Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Menjauh sementara waktu


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Abi membuka matanya yang sangat terasa ringan kali ini. Ia berusaha mengingat bagaimana ia bisa tertidur senyenyak ini?


Diliriknya jam dkamar tersebut masih menunjukkan pukul empat subuh.


"Zia..." Abi tersenyum seketika mengingat bagaimana ia bisa tertidur dipangkuan Zia, sangat terasa nyaman dan mungkin ia sudah ketagihan. Abi berharap besok Zia masih mau meminjamkan pangkuan, ah tidak tapi bantalan tidurnya esok malam lagi.


"Bagaimana aku akan membiarkanmu merasakan kesakitan disaat kamu telah menjadi obatku sayang..." Ada rasa gelanyar aneh di dada Abi saat mengucapkan kata sayang untuk Zia,,


"Ehmm..." Abi yang melihat Zia yang mulai bersuara dengan seketika pura - pura tidur kembali.


"Masih tertidur ternyata,,Semoga abang selalu bisa tertidur dengan nyenyak. Lebih baik aku bersih - bersih dulu baru bangunin abang buat bersiap sholat."


Saat Zia sudah menutup pintu kamar mandi Abipun membuka matanya..


"Hampir saja ketahuan mandangin wajahnya,.Aku bakal tidur nyenyak Zia, asal bantalku selalu siap sedia direbahkan ." Abi seperti maling yang sedang ingin mencuri, kalau ketahuan akan segera dihajar habis-habisan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Sampai kapan loe akan mengikat gue Dena? Tatapan tajam menguhunus Dena seketika.


"Sampai loe janji gak bakal buat rusuh dan kita bicara dengan baik."


"Loe kira gue gila? Gue masih bisa diajak bicara. Huh.." Fanny mendengus melihat sahabatnya yang tidak mendukungnya kali ini.


"Gue gak ada bilang loe gila, gue bilang loe lagi sakit dan loe harus berobat biar sembuh. Mau sampai kapan loe kejebak dengan sifat arogan loe?"


"Coba loe tebak, gue jadi siapa sekarang?"


"Oh jadi loe juga uda kasih nama buat diri loe yang lain itu juga?"


Dan loe mau gue nyerah, lalu merelakan semuanya begitu saja? Gak semudah itu Dena..." Ucap Fanny dengan nada mengejek.


"Oh nama yang cantik, Winna tapi sayang sifatnya membuat loe makin egois. Jadi loe mau gimana sekarang?,, Gue gak tahu apa maksud loe bawa-bawa Zia masuk kekehidupan Abi dan loe. Padahal dulu loe sangat benci poligami. Pasti loe ada maksud lainkan?"


"Loe memang sahabat yang selalu tahu apa yang gue pikirin. Tapi gue gak yakin loe bisa tahu semuanya." Ucap Fanny sinis.


"Loe gak bisa kayak gini Fanny, apa loe tega nyakitin Abi?"


"Abi? Suami yang selalu berpikir gue gak waras itu iya?! Gue udah tahu kenapa loe bisa balik kemari. Gue juga tahu dari kejadian itu dia selalu berpikir gue udah gila dan dia selalu takut gue nyakitin keluarganya! Ha..ha..ha.. Kalian pikir gue tidak tahu semuanya hah?! Berapa kali gue bilang, gue gak gila!!!" Teriak Fanny dengan air mata yang menetes dipipinya yang terpaksa keluar menahan rasa sakit yang bergemuruh didadanya.

__ADS_1


"Tapi tingkah loe membuat orang berpikir kayak gitu?!"


"Dan karena tingkah gue, loe percaya gue gila gitu?! Hah?!" Fanny makin menangis melihat sahabat yang selalu ia percayai sudah tidak mempercayainyai lagi.


Dena mendekatin Fanny, ia memeluk Fanny dengan erat. Dena tahu Fanny pasti lagi membutuhkan itu. Terlihat banyak kekecewaan di mata sahabatnya itu.


"Berhentilah Fanny, jangan terus terjebak dalam lingkaran dendam loe, Abi juga sudah mengikhlaskan itu semua kan? Dia juga udah nerima loe apa adanya. Jangan selalu berpikir tidak baik. Abi sangat sayang dan cinta sama loe. Dia juga bawa loe kesini ingin loe sembuh dan bisa bersamanga kembali. Dia gak mau loe sakit dan pisah dari loe.


Coba loe pikir, Abi hanya nolak loe yang selalu sibuk dengan dunia kerja loe tapi untuk yang lain selalu ia turutin. Dia gak pernah berpikir seperti yang loe bilang, kalau memang dia takut, kenapa sampai sekarang ia masih disisi loe?"


Fanny mencerna setiap kata-kata Dena.. Apakah dia sudah salah langkah dan berpikir? Tapi kalau dia ambil jalan lain masih bisakah dia melampiaskan dendamnya? Karena gimanapun dia gak mau orang itu hidup dengan tenang setelah membuat banyak penderitaan untuk ibunya dan untuk dia.


"Loe bia bantu gue kali ini?" Sepertinya Fanny akan mengubah semua alur yang sudah ia rencanakan, karena gimanapun ia juga tidak mau kehilangan Abi karena sifat egoisnya.


"Asal loe mau sembuh dan berubah jadi lebih baik, gue akan bantu loe." Ucap Dena penuh keyakinan.


"Gue mau jauhin Abi sementara waktu...."


#Apa yang Fanny rencanakan lagi?#


#bantu like comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2