Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Kesempatan tidak boleh di sia - sia kan


__ADS_3

**Happy reading


🍇🍇🍇**


Fanny tidak bisa tidur kali ini, kata - kata Zia telah mengoyak harga diri Abi.


flashback on


"Kau lihat apa tadi yang dikatakan wanita itu tadi? Aku bagai suami yang tidak ada wibawa dan harga dirinya karenamu."


"Mas dia aja yang kampungan zaman sekarang masih membedakan laki - laki dan wanita. Sekarang semua sederajat mas." ucap Fanny dengan remehnya.


"Aku tidak akan memberikan izin kamu bekerja ke luar kota sampai aku bisa menikahi Zia." Ancam Abi.


"Mas gak berhak melarangku.!!" Teriak Fanny


"Aku berhak Fanny karena aku suamimu, aku yang harus bisa mengatur dirimu bukan kau yang mengatur aku atau kau mau kita berpisah?" Abi menekan katanya di kata berpisah.


Abi langsung pergi meninggalkan Fanny sendiri didalam kamar, ia akan tidur di ruang kerja seperti biasa saat mereka sedang bertengkar.


"Aku gak mau dikekang seperti ini!! Aku harus cari cara agar bisa kerja gimanapun caranya. Bagaimana caranya? Aku gak mau pisah aku mencintai Abi, semua yang aku mau harus ku dapatkan!" Sambil melempar semua bantal dan selimut di tempat tidur hingga berantakan.


Mata hati Fanny sudah tertutup akan kemauan dan ambisinya hingga dia lupa cara menghargai seseorang.


"Apakah aku salah sudah membiarkan Fanny bekerja dan mandiri? sehingga membuatnya menjadi egois dan penentang?


Syukur Zia tadi menolaknya hingga aku tidak perlu menikahi Zia dan Fanny tidak bisa pergi jauh dariku."


Ada kelegaan di hati Abi saat Zia menolaknya walau wajahnya merasa tercoreng dengan kata - kata Zia yang tidak bisa membimbing Fanny.


Abi sengaja tadi berkata Fanny tidak boleh pergi kalau dia tidak bisa menikahi Zia karena dia yakin Zia juga tipe wanita yang setia dan tidak mau poligami.


"Tapi baru kali ini ada wanita yang menolakku biasa mereka akan mencari perhatianku walau tahu aku sudah menikah." Hati Abi yang kini merasa tidak terima pesonanya ditolak mentah oleh Zia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Fanny bangun, kamu lihat handphoneku?"


"Apasih mas? pagi - pagi uda berisik." Fanny kembali tidur karena matanya sangat berat untuk terbuka tidak bisa tidur dari tadi malam memikirkan cara agar Senin dia udah bisa ikut ujian kualifikasi.


"Fanny bangun dulu, bantu aku mencari handphoneku. Apa ketinggalan di rumah Zia ya? Ah iya handphoneku terletak di sofa Zia." Abipun mulai mengingat dimana handphonenya. Saat Zia berbicara, Abi meletakkan Handphonenya begitu saja di sofa karena kata - kata Zia sangat menyindir dirinya.


Fanny yang mendengar Abi mengatakan nama Zia langsung tersadar tapi dia tetap pura- pura tidur, ada sesuatu yang membisik dihatinya..

__ADS_1


"Maafkan aku mas......" Ucap Fanny


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sudah pulang antar anak hafidz Zia?" Tanya Bu Camat yang sedang menyiram bunga dan daun koleksinya.


"Iya buk, minggu kan mereka sekolah tahfidz ini Zia juga mau cepat - cepat ada pesanan kue lagi soalnya."


"Alhamdulillah yah pesanan kue lancar."


"Iya bu alhamdulillah banyak yang suka, bersyukur banget bu. Kalau gitu Zia masuk ke rumah dulu ya buk, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam."


Zia dengan sigap mengganti bajunya dengan daster panjang agar mudah bergerak dan nyaman, ia segera menuju dapur untuk mengolah semua bahan yang telah dia beli tadi sehabis mengantar anaknya sekolah.


Inilah Ibu -ibu agak merasa tenang saat sendiri walau sunyi menemani Zia merasa bisa cepat dan fokus mengerjakannya, kalau ada anak - anak di rumah, kalau tidak mengganggu pasti berantam yang akan memakan kesabaran Zia.


Tok..tok..


"Assalamualaikum."


Zia yang sedang mengukus kue mendengar adar yang mengucapkan salam dan mengetuk pintu rumahnya.


Kebiasaan Zia membereskan rumah disaat semua pesanan sudah di buat agar sekalian membersihkannya, apa lagi ruang tamu yang jarang dipakai karena Zia dan anaknya lebih suka di ruang tv bersama.


