Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Membutuhkan..


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Waktu berputar dengan meninggalkan banyak kenangan, Membuat siapapun bisa mengingat waktu sedih ataupun bahagia...


Zia menatap anak - anaknya bermain dengan sangat ceria di taman halaman rumah, tidak terasa waktu dua tahun sudah berlalu dengan sangat cepat. Ia melihat Icha yang dengan setia menemani adiknya yang sedang mencoba berjalan dengan langkah yang masih gontai. Sedangkan Saf dan Aif sibuk mempersiapkan camping ala rumahan mereka disana. Mereka berniat tidur ditaman rumah malam ini.


"Zein,,hati - hati jalannya. kakak takut Zein jatuh " Kekhawatiran Icha disambut tawa riang Zein yang masih setia berjalan dengan cepat menuju kakaknya yang masih sibuk dengan kegiatannya. Zein Zidan nama yang diberikan Abi ke anak bungsu lelakinya yang lahir satu tahun yang lalu.


Zia hanya tersenyun melihat tingkah anak - anaknya. Ia bersyukur anaknya tumbuh dengan keceriaan dan senyum yang tidak pernah pudar dari wajah nereka.


Zia sempat khawatir dengan keadaan Icha saat ia sembuh. Ia sampai trauma dengan benda tajam hingga Zia denhan sabar membantu Icha keluar dari traumanya, semua makin rumit disaat Icha terlihat takut jika ia menyebut nama Fanny. Perlu waktu untuk Zia hingga kini Icha sudah menerima semua cerita baik tentang Fanny walau ia masih takut untuk bertemu.


"Serius amat melamunnya?"


"Abang? Uda selesai mandinya?"


"Udahlah..emang gak terasa uda wangi gini?"


"Gak tuh,, masih bau aceumm." Zia pura - pura merasa mencium bau masam dari tubuh Abi.


"Awas kamu nanti malam ya..mas kasih cium asem banyak - banyak.." Goda Abi sambil menggelitikin Zia..

__ADS_1


"Geli bang..ampun.." Zia sungguh tidak tahan jika harus digelitik.


"Ma..ma..ma..ma." Zein datang menghampiri Zia bersama Icha yang terlihat ngos - ngosan terus mengikutin Zein.


"Uluh - uluh anak papa ini... manggil mama terus. Papanya mana?" Abi menggendong zein dan melambungnya ketas hingga Zein tertawa lepas.


"Pa..pa..pa.."


"Pinternya.." Abi yabg gemas melihay Zein dengan pipi gembulnya mencium Zein hingga Zein kegelian.


"Icha capek sayang?"


"Haus ma.., Zein gak mau berhenti, Icha takut Zein jatuh kan sakit ma."


"Kami juga mau dimanja ma." Saf datang bersama Aif dengan senyum mengambang.


"Udah besar juga..ngalah sama adik - adiknya." Mereka berdua tertawa, mereka hanya bercanda dan tahu adik - adik mereka lebih butuh perhatian.


"Sudah siap mau camping?" Tanya Abi


"Sudah pa." Jawab Aif dengan semangat.


Saf memggandeng Icha dan aif bersamanya menuju kemah yang telah mereka buat.

__ADS_1


Abi yang tangan kanannga menggendong Zein dan tangan kirinya tidak mau menganggur langsung menggenggam tangan Zia. Mereka berjaoan dibelakang tiga bidadari kecil mereka.


"Makasih Zia sudah mau menerimaku yang banyak kekurangannya. Terima kasih sudah bertahan didekatku Semoga kita selalu bersama hingga disurga nanti."


Zia menatap lekat Abi dan tersenyum lalu ia menengadahkan pandangan dilangit sore yang sudah bisa ia pandang tanpa merasakan silau dimatanya.


"Semua sudah digaris, kita hanya bisa berusaha tetap Allah yang menentukan. Allah tahu apa yang kita butuhkan dan ia akan memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Semoga kita selalu membutuhkan dalam menaungi semuanya nanti hingga diakhirat kita juga saling membutuhkan untuk membantu masuk ke jannahNya."


Diujung jalan terlihat sebuah mobil yang sudah lama berhenti memperhatikan apa yang terjadi dihalaman rumah Abi dengan mata yang berembun dan senyum yang sangat tipis.


"Mama rindu kamu Icha,, semoga kalian semua selalu bahagia sampai kapanpun. Aku hanya bisa melihat dari jauh untuk mengobatin kerinduan ini. Aku sudah ikhlas melepasmu mas....Terima kasih sudah hadir sejenak dalam bagian hidupku, semoga kelak aku bisa berdiri bersama kalian dengan diriku yang baru dan kebahagiaan yang baru."


"Mau kembali ke rumah sakit?" Fanny menganggukkan kepalanya setelah puas memandang Icha dari jauh.


"Dapatkan aku meraih hatimu Fanny?"...


...****Tamat**...


Terima kasih yang sudah setia membaca kesetiaan terabaikan. klik favorite sambil nunggu season 2 nya ya...


Terima kasih support like,comment and vote nya


Semoga kita semua selalu diberkahi kesehatan dan rezeki yang berlimpah**.

__ADS_1


__ADS_2