Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Kebenaran pertama


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Abi menggerutu dijalan, rencana pulang cepat tertunda karena mendapat telpon dari suruhannya yang menelpon bahwa seseorang yang ia jaga dan diberi perawatan sudah bisa bicara walau terbata - bata dan ingin segera berbicara dengan Abi.


"Kenapa disaat seperti ini? Apa yang ingin ia bicarakan? Ah sial banget waktu berdua udah mepet ada aja yang ngalangin."


Abi melajukan mobilnya dengan kecepatan yang terkendali, hingga tanpa memakan waktu yang lama Abi telah sampai ke rumah yang sudah lebih dari sebulan belum ada ia kunjungi.


Langkah kaki yang menggema dirumah yang minim dengan isi perabotan itu menyinggung seseorang yang sedang duduk melamun di dalam sebuah kamar.


"N..nak A..Abi." Sapa lelaki paruh baya tersebut.


"Iya pak, saya Abi,,sata sudah datang. bagaimana kabar bapak?"


"A..alhamdu...lilllah ba..pak ba..iik. Du..duk sini...nak." Jawab lelaki itu dengan kata - kata yang masih terbata.


"Ka..kamu su..ami Fa..Fanny kan? Ma..ka..sih u..dah maau te..terima Fa..nny ja..di i..istrimu."

__ADS_1


"Kalau boleh tahu bapak siapanya Fanny..?"


"Sa..saya pa..panya Fanny nak..na..ma Sa...ya Be..ni surya" Walau lidah masih berat terangkat Beni memperjelas dan memperkenalkan dirinya.


"Jadi Bapak, papanya Fanny? Maaf saya gak tahu harusnya saya memanggil anda papa." Abi sangat menyesal tidak pernah mengenal keluarga Fanny yang ia tahu telah membuang Fanny dan Ibunya yang sudah gila.


"Ti...tidak apa..apa nak..Se..mua ke..sa..la..han sa..ya." Meneteslah air mata penyesalan dari sudut mata Beni mengingat masa lalunya yang telah membuat keluarganya hancur..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bang..."


"Kenapa harus pinjam? Pelukan ini milik abang yang kapanpun bisa abang dapatkan saat abang membutuhkannya." Zia memeluk Abi, mendekap serta membelai rambut hingga turun ke punggung berulang kali, menyalurkan ketenangan untuk suaminya. Abi mengendus aroma mengeluar dari tubuh istrinya yang menjadi bius ketenangan yang merasuk ke tiap aliran kegelisahannya.


"Abang mau cerita...Abang udah berjanji gakkan menutupin apapunkan? Adek ingat dengan lelaki paruh baya yang abang ceritain dulu? Yang dijumpai suruhan abang di desa kecil?"


"Iya adek ingat, yang terkena struk ringan itukan? Kenapa bang?" Zia mendengarkan cerita Abi sambil terus mengelus tubuh suaminya.


"Tadi dia memanggil abang dan mengajak abang bicara.. Abang bingung dan kalut bagaimana menghadapin situasi ini dek, abang takut Fanny akan menyesal saat tahu kenyataan yang sebenarnya terjadi.." Wajah Abi berubah senduh dan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Maksud abang gimana? Adek gak ngerti..Coba abang ceritakan dari awal."


"Lelaki paruh baya yang dikurung Fanny duly ternyata Papanya dan yang berada didalan gubuk itu ternyata mama Fanny yang sudah gila dan dikeluarkan Fanny dari rumah sakit jiwa tanpa diketahui siapapun..dan yang lebih mengejutkan lagi yang membuat abang gak bisa berpikir Bagas Surya ternyata saudara kembar Fanny.."


"Ya Allah kok bisa gitu bang? Kenapa tidak ada yang tahu mereka saudara kembar? Bukankah Bagas anak dari istri pertama papa Fanny?" Zia terlihat bingung dengan ungkapan suaminya, bagaimana saudara serahim tidak saling kenal?


"Mereka tidak kembar identik dek,,, abang juga baru tahu itu tadi dari papa Fanny yang bernama Beni Surya.."


Semua sudah jelas sekarang, tapi apa Fanny mau menerima kenyataan yang terjadi? Abi juga tidak tahu apa yang sudah dilakukan Fanny terhadap Bagas disana.. Adik kandungnya sendiri..


Abi mengangkat kepalanya memandang wajah Zia mencari kekuatan dan kedamaian disana untuk hatinya yang sedang dilanda resah yang tak bertepi..


"Lalu yang bikin abang takut Fanny menyesal itu apa?"


"Mama Fanny...."


#Abi ceritakan semuanya ke Zia...#


#Bantu like, comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2