Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Buku yang tertutup dan yang terbuka


__ADS_3

**Happy reading


🍇🍇🍇**


Semua yang diruangan menunggu Zia menyelesaikan bicaranya,,


"Penasaran ya?" Zia mencoba bercanda tapi ditawanya terlihat bukan tawa bahagia tetapi tawa miris melihat takdir yang Zia Alami.


"Nak Zia.." Bu camat mencoba menjadi kekuatan Zia, ia mengelus pundak Zia dengan sayang.


"Zia tidak bisa tidur semalam bu, kok bisa hidup Zia seperti roman picisan yang sengaja ditulis dengan banyak adegan dramatisnya, mas Farhan meninggal karena kecelakaan,difitnah, kedepannya gak tahu apa lagi yang datang." Zia berkeluh dengan takdirnya saat ini.


"Nak Zia tidak boleh berbicara seperti itu, semua sudah ditulis dari sebelum kita lahir mau kemanapun kita menghindar jika itu takdir kita pasti akan terjadi.


Ingatlah Allah tidak akan memberikan cobaan hambanya diluar batas hambanya, itu berarti Allah tahu nak Zia sanggup menghadapi ini." Pak Camat berusaha memberikan nasehat untuk Zia agar ia tidak melebihi batasnya meragu kepada Allah.


" Ya bapak benar, Zia juga sudah memikirkan itu dari semalam. posisi Zia sekarang mundur salah majupun Zia tidak tahu itu sebuah kesalahan atau kebenaran." Abi mencuri tatap wajah Zia dengan lekat menelisik maksud semua yang Zia katakan sambil mendengar semua curahan Zia tanpa mau mematahkannya.


"Sekarang yang jadi tombak Zia adalah anak, kalau mereka rapuh dan lapuk terurai maka Ziapun akan terjatuh tetapi jika mereka tegak dan kuat begitu juga Zia akan kuat." Zia ingin menangis, kata - kata Zia seakan tercekat ditenggorokan, butuh usaha keras Zia mengeluarkannya.


"Me..menjadi janda ternyata sangat berat, jika Zia bisa menolak apakah anak Zia bisa menolak dari penghakiman lingkungan yang selalu menyalahkan tanpa mau mencari tahu pasti kebenaran hingga yang ada mental mereka akan termakan dengan gunjingan.


Zi..zia lebih baik memasang badan walau harus terluka tapi mereka tetap aman menjalani hidupnya. Ma..maka dari itu sepertinya tidak ada pilihan lain..Zi..Zia b..bersedia menikah dengan pak Abi."


"Kamu sudah yakin Zia? Jangan mengambil keputusan disaat emosi." Ungkap Bu camat dengan memegang pundak Zia.


"Tidak bu, Zia udah yakin walaupun Zia jadi yang kedua itu masih dibenarkan secara syari dan yang meminta Zia dari awal adalah mba Fanny jadi Zia masih bisa lewat dari masalah merebut suami orang dan Zia akan mencoba menjelaskan kepada anak - anak nanti secara syari." Zia mengambil tangan bu camat yang satunya menggenggam dengan kedua tangannya untuk memberitahukan Zia kuat dan yakin bisa menjalaninya.


"Saya janji akan berusaha adil nanti Zia dan membuka hati kepadamu karena setelah akad kamu juga berhak ada disana" Abi memberanikan diri untuk berbicara


"Pak Abi, maafkan kata - kata saya, jujur saya belum melupakan mas Farhan, gimanapun banyak kenangan kami yang tidak bisa dilupakan begitu saja,


Terima kasih jika pak Abi akan membuka hati untuk saya, karena saya juga tahu pernikahan bukan janji permainan yang bisa dibuat diatas kertas tapi janji suci kepada Allah yang harus dijaga.


Tapi saya meminta jika saat itu tiba, biarlah saya melayani segala sesuatu yang pak Abi butuhkan dan saya juga dan memberikan kasih sayang seorang ibu kepada Icha tapi soal melayani Pak Abi seutuhnya saya belum sanggup karena saya sendiri sampai sekarang belum bisa melupakan mas Farhan.


Saya berharap Pak Abi ridho menunggu agar tidak menjadi dosa di saya kelak." Jelas Zia panjang lebar mengeluarkan semua yang menjadi beban dihatinya.


Abi terdiam sesaat memikirkan semua kata-kata dia? Apakah itu berarti Abi tidak boleh menyentuh Zia ? Abi lelaki normal yang membutuhkan tempat menaungi gejolaknya. Abi juga lelaki yang bisa saja melakukannya walau tanpa cinta tapi Abi juga tidak mau menyakiti Zia dengan memaksanya melayani Abi dengan ancaman sebuah dosa dan Abi juga tidak mau melakukan tanpa keikhlasan dan cinta yang ada, bukankah jika dipaksa Abi sama aja memperkuusha istri? Walau sudah halal.


"Baiklah saya bersedia menunggu sambil kita bersama berdua menata hati kita." Jawab Abi penuh keyakinan.

