Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Bakal ikut gila


__ADS_3

happy reading


🍇🍇🍇


Zia masih menatap Abi dengan kesal,


"*kenapa dia tidak balik kerumahnya aja? Kan disana ada kamarnya sendiri." Jiwa Zia sedang kudeta di dalam hati Zia.


"Masa baru nikah pisah kamar? Apa kata orang nanti?"


"Tapikan disana juga lagi ada mba Fanny? bukannya kemarin perjanjian kalau weekend bang Abi dengan mba Fanny, kok sekarang disini?" Kesal jiwa Zia yang sedang memberontak.


"Emang kamu mau malu suami gak ada bersamamu padahal baru sehari menikah? Apa kata orang nanti?"


"Kenapa kamu gak dukung aku sih?"


"Kamu sendiri gak dukung alasanku*.."


Jiwa Zia yang terbagi dua terus -terusan bersiteru dipikiran Zia.


"Ahhh!!! Berisik !!!"


"Eh, abang diam aja dari tadi loh, adek yang dari tadi lihat abang kayak mau nerkam mangsanya" Abi bergidik ngeri...


"Udah ah,, sana abang keluar duluan."


"Jadi...."


"Iya abang tidur disini malam ini tapi besok abang balik ke rumah abang sana."


"Ada gitu ya istri usir suaminya?"


"Bukan gitu bang,, Aduh..Ya maaf.. Maksud Zia tuh.. Aduuuuhhh... Tahu Ah terserah abang kapan baliknya. Sekarang abang keluar temenin kawannya sana, Zia mau bersih - bersih.."


"Emang kenapa kalau abang disini? Udah halal juga buat lihat.. Abangkan mau cari pahala."


Zia memberi pelototan matanya ke Abi tanda tidak terima..


"Pokoknya abang keluar...." Zia mendorong tubuh Abi dengan sekuat tenaga hingga Abi terseret sampai diluar pintu kamar yang sudah Zia buka pintunya.


"Dek.." Belum juga Abi bicara pintu kamar Zia sudah tertutup.


"Susah banget ngerayu istri yang satu ini" Keluh Abi sambil melangkahkan kakinya menuju halaman yang sudah banyak persiapan untuk acara bakar-bakar.


"Mas dari mana aja? Dari tadi aku carii." Keluh Fanny yang dari tadi bingung ingin mencari Abi tapi ingin bertanya ia masih gengsi.


"Maaf mas tadi gak kasih tahu lihat kamu asik bicara dengan Dena, mas tadi habis mandi di kamar Zia sambil ganti baju santai, gerah. Kamu gak ganti baju?"


"Lupa bawa baju ganti.." Fanny cemberut karena ia juga sudah risih dengan bajunya.


"Ke kamar Zia aja sana, pinjam bajunya..dari pada gak nyaman gitu."

__ADS_1


"Tapi ntar kalau pakai baju Zia aku kelihatan kayak orangan sawah, Ziakan agak berisi sedangkan aku kurusan mas.. belum lagi baju Zia pada panjang dan besar-besar semua."


"Jadi maunya gimana?" Abi mendekat berdiri disamping Fanny membelai rambut Fanny agar Fanny bisa luluh dan menurutin kata - katanya.


"Gak tahu... "


"Atau kamu balik dulu ganti baju ntar kesini lagi.."


"Gak mau... Aku mau pulang bareng mas nanti.."


"Loh aku malam ini tidur disini Fanny, gak enak sama keluarga Zia nanti kalau langsung pulang."


"Jadi aku gimana? Aku ikut tidur disini juga gimana? Kita tidur bertiga?"


Abi langsung memijit pelipis matanya karena pusing sudah menyerang kepalanya.


"Fanny, apa kata orang kalau kita tidur bertiga? Kamu juga biasa tidur sendirikan kalau ke luar kota?"


"Tapi mas..."


"Fanny mengertilah kali ini aja.."


"Okey, aku ngalah kali ini tapi mas besok harus balik kerumah."


"Iya besok mas balik." Abi lebih memilih mengiyakan kata -kata Fanny terlebih dahulu, besok baru ia mencari alasan lainnya.


"Kalau gitu aku pulang aja deh mas,,aku gak ikut acara akhir,,,Ada yang mau aku kerjakan untuk persiapan keluar kota tiga hari lagi."


"Aku balik duluan ya mas.." Fanny mencium pipi Abi.


"Iya hati - hati" Abi membalas dengan kecupan di kening Fanny.


Fanny akhirnya kembali duluan kerumah mereka..


"Sepertinya aku akan tidur disana saja." Fanny memutar arah kemudinya menuju tempat lain yang ingin dia datangi...


Dirumah Zia, Abi merasakan firasat lain yang akan dilakukan Fanny hingga ia menelpon orang suruhannya yang biasa mengikuti Fanny.


"Jangan sampai lengah ikutin kemana dia pergi." Abi langsung mematikan sambungan telponnya setelah memberikan perintahnya.


"Semoga cepat dapat terselesaikan." Harap Abi dalam hati.


Abi mengedarkan pandangannya ke sekitar, ia bisa melihat Dena sedanng bersama teman-temannya berbicara di kursi tamu yang sudah tersedia. Abi memilih menghampiri mereka.


"Udah kenal aja kalian sama Dena.."


"Ya kali wanita cantik diangguri." Jawab Wira dengan santainya.


"Fanny mana Abi?" Tanya Dena


"Baru aja dia balik sendiri ada keperluan katanya.."

__ADS_1


"Jangan-jangan.."


"Udah, gue uda suruh orang ngikutin dia Dena, jadi loe tenang aja. Loe uda tahu itu tempat apa?"


"Sepertinya gue ingat sesuatu, tapi gue mau pastii lagi."


"Oke, lebih cepat lebih baik. Gue gak mau kalau sampai terlewat Fanny tidak bisa kita selamatkan dari penyakitnya."


"Ya kita harus potong akar masalahnya,,, Mungkin loe bisa cari tahu juga dari siapa orang tua Fanny. Bukannya selama ini dia selalu nutupin semuanya sampai dimana rumah sakit jiwa ibunya juga dia bilang dia gak tahu dan lupakan? Dengan alasan dulu dia masih kecil." Dena mencoba cari solusi.


"Loe bener juga gue akan cari tahu nanti, kayaknya gue butuh bantuan loe Rud."


"Loe kasih aja datanya semua ke gue tar gue bantu."


"Makasih ya.." Ucap Abi tulus...


"Abang ayuk ajak teman - temannya kumpul.. acaranya udah dimulai tuh.." Zia menghampiri Abi untuk mengajak semua berkumpul makan bersama.


"Ya uda, ayo semua kita makan-makan" Ajak Abi..


Mereka semua berdiri menuju tempat acara makan bersama.


"Bang, mba Fanny mana? Kok gak kelihatan?"


"Fanny pulang duluan tadi, dia ada urusan yang mau diselesaikan."


"Oh..."


"Oh doang?"


"Lalu?"


"Lalu apa?"


"Lalu apa abang mau gila nanyak gak jelas?"


"Kalau kamu mau ikut gila gak apa-apa"


"Ya udah aku bakal ikut gila nantinya.."


"Gila karena apa rupanya?"


"Gila karena cintamu.."


Setelah mengatakan itu Zia berlari kedepan meninggalkan Abi yang tiba-tiba menghentikan langkahnya. Abi terkekeh kecil dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya aku menemukan sifatmu yang lainnya lagi Zia." Abipun melangkahkan kakinya kembali untuk segera bergabung dengan semua yang disana.


#save Fanny#


#bantu like,comment and vote ya dears#

__ADS_1


__ADS_2