
Happy reading
🍇🍇🍇
"Ehmm,, umur Zia 28 tahun ma." Jawab Zia malu - malu merasa umurnya yang sudah mulai menua.
"Masih muda ternyata,,memang kamu harus memanggil Abi dengan abang kalau gitu, karena dia sama Fanny sama umur 31 tahun"
"Zia pikir, Zia lebih tua ma. Setahu Ziakan Icha masih dua tahun ma. Lagian mba Fanny cantik banget, wajahnya awet muda gitu."
"Panjang ceritanya Zia, ya udah yuk cepet diselesaikan orderannya."
"Baik ma"
"Tidak mungkin aku membuka aib anakku sendiri sedangkan Allah menutupnya, biarlah waktu yang menjawab nanti. " Batin Rani
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hah,, banyak banget berkas hari ini yang belum aku selesaikan? semua berantakan, kalau papa tahu habislah aku.."
Ting..
"Zia? Ternyata masih ingat dia membalas pesanku."
"Assalamualaikum Abang Abi, semoga selalu dalam lindungan dan keridhoan Allah, maaf baru bisa balas pesannya semoga bisa membuat hati abang lega..
Hatii..
Ia akan tahu dimana akan berada
Saat sang pemilik hati telah memberi tihtaNYa
Tiada yang tahu hari ini,esok atau nanti
Hati...
Satu hal yang pasti
Saat ijab kabul menggema ke arsyi
Cinta akan tertitip tanpa dipilih
Hati..
Saat cinta sudah dihati..
Akan dijaga dengan sepenuh hati
Tidak peduli waktu akan berhenti."
"Puitis juga dia, masih banyakkah yang tidak aku tahu tentangmu Zia?"
Abi mulai tersenyum-senyum sendiri membaca pesan Zia hingga berulang kali tanpa ada merasa kata bosan. Begitu banyak pesan tersirat yang bisa Abi cerna dengan caranya sendiri.
"Ah...bisa gila aku karenamu Zia..." Kekeh Abi sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku akan menanti saat itu tiba Zia dan akan menjaga titipan yang telah aku terima nanti. Ternyata mendapatkan bahagia bisa dari hal sekecil ini."
"Zia jika kau bisa memberikan bahagiaku jangan harap bisa lepas dari genggamanku walau aku harus kehilangan harta dan tahta karena dirimu."
Mood Abi berubah sangat drastis sekarang, dia sangat bersemangat menyelesaikan pekerjaannya sekarang.
__ADS_1
"Aku jadi tidak sabar melihatnya kembali...." Sambil mengetuk - ngetuk pulpen ke meja kerjanya.
Saat Abi sedang sibuk dengan dunia dirinya sendiri panggilan video call berdering...
"Hai Abi.."
"Ya ma, ada apa?"
"Hei, matamu dimana? Mama sedang berbicara."
Abi tidak melihat mamanya ia masih sibuk melanjutkan lamunanya dan mengetuk pulpennya bagai dendang cinta yang indah.
"Abi!!!." Jerit mama Rani yang sudah merasakan pegal di area betisnya akibat kelamaan berdiri menunggu respon anaknya yang tiba - tiba lama loadingnya.
"Eh iya ma, kenapa tadi?" Abi spontan terkejut mendengar jeritan mamanya.
"Loh mama dirumah Zia? Kok Abi gak dikasih tahu, lalu dimana Zia?."
Rani yang melihat mata anaknya sudah fokus ke kamera handphone langsung mengarahkan kameranya ke tiap sudut luar rumah Zia...
"Nanyak itu satu persatu jangan langsung sepaket gak sanggu mama langsung jawab semua bersamaan." Kekeh Rani.
"Ma, Abi lagi nanyak loh."
"Zia lagi siap-siap dikamarnya, kami mau fitting baju sama anak-anak hari ini."
"Mama kok mau fitting gak bilang-bilang Abi? Abikan calonnya juga." Sungut Abi merasa mamanya tidak ingin mengajak ia bersama.
"Jadi ada acara ngambek ni kalau gak di ajak? Ya udah gak usah kamu nyusul kesana." Ancam Rani
"Ma,,, Jangan gitu dong. Abi ikut ya ma, Abi selesei semuanya dengan cepet biar Abi nyusul. Ya ma ya.."
"Sejak kapan kamu jadi kayak Icha ngerengek gitu?"