__ADS_1


"Makasih Pak Abi memberikan waktu saya. Gimanapun Mas Farhan adalah buku yang telah usai ditulis dan ceritanya akan saya tutup dan simpan di bagian hati saya, Bersama Pak abi saya akan membuka buku baru karena saya tidak mau menggabungkan sebuah kisah, biarlah menjadi kisah yang berbeda hingga saat mengenangnya yang ada hanya senyuman."


Bolehkah Abi mengatakan bahwa dia sudah menaruh hati ke Zia duluan? kata - katanya yang lembut dan sopan hingga meneduhkan hati yang mendengarnya serta parasnya yang cantik alami walah tidak dipoles dengan perawatan mahal tidak perlu kulit putih karena Zia seperti memiliki aura untuk memberikan cahaya cantiknya sendiri.


"Ma.." Tiba - tiba Aif datang dengan berlari terlihat dari nafasnya yang tidak beraturan.


"Kenapa Aif?"


"Icha nangis ma saat terbangun."


"Ya udah, suruh kakak Saf bawa Icha kemari."Zia masih trauma mengajak Abi kerumahnya.


"Iy ma itu kak Saf juga uda datang."


"Asaalamualaikum" Salam Saf


"Waalaikumsalam" jawab bu Camat sedangkan Zia langsung berdiri untuk menggendong Icha.


"Kenapa Icha nangis sayang."


"I..itha ikha adhi Itha ditukhikkk." Tangis icha, mungkin dia melihat tempat yang lain saat bangjn dan tidak ada papanya disana.


"Icha tadi dikamar bunbun., anak cantik jangan lama - lama nangisnya ntar cantiknya luntur."


" Ya udah, main sama kak Saf dan kak Aif sana."


"hokhee, Itha au ain." Sepertinya Icha baru sadar dengan niatnya bertemu kakak baik.


Saf dan Aif membawa Icha ke taman belakang pak camat, mereka tahu setiap sisi rumah ini karena bagi mereka ini adalah rumah kedua.


"Berarti semua sudah selesai ya? sesuai kesepakatan kemarin 3 bulan lagi akan diadakan akad. Nak Abi masih ada orang tua?" Pak camat angkat bicara lagi agar semuanya ceoat selesai.


"Ada pak, kalau di gak salag 2 hari lagi mereka balik dari malaysia, karena Mama kemarin sedang menemani papa perawatan sambil mengecek usaha papa disana."


"Kalau begitu nanti nak Abi jangan lupa cerita ke orang tua nak Abi, begitu juga dengan Zia, telponlah orang tua mu untuk memberitahukan kabar ini agar mereka bisa kemari nanti."


"Iya pak saya memang akan mengatakan semuanya ke orang tua saya." Abi memang ingin sekali cerita ke orang tuanya tapi ingat kondisi papanya disana tidak baik secara telpon saja.


Zia hanya mengangguk duduk disamping Bu camat kembali.


"Kalau begitu bagaimana diskusi acaranya?"

__ADS_1


"Zia mau serahin ke bapak dan Ibu saja,"


"Jadi nak Abi nanti hubungin saya aja untuk mepersiapkan segalanya.."


"Jadi masalah baju dan lain - lainnya gimana?"


"Ini pernikahan yang kedua, Zia hanya mau yang sederhana saja yang didatangi keluarga dekat dan tetangga tidak perlu mewah, Bu bisa bantu Zia kan?" Sebenarnya Zia masih enggan berhubungan atau bertukar pesan dengan Abi secara langsung.


"Nak Abi bisa nanti tanya ke ibu segala yang dibutuhkan Zia." Bu camat mengerti maksud Zia apa.


"Maharnya gimana?" Tanya Abi lagi


"kalau mahar terserah pak Abi saja yang penting tidak merendahkan keluarga saya dan tidak memberatkan keluarga pak Abi."


"Baiklah.." Walau dia tidak mengerti dan tahu keengganan Zia untuk berhubungan langsung dengannya.


"Nak Abi mau makan disini?"


"Tidak bu, makasih. Tidak terasa sudah hampir jam 6 sore, saya permisi pulang dulu buk karena masih ada yang mau saya selesaikan lagi."


"Icha yuk pulang." Icha sedang berjalan menuju papanya saat Abi sedang ingin permisi untuk pulang kerumahnya.


"Huh, epet akhi ukhangna, itha achi au ain ama aak aik." Icha berkata sambil cemberut.


"Nanti Icha juga bisa main sama kakak baik selama Icha mau."


"Phokmise pa."


"Promise. Pak,bu dan Zia saya pulang dulu. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam" Jawab semua


Abipun pulang dengan hati lega dan ntah kenapa dihatinya terdalam merasa bahagia Zia mau menikah dengannya.


Tapi Abi bingung tadi ada banyak tumpukan map berserakan si bawah meja pak camat yang didepannya terdapat note untuk Zia..


"Map apa itu ya? Kok semua untuk Zia? Apa Zia ada pekerjaan lain?"


Abi berbicara dalam hatinya sambil melirik Icha yang sibuk main bonekanya yang berada dimobil.


#Map apa itu ya? Abi penasaran ya? tanya pak camat langsung aja."

__ADS_1


"bantu like,comment and vote ya dears"


__ADS_2