"Waalaikumsalam." Jawab Zia sambil membuka pintu.


"Ngapai lagi Pak Abi kemari? semua sudah selesaikan?" Tahan Zia didepan pintu tapi Abi dengan mudah menggeser tubuh Zia dan masuk begitu saja ke rumah Zia.


"Saya hanya mau mengambil handphoneku yang tertinggal sekalian ada yang mau saya bicarakan."


Abi bisa melihat handphonenya yang masih terletak dipinggir sofa yang sama langsung mengambilnya dan duduk disofa.


"Maaf pak Abi yang terhormat bukannya saya lancang, Saya sedang sendiri dirumah, tidak baik lelaki dan wanita didalam ruangan hanya berdua apalagi saya seorang janda, saya tidak mau dipandang negatif."


"5 menit hanya sebentar saja."


"Baiklah." Jawab Zia setelah menimang - nimang dan iapun membuka pintu dengan selebar mungkin karena ia tahu orang kaya seperti Abi hanya suka memerintah persis istrinya.


"Aku ingin meminta maaf atas perlakuan istriku, aku juga mau berterima kasih karena telah menolak keinginan Fanny agar aku menikahimu."


"Sudahlah pak saya sudah memaafkan, lebih baik bapak dan keluarga tidak perlu kemari lagi, saya juga tidak mau terjadi fitnah."

__ADS_1


"Ini dia ibu - ibu yang katanya tidak akan merebut suami orang tapi nyatanya berduaan dengan lelaki dirumahnya!"


Tiba - tiba ada beberapa Ibu - ibu datang menerobos masuk begitu saja kerumah Zia.


"Ada apa ini?" Tanya Bu camat


Ibu camat yang tadi sedang memotong daun - daun layu sambil duduk diteras rumahnya yang berpagar tidak tahu Zia kedatangan tamu tapi dia bingung ketika ingin menyapu daun layunya beberapa ibu - ibu datang kerumah Zia, Ibu camatpun langsung mengikuti mereka takut terjadi sesuatu dengan Zia.


"Ini anak yang selalu ibu bela membawa masuk seorang lelaki dirumahnya."


"Kamu.." Ibu camat baru sadar ada Abi disana.


"Bu semua gak seperti mereka pikirkan bu, Zia gak mungkin kayak gitu. Pak Abi hanya mau meminta maaf bu."


"Huh Alasan aja, Janda kalau uda gatal ya gitu ketahuan cari alasan."


" Eh jaga mulutmu ya Bella." Sanggah buk karti yang diiringi dibelakang dengan bu Dimas dan Bu cici.


"Wah pawangnya sudah datang semua, perempuan kayak gini yang mau kalian belai iya?" Sindir Bella


"Kau jangan kurang ajar Bella, kau kan hanya melihat tadi dengarkan dulu penjelasan mereka."


"Maling kalau ketahuan mana mau ngaku, Ibu - ibu mau ntar suaminya di goda Zia juga?" Tanya Bella pada segerombolan Ibu - Ibu yang datang.


Keributanpun terjadi di kedua belah pihak yang merasa sama sama benar hingga rumah Zia penuh dengan suara Oktaf ibu-ibu.


"Stop!" Teriak Bu camat


"Tenang semuanya, semua akan kita selesaikan, lebih baik semua kita selesaikan dirumah saya agar suami saya tahu apa yang terjadi, Ayo Zia dan kamu gara - gara kamu semua terjadi ikut saya." sambil menarik tangan Zia agar bisa melindungin Zia.


Zia sudah menangis disofa pun berdiri mengikuti Bu camat dia sudah takut karena di hujat Ibu-ibu sambil menetap tajam ke arah Abi yang hanya bisa terdiam bingung dengan keadaan yang tiba - tiba terjadi.


Mereka semuapun keluar dari rumah Zia menuju kerumah bu camat yang disebelah Zia..


"Maafkan aku mas, aku harus melakukan ini agar mas bisa menikahi Zia dan impianku bisa aku pertahankan. Tidak ada cara lain semua buntu, ini kesempatan yang tidak bisa aku sia-siakan mas walau harus mencoreng nama baikmu dan Zia. Maaf.." Ucap lirih Fanny yang berada sedikit jauh dari rumah Zia memantau segala sesuatu yang terjadi disana.


"Ada apa ini?"


Suara bariton terdengar dari seorang paruh baya yang melihat rumah nya dipenuhi ibu-ibu dan ada seorang lelaki juga...


#Kasian banget Zia dan Abi#


#bantu like,comment and vote ya dears..#

__ADS_1


__ADS_2