Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Iblis kecil itu


__ADS_3

Happy reading..


🍇🍇🍇


"Abang emang gak mau antar Icha pertama sekolah?"


"Siapa yang gak mau dek, tapi gak mungkin kita sekeluarga pergi kayak mau camping. Lihat oma dan opa nya Icha aja seperti mereka yang mau sekolah bukan Icha." Keluh Abi yang melihat keantusiasan orang tuanya.


Faiz dan Rani dari subuh hari begitu sibuk mempersiapkan segala kebutuhan cucunya di hari pertama sekolah dan tidak mau kehilangan moment untuk mengantar Icha ke sekolah.


"Namanya juga orang tua bang, apalagi yang uda punya cucu, sudah biasa kakek nenek lebih sayang cucu dari pada anak. kalau anak sering dimarahin nah kalau cucu kena marah pasti di belai kalau dimarahin."


"Kita nanti saja giliran menjemput Icha okey,, adek nanti ke kantor abang kan antra bekal? Sekalian dari pulang Icha sekolah kita jemput Fanny."


"Tapi bang, apa gak lebih baik abang dan Icha aja yang jemput. Lagian kasian Saf dan Aif kalau gak diajak, gak mungkinkan kita ramai - ramai jemputnya?"


"Kenapa enggak? Biar sekalian family time kumpul semua."


"Abang yakin?" Zia tampak ragu akan ikut bersama menjemput Fanny.


"Kalau abang tidak menunjukkan dari sekarang ke Fanny, bagaimana dia nanti bisa menerima adek dengan ikhlas? Jadi kita harus bisa membuat Fanny menerima keadaan ini dengan sekali - kali kumpul bersama."


"Terserah abang aja, tapi adek gak mau nanti kalau suasana gak enak terjadi nanti." Zia mencoba menerangkan kembali ke Abi sambil membenarkan jas dan dasi Abi.


"Percaya sama abang, bagaimanapun Fanny harus bisa menerima semuanya, abang harus belajar tegas dari sekarang agar keluarga kita tidak saling berselisih." aucap Abi sambil mengecup kening Zia.


"Abang ganti parfum ya? Atau kebanyakan pakai parfum?" Zia merasa bau tubuh Abi berbeda sedikit lebih menyengat.


"Gak ah,, abang pakai kayak biasa." Abi mengendus - endus bau tubuhnya yang menurutnya seperti hari biasanya tidak berlebihan dan ia juga tidak suka gonta ganti parfum.


"Tapi beneran sakit banget dihidung adek..nyengat banget."


"Jadi abang harus gimana?"


"Ya gak gimana - mana, lain kali jangan kebanyakan pakek parfumnya sakit hidung adek."


"Abang ganti baju aja ya?"


"Gak usah, nanti telat."


Zia menarik Abi agar segera sarapan dan pergi kerja...


"Bunbun, Icha ke chekollah chama opa dan oma ya? Kakak Saf dan kak Aif juga chama Icha."


"Iya sayang, baik - baik disana ya, cari teman yang banyak biar Icha punya banyak teman." Ucap Zia setelah sampai dibawah dan melihat anak - anaknya audah siap berangkat sekolah.


"Saf dan Aif pamit ya ma, " Seru Saf dan Aif bersamaan dan menyalim Zia dan Abi.

__ADS_1


"Hati - hati jangan lupa bismillah setiap melalukan apapun. Nanti pulang sekolah mama jemput bareng papa."


"Ah..Shiappp" Dengan semangat mereka menjawab yang dipinta Zia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Assalamualaikum Abang, adek udah dibawah tapi abang kayaknya harua turun kesini. Kita harus kesekolah Icha bang, Icha nangis disekolah." Zia menelpon Abi saat sudah sampai di meja receptionist ia mendapat telpon dari sekolah Icha.


"Waalaikumsalam, ya udah, adek tunggu abang dibawah ya. Abang aegera turun."


Abi tidak membuang waktu untuk segera menghampiri Zia dan bersama menuju sekolah Icha.


Waktu pulang sekolah sudah tiba, diruang tunggu kepala sekolah sudah menunggu Abi dan Zia, Abi menjemput Icha lebih cepat karena Zia menelpon bahwa dipertama sekolah icha menangis.


Sesampai di sekolah Abi marah mengetahui anaknya dicium anak lelaki.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam" Jawab semua yang ada diruangan.


"Maaf buk, saya Danu Wijaya orang tua dari Alvaro Wijaya." Danupun masuk sambil memperkenalkan diri dengan kepala sekolah yang masih duduk dibangkunya.


Abi disana sudah ingin memukul wajah Danu untuk melampiaskan amarahnya kepada anak Danu tapi tangannya yang dipegang dan digandeng oleh Zia menahannya, Zia selalu mengelus lengan dan memberikan ketenangan agar suaminya tidak terbawa emosi.


"Sabar bang, Istighfar dalam hati." Bisik Zia ke Abi.