"Ya udah mama tunggu nanti kamu di butik Nazwa, jangan telat."
"Oke ma siap"
Dengan cekatan Abi memilah pekerjaan yang penting terlebih dahulu yang lain nanti aja masih ada yang lebih penting lagi bagi Abi sekarang.
"Kita akan bertemu Zia..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah Zia, Icha sedang sibuk berceloteh sambil melihat Zia memakai hijabnya didalam kamar.
"Bunbun, khambut bunbun.lukhus shekalli, Itha shuka ihatna."
"Karena rambut kita cantik maka gak boleh sembarangan orang yang lihat. Icha mau pakai hijab?"
"Au bun, api ndak ada. Papa bekhun bekhikan Itha."
"Hijab kak Aif yang kecil masih ada. Bentar bunbun ambilkan."
Zia mengambil hijab Aif yang cocok dengan baju Icha.
"Bunbun pakei ya hijabnya, Aduh cantik banget Icha." Puji Zia sambil mengecup pipi Icha.
"Itha au ihat dicekhmin bun." Icha tidak sabar melihat dirinya yang memakai hijab dicermin. "Wah, itha dadi anthik shekakhii." Matanya berbinar melihat pantulan dirinya yang sangat menggemaskan dengan hijab dikepalanya.
"Ya udah yuk kita keluar, pasti oma uda lama nungguinya."
__ADS_1
Zia menggendong Icha sampai keruang tamu..
"Icha kamu cantik sekali, ini cucu oma kan?" Rani sangat terkagum melihat Icha memakai hijab pertama kalinya.
"Itha antik an oma?" Sambil memeluk Rina
"Cantik banget sayang" Rani mengambil foto Icha dari segala posisi dan mengirimnya ke Abi.
"Ayo kita berangkat sekarang, opamu uda kelamaan tidur di mobil.."
"Let go oma."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Zia enggan masuk ke butik didepannya karena terlihat dari luar ini sangat mahal.
"Ma,,,"
"Uda gak apa ayo.." Rani menarik paksa tangan Zia yang diikutin Icha yang digendong opa dan anak-anak Zia.
"Selamat datang jeng, kesini pasti mau ada acara ni." Sapa pemilik bukti Nazwa ke Rani sahabatnya.
"Aku mau satu kebaya nikah sama gamis cantik yang senada buat tiga bidadari kecil di sana." Tunjuk Rani ke arah Zia dan ketiga gadis kecil yang sedang duduk di sofa.
"Siapa yang mau nikah?"
"Abi.."
"Tapikan Abi uda nikah sama Fanny."
"Ini istri kedua Abi, Fanny yang minta Abi nikah lagi agar dia bisa kerja ke luar kota."
"Secinta itu dia dengan kerjaannya, ibarat abi diselingkuhi sama pekerjaan."
"You know lah,,, tolong kasih yang terbaik ya,,,Aku udah gak sabar jadii dia mantu."
"Tumben kamu sesenang ini.."
"Karena baru kali ini aku merasakan dihargai sebagai mertua..." Ucap Rani dengan sedih sambil memandang Zia "Dia sangat menghormatiku bahkan dari hal yang sangat kecil."
"Semoga ini yang terbaik, udah jangan sedih-sedih kan mau menyambut hari bahagia. Panggilkan mereka kemari Ran."
"Zia, bawa anak-anak kesini."
Zia dan anak - anak melangkah mendekati Rani
"Kalau ini gak perlu dipoles banyak pasti cantik." Ucap Nazwa sambil menelisik setiap inchi tubuh Zia.
"Kamu ikut tante Nazwa sana buat cocokin kebayanya." Rani mendorong tubuh Zia agar segera bergerak mengikuti Nazwa..
Zia diruangan ganti bersama Nazwa melihat beberapa kebaya yang cocok untuj dipakai Zia..
"Nah ini dia.. kamu pakai sana.."
"Baik ta..tante."
Beberapa saat Abi telah tiba kebutik karena jalanan macet,Abi membutuhkan waktu agak lama sampai kebutik.
"Ma,Abi gak telat....kan?" Kata - kata Abi sedikit tertahan ditenggorokannya dan ia terpaku melihat seseorang dihadapannya..
#Siapa yang buat Abi terpaku#
__ADS_1
#bantu like,comment and vote#