesan manggil - manggil adek, kenal nomornya juga enggak." Abi baru sadar dia tidak memberi tahu itu nomornya


"Jadi ini gimana? kemarin pak camat bilang kamu mau lihat berkas taaruf buatmu, ini lagi ada yang mau lamar kamu juga." Kesel Abi


"Tahu dari mana berkas taaruf? Itu bukannya kemarin dibuang pak camat ya." Ingat Zia


Semua bingung berjamaah melihat tingkah Abi yang kebakaran jenggot seperti takut kehilangan mainannya.


"Kamu kenapa sih BANG ABI,,, gak jelas banget." Ucap zia


Abi langsung tertunduk malu ketahuan seperti orang sedang cemburu.


"Ehm itu lain kali kalau aku kirim pesan tolong dibalas."


"Baiklah."


"Seru banget ternyata ya bu Fatma lihat mereka berdua?" Fatma menyerngitkan dahinya bingung seru dari mana.


"Iya buk."


"Kan Zia uda nerima sekarang mau saya ikat Zianya." Ucap Rani dengan semangat


"Loh kenapa anak saya diikat bu? Diakan gak ada buat salah?."


Rani berdiri dan berjalan ke arah duduk Zia, Rani duduk didepan Zia menggenggam kedua tangan Zia.


"Maksud saya mengikat dengan ini, biar anak saya gak takut lagi Zia bakal lari dan diambil orang." Rani mengambil cincin berlian di jari manisnya dan ia sematkan di jari manis Zia.


"Ma.." Zia terkejut dengan apa yang dilakukan Rani


"Sangat pas dijarimu dan cantik.." Rani tersenyum ke arah Zia dan langsung memeluk Zia


"Makasih ma." Ucap Zia dengan tulus.


Abi tanpa sadar tersenyum melihat itu, dia gak nyangka mamamya bakal memberikan cincin berlian pemberian nenek Abi dulu ke Zia, Apakah ini pertanda mamanya begitu menginginkan Zia?


"Apa disini bisa mancing?" ...


#ikat aja zia mama abi gakkan marah malah seneng#

__ADS_1


#bantu like,comment and vote ya#


__ADS_2