"Jaga sikap anda ya! Dia istri saya." Hardik Abi


"Gitu aja marah pak, kalau istrinya gak boleh ditanyai kurung aja dirumah sana." Ucap Danu


"Kau itu ya...." Abi terbakar cemburu ada yang berani menggoda istrinya, dia saja butuh banyak waktu menaklukkan istrinya. Ini seenaknya saja mau menggoda istrinya.


"Udah - udah bang" Potong Zia. "Pak Danu bisa berhenti bercandanya"


"Saya gak bercanda mba. Mba emang cantik dan hati adem memandangnya." Jujur Danu


"Kau berani sekali menggoda istriku, kau perlu aku lempar ke kolam lele karena itu mu sepertinya uda lama tidak kena setrum hingga berani melirik istriku. "


"Ha..ha.. Bapak tahu aja. Kalau mba jadi janda saya siap menjadi pengganti." Tawa Danu


"Anda ngedoai saya mati gitu!." Abi sudah tidak tahan lagi menahan amarahnya segera berdiri ingin memukul Danu.


"Sudah cukup! Kalian tidak menghormati saya disini? Saya memanggil kalian karena mau selesaikan masalah anak - anak, bukan mendengar orang tuanya yang bertengkar seperti anak - anak." Tegas Ibu kepala sekolah.


"Maafkan saya.." Ucap Danu dan Abi bersamaan dan seketika mereka saling menatap dan memberi tatapan tajam.


"Duduk dulu saya mau berbicara." Ibu kepala sekolah hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan kedua bapak didepannya.

__ADS_1


"Pak Danu dan pak Abi pasti sudah mendengarkan masalah yang terjadi oleh wali kelas anak kalian. saya disini sebagai kepala sekolah memohon maaf karena tidak bisa menjaga baik anak anda."


"Ibu gak usah bilang gitu, saya yang harusnya meminta maaf karena anak saya yang sudah mengganggu dan mencium anak Pak Abi." Danu meminta maaf dengan tulus dan menyebut nama Abi setelah terdengar dari kepala sekolah memanggil nama Abi.


"Saya rasanya ingin marah tahu anak saya dicium sembarangan tapi semua sudah terjadi, ditambah lagi anda menggoda istri saya. Saya harap anda bisa mendidik anak anda, tetapi melihat sikap anda, sepertinya sikap anak anda nurun dari anda pak Danu" Sungut Abi seperti anak - anak karena lagi cemburu.


"Kalau itu saya juga tahu." Bangga Danu yang kelihatan anaknya tidak bisa tidak melirik ke wanita cantik, apalagi kalau itu sudah menjadi targetnya bakal dikejar sampai kolong semut.


"Saya harap anda bisa menjaga sikap anak anda. Saya tidak mau ini kejadian kedua kalinya. Untung anak kecil kalau tidak udah saya pepes tuh anak berani nyentuh anak saya."


"Kalau itu saya tidak berani jamin pak, karena saya sendiri aja sering menjadi korban kejahilannya Varo. si iblis kecil itu" Ungkap Danu.


Seketika semuanya menghela nafas frustasi memikirkan PR besar yang ada dikarenakan kejahilan Varo, apalagi sebutan iblis kecil dari Danu, sudah dipastikan hari - hari di Paud tidak akan tenang.


"Sepertinya saya harus memindahkan sekolah anak saya." Abi sudah mengambil sikap.


"Tapi pak.." Ucapan Ibu kepala sekolah terpotong oleh Zia.


"Sudah bang, nanti kita cari cara agar Icha g disentuh Varo lagi, kalau masih tidak bisa baru kita pindahin sekolah."


"Tapi sayang..."


"Abang percaya sama adekkan?"


"Baiklah dek, kalau gitu kami permisi balik dulu bu. Ini juga uda jam anak pulang sekolah kasian anak - anak nunggu lama." Permisi Abi


"Makasih atas kelapangan hati bapak dan ibu."


"Sama - sama bu, kami juga permisi pak Danu."


"Maaf sekali lagi pak, kita juga belum berkenalan secara baik dan benar. Nama saya Danu Wijaya."


"Saya Abi Zidan dan ini istri saya Zia Zahra."


Abi dan Danupun bersalaman.


"Salam kenal bu Zia." Danu juga ingin menyalam Zia


"Jangan sentuh istri saya." Tepis Abi dan Zia hanya menangkupkan kedua tangannya dan tersenyum.


"Pelit banget sih pak Abi, senyum bu Zia melelehkan hatiku." Goda Danu


"Kau..!" Abi yang hampir melambungkan amarahnya lagi kepada Danu jika tidak ditarik paksa keluar dari ruangan itu oleh Zia..


#Abi cemburu lagi kan..#


#Bantu like commnet and vote dears#

__ADS_1


#Ini cerita digabung dengan cerita peri kecil vs iblis kecil ya, bisa lihat di beranda walau lagi vakum habis ide😅#


__ADS_2