Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Mau gila sendiri aja, jangan ajak - ajak


__ADS_3

Suara merdu Saf membuat semua yang mendengarnya terhipnotis. Inilah kelebihan Saf dalam membaca Alquran sehingga ia sering diikutin perlombaan oleh sekolahnya.


Tepuk tangan riuh menggema saat Saf sudah menyelesaikan bacaannya. Ia turun dan duduk disamping Aif yang sedang kesusahan memangku Icha yang tidak mau duduk sendiri.


"Kak gantian pangku icha ni,pegel kaki Aif." keluhnya


"Baiklah... Icha sekarang pangku kakak Saf ya sayang sambil dengerin itu banyak kakak dan abang yang baca alquran."


"o..e aak." Sahut icha,


Abi duduk dibarisan laki laki sendiri sambil memperhatikan anaknya serta melihat istrinya yang sedang duduk disebelah Zia. Abi tahu maksud Fanny duduk disana tapi dia gak peduli karena hatinya masih kesal.


"Mba kok bisa kenal mas Abi?"


"Apakah pak Abi belum ada cerita?"


"Belum, saya baru balik dari luar kota tadi malam. kemarin disana juga sangat sibuk jadi saya gak sempat buat nelpon mas Abi."


Ziapun mulai menceritakan semuanya hingga dia bisa kenal Abi. Ada sedih di hatinya yang terpaksa dibuka lebar saat mengingat suaminya Farhan kecelakaan tapi Zia berusaha tidak meneteskan air mata walau mendung sudah menghampiri wajah Zia.


"Maafkan suami saya mba, mungkin disini salah saya juga yang pergi disaat suami masih dalam keadaan marah."

__ADS_1


"Semua uda takdir mba. Saya uda ikhlas kok."


"Atau mba mau jadi istri kedua mas Abi? Untuk menebus kesalahan mas Abi, kelihatan Icha juga dekat sama mba dan kasian anak mba gak ada sosok ayah disampingnya."


Sepertinya Fanny tetap teguh dengan pendiriannya dan memanfaatkqn situasi yang ada.


"Maaf mba, saya gak mau. saya uda cukup bahagia sekarang niat nikahpun gak ada."


"Tapi mba, saya sekarang sibuk kerja gak ada yang perhatii mas Abi dan Icha dirumah. kalau ada mba mungkin suami saya bakal gak marah-marah lagi sama saya saat kerja dan icha ada sosok ibu dirumah,


Mba juga gak perlu susah cari uang lagi, anak-anak mba dapat kasih sayang ayahnya lagi. Kita sama-sana untung mba." Fanny semakin gencar menghasut Zia,hubungan sudah ibarat sebuah negosiasi.


"Maaf mba sekali lagi, dari ucapan mba kayaknya mba ada salah dalam berfikir. Kalau mba mau gila sendiri aja. Jangan ajak - ajak saya.."


"Siapa yang juga gila, akukan hanha menawarkan sebuah keuntungan, hidupkan sekarang harus realistis, aku masih butuh cinta dari mas Abi dan mungkin dia butuh uang dan sosok ayah buat anaknya, kan adil." Fanny berkata-kata sendiri.


Icha sangat senang diatas panggung dia merasa jadi artis dadakan yang dilihat banyak orang.


Ziapun langsung menggendong Icha saat diatas panggung takut icha lari - lari dan terjatuh.


"Mama, piala ini Saf hadiahkan buat mama. mungkin saat ini Saf baru bisa memberikan piala - piala di dunia ini untuk mama tapi Saf janji bakal memberikan mahkota surga diakhirat untuk mama dan ayah disurga kelak. Terima kasih sudah bimbing Saf hingga Saf bisa jadi seperti ini. terima kasih ma, mamalah panutan hidup Saf didunia dan akhirat."

__ADS_1


Saf mengatakannya sambil menangis, Ziapun ikut menangis dia memeluk Saf dengan sebelah tangannya, Aif ikut memeluk belakang tubuh Zia.


Tepuk tanganpun bergema kembali sampai saat Saf menutup kata -katanya dan turun dari pentas.


" Selamat ya Saf semoga kamu menjadi anak yang sholeha." Ucap Abi yang sudah menunggu mereka turun kebawah sambil mengusap kepala Saf yang tertutup hijab.


"Sama - sama om."


"Selamat ya Saf."


"Makasih tante" sambil menyalim Abi dan Fanny.


"Udah sore, kalau gitu kami pulang duluan ya pak Abi dan mba Fanny. Assalamualaikum." Sambil menurunkan Icha dalam gendongannya.


"Da..da.. dek icha kakak pulang dulu." kata Aif


" dha.. dha... aak." Sahut Icha


Abipun menggendong Icha dan mau mengajak icha pulang karena ia tadi tidak urus cuti dikantor, dia membawa kerjaannya kerumah agar bisa dikerjakan setelah menemani anaknya.


"Mas, bagaimana kalau mas menikahi mba Zia?".....

__ADS_1


#kekeh banget Fannylah..#


#like,comment and vote ya dearss#


__ADS_2