Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Tidur dimana?


__ADS_3

happy reading


🍇🍇🍇


Hari sudah beranjak siang... acara dijeda untuk istirahat sebelum dua jam lagi akan ada acara barbeque,


"Zia, ajak Abi berganti pakaian di kamarmu.." Pinta bu Fatma..


Zia melarik Abi salah tingkah karena ini kali pertama ia mengajak Abi ke kamarnya.


"Udah gak usah malu-malu cepat bawa Abi ke kamarmu, kasian dia uda mulai kegerahan."


"Iya buk,, Tapi mba Fanny gak sekalian diajak ganti baju juga?"


"Udah nanti Fanny ganti di kamar anakmu saja, lagian dia masih sibuk disana." Fatma menunjuk Fanny yang sedang bercerita dengan seorang temannya.


"Ehm..Bang Abi mau ganti baju?" Zia berharap ada kata penolakan dari Abi sehingga ia tidak perlu membawa Abi kekamarnya.


"Boleh, sekalian mau ke toilet.."


Zia terdiam meragu tapi lirikan tajam Ibunya membuat Zia tidak bisa membantah.


"Yah udah ayo Zia antar ke kamar Zia.."


Abi mengikuti Zia ke kamarnya.. Zia tidak melihat kalau Abi tersenyum-senyum sendiri di belakang Zia.


"Ehmm"


"Kenapa bang?" Zia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Masa pengantin baru jalan sendiri-sendiri. Gak mau digandeng gitu tangannya?" Goda Abi meperlihatkan tangannya yang masih menyendiri.


"Eh...?" Zia terkejut tidak bisa mengatakan apapun ditambah lagi disana banyak orang yang mendengar kata Abi membuat Zia malu berlipat-lipat.


Dengan hanya menautkan satu jari telunjuk ke jari Abi, ia menarik Abi tergesa-gesa agar segera sampai ke kamarnya.


Abi makin tersenyum melihat tingkat malu-malu istri keduanya itu seperti mendapatkan mainan baru yang bisa ia mainkan setiap waktu.


Zia dengan segera menutup pintu dan menguncinya, Zia memberikan tatapan kesal ke Abi yang masih setia dengan senyum diwajahnya...

__ADS_1


"Abang malu-maluin tahu gak? Tadi dilihatin banyak orang. ngeselin banget,,,Kalau mau..."


"Mau apa ehmmm...?" Abi tiba - tiba mengurung Zia dengan tangannya sehingga Zia terpojok di pintu kamar.


"Ma..mau..." Zia semakin gugup karena Abi terus menatap wajahnya, wajah Abi yang dekat memnbuat Zia menunduk tidak berani menatap Abi.


"Mau apa ehmmm?" Abi semakin mendekatkan wajahnya,, aroma manis Zia langsung menyebar di setiap tarikan nafas Abi.


"Mau minta pegang tuh jangan di depan umum gitu malu tahu gak?" Zia mulai tidak nyaman dengan keadaan ini, apalagi deru nafas Abi yang menggelitik lehernya yang dibalik hijab. Ia berusaha keluar dari kukungan Abi tapi tenaga Abi lebih kuat dari Zia,


Abi mengangkat wajah Zia yang tertunduk hingga Zia bisa melihat betapa dekatnya wajah Abi hingga hidung mereka hampir bersentuhan.


"A..abang mau apa?"


"Aku mau....Auuu!!!" Karena gugupnya tanpa sengaja Zia menghentakkan kepalanya ke kepala Abi, hingga Abi merasakan kesakitan dibagian kening yang terkena benturan hiasan kening Zia.


"Aduh..maaf bang, Zia gak sengaja. Abang sih ngapain juga dekat-dekat gitu jadikan Zia refleks tadi." Zia memegang kepala Abi dan menghembus -hembus kening Abi yang terlihat memerah.


Abi terdiam menikmati perlakuan Zia padanya dengan refleks Abi menggenggam tangan Zia, hingga Zia tersadar dan menghentikan kegiatannya.


