Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Biarkan aku melakukannya


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


"Jangan lakukan itu Fanny." Tekan Beni


"Aku harus lakukan itu pa."


"Apa kamu tidak takut resikonya akan makin dibenci banyak orang termasuk Abi dan Icha? Apakah tidak cukup hanya dengan menyerah dan berkata mundur? Kenapa kamu harus menyakitin dirimu?" Tanya Bagas ke Fanny dengan pemikiran gilanya.


"Aku tidak takut dibenci dan aku akan tetap akan melakukan rencanaku, Aku harap papa dan Kamu mendukungku dan jangan sedikitpun berpikir untuk menghalanginya jika tidak....kalian tahu gimana aku dengan segala kenekatankukan?" Ancam Fanny dan berlalu pergi menuju kamarnya dirumah kediaman Beni dan Bagas.


"Pa bagaimana?" Tanya Bagas ke Beni setelah melihat lintu kamar Fanny tertutup rapat.


"Biarkan ia melakukan apa yang ia ingin lakukan.."


"Tapi pa..."


" Biarkan ia memperbaikinya Bagas walau kita tahu itu salah."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bang, kenapa kami dijemput kerumah? Zia gak mau nanti gimana - gimana disana."


"Abang tahu apa yang kamu pikirin, udah tenang aja,, gak kasihan sama sidedeknya nanti yang jadi ikut khawatir?"


Zia hanya terdiam diperjalanan. Abi tiba - tiba datang menjemputnya dan membawanya untuk bertemu Icha, bagaimana dengan Fanny nanti? Zia tidak mau Fanny salah paham dan merasa tersisihkan lagi.


Abi melirik Zia yang memperlihatkan kegusaran dengan cara tidak nyaman dalam duduknya, Abi belum mau menjelaskan karena ada Saf dan Aif bersama mereka. Abi tidak mau anak - anak berpikir terlalu dewasa dengan pemikiran dangkal mereka dan berujung kebencian.

__ADS_1


"Sudah sampai semua,,, Ayo kita turun.." Perintah Abi.


"Hore!!,,,Papa kami duluan ya.." Ucap Saf yang disetujui Aif dengan anggukan.


"Oke.."


Saf dan Aif dengan semangat turun dan langsung berlari menuju ke kamar Icha sedangkan Zia masih duduk terdiam seakan enggan meninggalkan posisinya.


"Dek, gak turun?"


"Abang belum jelasin ke Zia.. Zia gak mau ya nanti mba Fanny salah paham, padahal Zia udah janji memberi waktu untuk abang dan mba Fanny. Zia gak mau egois bang. Zia tahu Icha sakit dan butuh Zia, tapi Zia udah pernah bilangkan ke abang, Icha masih punya mamanya dan Zia gak mau sampai menggantikan posisi mba Fanny, mba Fanny lebih berhak merawat Icha bang."


"Dek jangan marah dulu, dengerin abang. Tadi Fanny nelpon abang kalau ia akan menginap dirumah papanya, makanya abang bawa adek kemari karena Icha kangen sama kalian. Ia juga demam karena jauh dari kalian. Apa adek tega lihat Icha sakit dan merasa kalian udah gak sayang sama dia lagi? Hari ini aja dek, temanin Icha agar ia lekas sembuh."


Zia termenung, ia merasa iba dengan Icha, anak sekecil itu menahan rasa rindu. Bagaimana dengan mentalnya? Saf dan Aif sudah bisa menerima pendapat dan penjelasan tapi Icha? Dia masih terlalu dini untuk mengetahui sebuah masalah.


Zia segera turun dari mobil tanpa menunggu Abi, Zia mempercepat langkahnya untuk bertemu dengan Icha..


"Tadi aja katanya gak mau,,sekarang suaminya di anggurin." Keluh Abi yang mengikutin Zia dari belakang.


"Icha sayang..."


"Bunbun.,, napa bunbun bakhu datang? Icha kangen Bunbun..Bunbun gak shayang Icha lagi." Icha langsung menunjukkan kekesalannya saat melihat Zia menyapanya. Tadi juga Saf dan Aif sudah terkena omelan - omelan Icha yang merasa kakaknya tidak ingin bermain dengannya lagi dan kini giliran Zia yang merasakannya.


"Maafin bunbun ya, Bunbun sayang kok sama Icha tapi Icha tahu gak ada yang lebih sayang sama Icha dari pada Bunbun?" Tanya Zia sambil mendekatin Icha.


"Kita keluar dulu yuk semua..Biar Icha bareng Bunbunnya dulu disini." Ajak Rani untuk memberikan waktu Zia bersama Icha."Kamu juga keluar Abi.."


"Tapi ma.."

__ADS_1


"Gak ada tapi - tapi.."


Rani merangkul tangan Abi dan menyeret Abi paksa keluar dari kamar Icha.


"Bun,, shapa yang lebih sayang Icha?"


"Allah dan mama Fanny. Allah tahu Icha sangat ingin disayang dan dimanja, makanya Allah menyuruh mama Fanny balik ke rumah biar Icha bisa disayang dan dimanja sama mama. Mama sangat sayang sama Icha loh... ehm..boneka ini punya siapa?"


"Punya Icha.."


"Kalau ada orang lain yang menyayangin boneka ini, Icha sedih gak?"


"Sedih,,inikan boneka Icha bun."


"Mama Fanny juga sedih loh kalau Icha lebih perhatian ke Bunbun..karena Icha kan anak mama. Mama pasti pengen manjain dan nyayangin Icha makanya Bunbun mau kasih waktu agar Icha dan mama bisa berdua, kayak boneka ini dan Icha yang selalu berdua bukan bunbun gak sayang Icha dan jauhin Icha sayang."


"Maafin Icha ya bun,,,Icha takut bunbun udah gak sayang Icha lagi."


"Gak sayang,,, Bunbun akan selalu sayang Icha.." Zia menggendong Icha dan membawa Icha ke pangkuannya, memberikan pelukan kerinduan yang menyalurkan rasa hangat untuk jiwa yang dingin akan perhatian.


"Aku kira kamu orang yang menepatin janji Zia tapi nyatanya sekarang kau sudah disini dan mengingkarin perkataanmu sendiri."


"Mba Fanny?"


#Apa yang akan dilakukan Fanny?#


#Bantu like comment and vite dears#


#Maaf ya,, kaki masih sakit jadi banyak novel tertunda update. Kesetiaan terabaikan udah mau diujung cerita ni#

__ADS_1


__ADS_2