
happy reading
🍇🍇🍇
Zia terbangun di tengah malam, ia lihat Abi tertidur dengan lelapnya tapi ada yang berbeda melihat wajah Abi saat tidur, bukan wajah ketenangan yang ia lihat tapi wajah yang penuh dengan beban..saat tertidurpun keningnya terlihat berkerut seperti orang yang dihinggapi berbagai beban pikiran...
"Apakah masalah yang kamu hadapin begitu berat bang? Hingga saat tidurpun wajahmu berkerut.
Apa yang harus Zia lakukan bang? Jujur Zia masih bingung dengan keadaan ini, Zia gak pernah berpikir bisa menjalani hidup poligami.
Tapi semua sudah terjadi,,Zia akan berusaha sekuat Zia menerima semuanya..."
Zia segera bangkit dari tempat tidurnya, ia mengambil wudhu untuk sholat malam, menengadahkan semua yang terjadi kepada penciptanya, meminta balas kasih ketenangan jiwa agar jauh dari api ***** yang bisa membakar diri sendiri jika lalai mengendalikannya.
Abi masih dalam diamnya tapi tak sedikitpun ia bergeming ataupun membuka matanya, ia tidak tidur dan ia juga mendengar semua yang Zia katakan.
"*Aku juga tidak pernah berpikir untuk berpoligami ataupun membagi cintaku Zia, tapi keadaan yang sudah menyatukan kita. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan, karena kini ada dua hati yang harus aku jaga perasaannya.
Sholat? Sudah berapa lama aku lalai mengingat kewajiban itu? Hingga untuk menatapmu saja aku malu sekarang*."
Abi terus dalam kepura-puraannya tertidur. Hingga ia merasakan Zia sudah naik ke atas tempat tidur dan merebahkan dirinya.
Tanpa Zia sadarin tiba-tiba Abi memeluknya bagai guling, tangan Abi yang berada diperutnya membuat tubuh Zia menegang dan detak jantungnya berdetak kuat.
Zia berusaha menyingkirkan tangan Abi tapi bukannya tersingkir, Abi makin menguatkan pelukannya hingga tubuh Zia makin merapat dan menempel didada Abi.
Zia sudah tidak bisa bergerak sekarang, tubuhnya seakan terkunci dekapan Abi.
"Hah..." Zia hanya bisa pasrah, Zia masih ngantuk dan tubuhnya juga masih membutuhkan istirahat, ia biarkan Abi tidur sambil memeluknya.
__ADS_1
"Biarkan seperti ini dulu Zia,,,kehangatan dan aroma manis tubuhmu membawa ketenangan dalan pikiranku,,,biarlah seperti ini dulu...." Hingga tanpa terasa Abipun terlelap sambil memeluk Zia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana pagi yang asri di temanin sahutan kicauan burung menemani Zia yang sedang memasak sarapan di pagi hari. Subuh-subuh sekali Zia sudah terbangun , ia tidak mau kehilangan kesempatan lepas dari kukungan Abi yang sudah melonggar, setelah melaksanakan kewajibannya, Zia membangunkan Abi untuk sholat juga,
"Bang, bangun sholat subuh." Zia mengguncang - guncang tubuh Abi.
"Iya sebentar lagi abang bangun."
"Ya udah Zia masih buat sarapan abang jangan lupa sholat."
Ziapun meninggalkan Abi begitu saja tanpa tahu suaminya itu kembali tertidur dan menghiraukan kata-kata Zia.
Zia yang telah selesai masak terkejut melihat Abi masih tertidur dan bergulung diselimut, anak-anaknya saja dari subuh sudah bangun dan mengaji, sedangkan suaminya masih asik di alam mimpi...
"Abang..!!! Bangun..!!!!" Zia menciprat - cipratkan air sebanyak mungkin ke wajah Abi dengan kesal.
"Ehmm,,, Kok ada hujan masuk, sejak kapan genteng bocor?" Abi mulai membuka matanya merasakan air menetes ke wajahnya dan saat mata Abi terbuka yang pertama kali ia lihat adalah wajah Zia yang garang dengan tangan kanan berkacak pinggang dan yang kiri memegang gayung...
Abi nyengir kuda dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal..
"Udah siang ya dek?"
"Mandi cepat! gak malu sama ayam yang dari subuh sudah berkokok, kayaknya ada yang perlu di beri tahu tanggung jawabnya nanti." Zia dengan kasar memberikan gayung kepada Abi hingga beberapa air tetumpah di paha Abi.
Abi langsung kalang kabut meninggalkan Zia ke kamar mandi,
"Dek,, jangan marah.." Ucap Abi sambil mengedipkan matanya yang nengintip dari balik pintu hingga langsung ia tutup saat mendapat pelototan mata dari Zia.
__ADS_1
"Hah..kayaknya tugasku berat kali ini." Zia kebanyakan menghela napas bersama Abi, dengan segera ia siapkan baju suaminya dan pergi kedapur menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga.
"Aku harus membuat beberapa point yang harus mas Abi lakukan,,, tanggung jawab sama Allah aja lalai bagaimana mau tanggung jawab dengan istri-istri dan anak-anaknya.." Dumel Zia sambil menata makanan di meja makan.
"Shaf, panggi kakek dan nenek ya, biar sarapan. Ajak juga kek camat dan nek camat." Teriak Zia dari dapur agar terdengar anaknya yang sedang menonton tv.
"Iya ma..."
"Sudah selesai mandi belum dia? Atau jangan - jangan lanjut tidur lagi di kamar mandi?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok..tok..tok..
"Ada apa sih berisik?" Fanny membuka pintu kamarnya.
"Maaf buk, tadi saya mau membersihkan kamar sebelah tapi.." Ucap wanita yang setiap pagi ke gubuk itu dengan nada gusar dan ketakutan.
"Tapi apa cepetan, aku masih ngantuk.." Ucap Fanny sambil menguap.
"Tapi Bapak gak ada dikamarnya buk, saya sudah cari keliling juga gak ada.."
"Apa?!!!" Fanny terkejut dan langsung menuju kamar mamanya, dan benar papanya tidak ada disana.
"Kemana si tua bangka itu?! bukankah dia sudah tidak bisa berjalan?!"
#daya halu tiba-tiba hilang...#
#bantu like,comment and vote ya dears#
__ADS_1