"Ehm,,Nanti juga baikan bang, abang kalau mau ganti baju dan bersih-bersih, kamar mandi ada disana. baju ganti abang dimana?" Zia mulai mencari kata - kata untuk menutupi dirinya yang salah tingkah karena Abi tidak berhenti menatapnya.


Sebelum Abi pergi ke kamar mandi, Abi sempat melangkahkan kakinya mendekatin Zia lagi yang masih mematung di depan pintu.


"Terima kasih lagi.." Tanpa diduga Abi mencuri cium pipi Zia dan langsung lari menuju kamar mandi meninggal Zia yang makin membeku ditempatnya...


Hingga beberapa menit kemudian Zia tersadar..


"Abang!!" Zia kesal Abi menciumnya tanpa permisi.


Abi tertawa di kamar mandi mendengar teriakan Zia..


"Huft, terima kasih Zia.. Paling tidak kegusaran hatiku sedikit menghilang."


Abi teringat pembicaraannya tadi bersama sahabatnya..


...Flashback on....


"Gue gakkan melepaskan Fanny, gimanapun Fanny tanggung jawab gue, gue yang udah nerima dia dulu apa adanya, gue yang udah memintanya menjadi pendamping gue..Gue gak mau hanya karena suatu hal gue melepaskannya begitu saja...Gue masih berharap dia bisa sembuh total dan berubah. Gua yakin ada yang membuatnya bisa kambuh lagi dan makin egois kayak gini."

__ADS_1


"Loe yakin?" Tanya Rudi


"Iya gue yakin, seyakin gue yang membawanya ke kehidupan gue seyakin itu gue ingin selalu bersamanya. Bukankah kita menikah tidak hanya untuk kelebihan yang ada pada diri seseorang saja? tapi juga menikahi kekurangannya. Gua sampek sekarang masih berharap bisa menutupin kekurangannya."


"Loe emang paling sabar dari pada kita-kita. Tapi loe juga harus hati-hati jangan sampai Fanny kelewat batas. Dia butuh pengawasan."


"Gue tahu itu, gue uda suruh satu orang yang selalu mengikutin dia tanpa sepengetahuan Fanny dan Dena juga berusaha mengobatin Fanny lagi."


"Maksud loe Dena yang itu?" Tunjuk Wira ke seseorang yang baru datang menghampiri Fanny.


"Ya, itu Dena sahabat Fanny dia juga seorang psikolog."


"Semoga semua cepat bisa loe atasin." Ucap Wira lagi.


"Ya dan gue juga mungkin butuh bantuan kalian berdua nantinya."


Gak masalah, kapanpun kami siap." Sambung Rudi.


...flash back off...


Abi tidak ingin semuanya berlarut - larut dalam masalah, ia harus segera mengambil tindakan dengan membaca situasi beberapa waktu nanti agar bisa menarik sebuah kesimpulan...


Abi sudah merasakan segar ditubuhnya dan ia segera keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya..


"Ah..!!! Abang gak malu..!! Kenapa gak minta baju tadi? biar ganti didalam kamar mandi?!!" Omel Zia sambil menutup matanya.


Zia yang sedang menghadap ke belakang merapikan tempat tidurnya menoleh ke depan saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Zia terkejut seketika melihat Abi keluar tanpa baju.


"Udah suami sendiri ini.." Jawab Abi cuek mengambil baju yang sudah disediai Zia. Abi sempat tersenyum tipis melihat baju yang sudah tersedia untuknya..


"Udah cepetan pakek baju di kamar mandi sana.. ngerusak pemandangan aja. lagian ngapain abang bawa baju sebanyak itu?"


"Pemandangan indah gini kok dibilang rusak,, pemandangan berpahala juga ini.." Goda Abi.." Aku kan nanti malam bermalam disini.." Ucap Abi dengan santainya..


"Apa?... Hah,,,Abang tidur dimana?" Tanya Zia cengok..


#ya abi tidur dengan mu zia..#


#bantu like,comment and vote ya dears#

__ADS_1


__ADS_2