Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Lembaran ketiga


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Abi langsung tidak sabar membaca lembar ketiga, lembar yang menurutnya inti dari semua yang mau Fanny katakan...


**Mas,,,


Apakah kau merasakan aku terlalu memaksamu untuk menikahi Zia?


Maafkan aku yang mempermainkan kesetiaanmu, aku sudah dibutakan dengan ambisi dan amarahku hingga tidak melihat kau yang selalu ada didekatku.


Perasaanku tertutup dengan rasa dendam hingga aku ingin menghalalkan segala cara hingga Zia ikut aku sertakan didalam rencanaku. Aku sudah melewati jalan yang salah hingga aku lupa berbalik arah.


Aku terus berpikir aku kuat mengejar ambisi dan dendamku dengan kau yang akan memiliki yang lain untuk sementara waktu hingga semua tercapai kau akan kembali padaku.


Tapi ternyata hatiku sudah melewati ambang batas ketahanannya, ia terluka dan selalu menyanyat hatiku secara berlahan dan menekan dalam hingga aku merasakan sakit yang mengilu pilu.


Ternyata aku tidak sekuat itu mas, hingga diriku makin memberontak dan makin hilang kendali.


Maafkan aku mas,,,,


Aku ingin membalikkan semuanya tapi bukankah waktu tidak bisa berjalan mundur?


Aku pergi sementara mas,, menata hati agar lebih pasti tertata, mengobati jiwa yang selalu kehilangan dirinya, membawa jarak agar aku tahu seberapa aku akan merasakan sebuah penyesalan atau bersyukur dengan keadaan.


Jangan berpikir aku akan menjauhkan hatiku, karena hati sudah terikat mati olehmu...


Tunggulah aku mas,,,


Aku akan kembali dengan diriku yang baru, yang lebih bisa menerima semua keadaan.


Salam sayang dan rindu untuk penggenggam hatiku**...


Abi menghela napasnya dalam, Fanny kenapa tidak dari dulu kau menerima semuanya dengan ikhlas? Kenapa sekarang dengan kesadaran kau malah pergi menjauh...


Abi meletakkan lembaran ketiga disampinh lembaran lainnya, Ia masih merasa ada kejanggalan disetiap kejadian.

__ADS_1


Mungkin orang berpikir kenapa tidak dari dulu Abi mencari tahu tentang semuanya? Abi ingin melakukannya tapi ia merasa sesuatu yang pahit kenapa harus diungkit yang akan menambah rasa sakit saat kita teringat.


Suatu kejadian yang terjadi baik bahagia atau sedih tidak akan bisa dilupakan karena sudah terekam di alam bawah sadar, tapi kita bisa mengabaikannya kalau itu kita rasa hanya akan merusak hati.


"Inikah pilihanmu Fanny? Aku akan menunggumu" Abi menghela napasnya dalam, ia akan membiarkan Fanny menyendiri dahulu tapi tetap akan ada yang terus memantau Fanny dan memberi kabar padanya.


"Walau pahit semua harus aku bongkar sekarang sebelum ini menjadi boomerang kembali. Tidak mungkin bagas sedemikian benci dengan Fanny tanpa alasan yang jelas, semoga pria itu segera sembuh dan menceritakan semuanya hingga ada titik terang semua ini."


Abi tidak mungkin menemui Bagas yang dari infonya sudah keluar dari penjara, karena yang ada bukan mendapatkan yang dia mau tapi ejekan yang akan membuat ia juga bisa hilang kendali.


Abi beranjak dari tempat tidurnya, berlama - lama bersedih hanya akan membuat hati mati. Ia akan menjalani hari yang ada didepannya saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mama...Assalamualaikum." Ucap Saf dan Aif serempak


"Waalaikumsalam, uda pulang sayang?"


"Udah ma,, tadi dijemput mang Janggut."


"Ya udah, bersih - bersih sana, mama buat kue, kita makan bareng-bareng"


Zia merasa bahagia saat melihat senyum anaknya, bagi Zia mencari kebahagiaan itu sederhana tidak perlu ribet karena ada Allah yang maha segalanya, kalau kau disakitin seseorang? Biar Allah yang membalasnya nanti kalau tidak didunia pasti ada perhitungan diakhirat bukan?


"Bunbun.."


"Ya Icha sayang..." Zia mengambil Alih menggendong Icha yang masih lebih senang digendong dari pada berjalan.


"Au uee"


"Kita duduk ditaman belakang yuk, sambil nunggu kakak Saf dan kakak Aif disana."


Zia mengajak Icha ke gazebo halaman belakang rumah Abi yang luas, suasana alam akan lebih mendamaikan hati dan membawa ketenangan jiwa apalagi ada suara kicauan burung yang menjadi senandung indah nantinya..


Saf, Aif, Icha dan Zia sangat menikmatin kue mereka dengan senda gurau, Icha yang masih bicara cadel membuat mereka senang mengajak Icha bicara karena terlihat lucu dan menggemaskan..


"Bi, dimana semuanya?" Abi sudah sampai kerumahnya sore hari.

__ADS_1


"Nyonya dan tuan tadi pergi keluar sebentar, kalau anak-anak dan Zia lagi ditaman belakang."


Abi langsung melangkahkan kakinya ketaman belakang rumahnya,, Ia terdiam sejenak di dekat pintu area taman..


Hatinya yang tadi banjir bandang seketika menyusut terkena sinar matahari yang cerah dengan melihat kebahagiaan istri dan anaknya disana sedang tertawa riang...


Andai semua sesederhana ini mungkin setiap hari akan ada kebahagiaan..


"Papa.. chini..." Panggil Icha yang melihat Abi dipandangannya.


Abi dengan semangat ingin bergabung disana,,,


"Abang uda pulang?" Zia langsung menyalim Abi yang diikutin anak-anaknya.


"Uda dek, capek banget,, kepala abang rasanya berat banget."


"Ya udah sini, tiduran disini." Zia menyilakan kakikanya agar Abi bisa tiduran dipahanya, tanpa pikir panjang Abi langsung tiduran disana.


"Papa ah modus,, mau didekat mama aja pakek bilang pusing segala." Goda Saf


"Jangan gitulah,, tar mama gak mau jadi bantal papa nanti."


"Hahaha, Dek Icha mau punya adek gak?"


"Uhukk."


"Kenapa dek?"


"Gak apa bang." Wajah Zia merona malu mendengar perkataan Saf ke Icha hingga ia tersedak ludahnya sendiri.


"Mau aak." Ucap Icha dengan semangat..


"Kalau gitu kakak tahu caranya.."


"Aif juga tahu." Sambung Aif dengan semangat..


"Au ak, i ana ayana?"....

__ADS_1


#Gimana caranya Saf?#


#bantu like comment and vote dears#


__ADS_2