
Happy reading
🍇🍇🍇
Abi saat ini sangat merasa bersalah kepada Fanny dikarenakan rasa khawatir dengan keadaan Icha ia dengan mudahnya membentak Fanny saat itu.
Abi dengan berlahan membuka pintu kamarnya, ia melihat kondisi kamar yang temaram dan Fanny yang tertidur berbalut selimut hingga ujung kepala.
Abi mendekatin Fanny dan membenarkan selimut yang membalut seluruh tubuh Fanny,,
"Apakah kata - kata ku terlalu kasar tadi hingga ia menangis hingga tertidur?" Kesekian kalinya Abi merasa ia gagal memberi kebahagiaan untuk Fanny tapi selalu berakhir menorehkan luka kembali.
"Maafkan aku,, tadi aku sangat khawatir hingga tanpa sengaja membentakmu." Lirih Abi dan langsung tidur memunggungi Fanny, seolah ia takut mengganggu tidur lelap Fanny karena lelah menangis.
Fanny membuka matanya berlahan, ia tahu Abu masuk ke kamar dan berpura - pura tidur, air mata kembali keluar tanpa seizinnya.
"*Bukan itu yang membuatku menangis mas, tapi kenyataan bahwa tidak ada cinta untukku dihatimu yang ada hanyalah rasa tanggung jawab dan rasa kasihan untukku. Tahukah kamu mas, yang lebih menyakitkan dari pada bertepuk sebelah tangan? Itu adalah merasa dicintai tapi nyatanya cinta itu sebenarnya tidak ada disana."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Mama mau kemana?" Rani yang sangat bahagia dengan kehamilan Zia sudah dua hari menginap disana hanya untuk menanyakan apa yany Zia mau dimasa kehamilannya yang nyatanya Zia tidak menginginkan apapun termasuk ia juga tidak mengalamin morning sickness.
"Mama mau kerumah, tadi pagi Abi telpon mama kalau Icha tadi malam demam."
Rani menatap Zia yang terlihat pandangannya kosong seperti menerawang jauh..
"Udah kamu gak usah khawatir, nanti mama kasih kabar gimana keadaan Icha sampai sana. Mama tahu apa yang kamu pikirkan." Ucap Rani sambil memegang pundak Zia.
"Iya ma, titip salam sayang Zia ke Icha ya ma,, bilang Zia sayang Icha dan sangat merindukannya." Ucap Zia sambil menyeka sebulir air mata kerinduan yang sudah lama ia pendam untuk Icha.
"Ya udah, mama pergi dulu ya..i gat jangan banyak beraktifitas..mama titip calon cucu mama ya.." Rani mengelus sayang perut Zia dan meninggalkan satu kecuoan disana.
"Maafkan Bunbun sayang, tidak bisa merawat Icha saat sakit kayak dulu. Smoga Icha lekas sembuh. Bunbun sangat sayang dan rindu dengan Icha."
Abi kali ini terlihat bingung dengan Fanny yang hanya diam tidak seperti biasanya.
"Fanny maafkan mas tadi malam yang membentakmu."
"Mas gak salah, wajar mas lakukan itu karena khawatir denhan Icha. Fanny ngerti kok mas." Jawab Fanny dengan senyum tipis seakan ada sesuatu guratan kecewa yang tidak bisa Abi jabarkan.
__ADS_1
"Jadi kamu mau kemana?"
"Aku mau ke rumah sakit sebentar, hari ini Bagas sudah bisa pulang. Sekalian antar papa dan Bagas ke rumah lama yang dulu dan menjenguk mama di RSJ."
"Kamu gak mau jaga Icha dulu?"
"Icha sepertinya tidak membutuhkanku mas,, aku juga hanya sebentar mas gak sampai sore sudah pulang."
"Baiklah..." Hanya satu kata itu yang bisa keluar daei binjr Abi..Ia merasa Fanny sedang berusaha berpura - pura dan menutupin sesuatu. Perkataan Fanny membuat hati Abi nyeri merasakan bagaimana Fanny terasingkan oleh anaknya sendiri..
Sebelum Fanny melangkahkan kaki keluar dari kamar mereka, tiba - tiba Abi memeluk Fanny dari belakang.
"Maafkan mas kalau melakukan kesalahan hingga menyakitin hatimu. Katakanlah sesuatu jika mas melakukan salah jangan memendamnya sendiri hingga kau melukai dirimu sendiri."
"Aku tidak menutupin apapun mas. Mas jangan berpikir berlebihan." Jawab Fanny dan melepas pelukan Abi lalu melangkah pergi..."*Aku harus melakukan sesuatu.."
#Apa yang mau dilakukan Fanny#
#Bantu like comment and vote dears*#
__ADS_1