
happy reading..
🍇🍇🍇
"Aduh saking kecapekan landing malam, besoknya langsung ujian seleksi aku lupa hubungin mas Abi sudah sampai, tapi mas Abi kok gak ada menghubungi ya? Apa mas Abi marah?" Fanny baru tersadar dia sudah tidak menghubungi suaminya dua hari.
Fanny langsung mencari kontak Abi dan segera mengirimnya pesan.
"Mas, maaf aku lupa kasih kabar, Aku sampai dengan selamat, sekarang lagi sibuk - sibuknya ujian seleksi mas. Nanti malam aku telpon ya mas. miss u."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dibelakang ada kolam ikan kecil, biasa kami mancing disana sekalian bakar ikan pak Faiz, Pak Faiz mau mancing?" Sahut Rahman
"Sejak kapan papa suka mancing?" Tanya Rani setahunya suaminya gak pernah mancing.
"Kan dari dulu memang papa jago mancing ma, mancing cinta mama." Sambil menaik turunkan Alisnya
Rani langsung merona malu karena digoda di depan calon besannya.
"Kalau saya hobi menyiram pak Faiz."
"Menyiram apa pak Rahman?" Sambut Faiz
"Menyiram cinta hingga tumbuh harum mewangi."
Kedua lelaki paruh baya itu tertawa keras lain dengan istrinya yang malu digoda depan anaknya.
Abi memasang muka jeleknya pada kedua lelaki yang sudah punya cucu itu karena tidak ingat umur,
Iri ? Pastilah, tapi siapa yang bisa dia goda sekarang, menggoda Zia sebelum Abi buka mulutnya mode galak uda on duluan.
__ADS_1
"Kalau gitu ayo kita mancing dibelakang pak Faiz, biar ibu - ibu ini menyiapkan bumbu. Kita bakar ikan saja untuk makan siang." Rahman mengajak Faiz kebelakang yang disambut semangat oleh Faiz.
Rani, Fatma dan Zia pergi kedapur menyiapkan segala sesuatu untuk makan siang.
Abi? lebih memilih mengekor Papanya dari pada sendirian di ruang tamu.
Abi duduk di cakruk, ia tidak ikut memancing lebih memilih melihat dari sana.
Bip..bipp
Abi membaca pesan itu tanpa mau membalasnya, beberapa hati ini Abipun seperti melupakan istrinya karena sibuk menyelesaikan masalah dengan Zia.
" Selalu mementingkan diri sendiri, kenapa ia tidak bertanya, aku sudah makan belum, gimana kabarku disini? Apakah aku membutuhkannya? Apa sebenarnya aku bukan yang utama dihatimu Fanny."
Abi seorang lelaki yang gimanapun fitrahnya ingin dimanja istrinya,diberi perhatian mendapatkan pelukan sayang disaat beban datang dipundaknya.
"Andai kebahagiaan bisa beli dengan harta ku, akan aku beli itu,, sekarang apa arti kebahagiaan dan kesetiaan jika kau abai dengannya." Abi berbicara dengan lirih.
"Papa..!" Icha mengaggetkan Abi
"Eh, anak papa uda puas mainnya?"
"Di chini ennak pa, adi itha ihat chapi, acih mam chapi akek umput, ain di chawah,, ennak anget pa." Cerita Icha
"Lalu mana kakak - kakaknya?" Abi tidak melihat anak- anak Zia disana.
"Aak adi dicukhuh nenek awa mathanan e chini pa."
Mata Abi melihat Zia seperti keberatan membawa tikar langsung berdiri menuju Zia membantu membawa tikar.
"Sini biar abang bawakan dek."
__ADS_1
"Makasih."
Saf dan Aif membawa piring dan sendok sedangkan ibu - ibu membawa bumbu dan lainnya.
Semua bahan di taruh di caruk, Abi membantu Zia menggelar tikar.
"Kenapa Pak Abi memanggil saya adek dan apa tadi abang? sejak kapan kita jadi abang adek?"
"Kok jadi manggil pak lagi?" Tanya Abi tidak terima, "Biar beda aja, kata kamu aku lembaran baru, kalau panggilan mas juga sama aja seperti memanggil suami kamu dulu."
"Tapi saya geli dengarnya Abang? Adek? seumur -umur saya gak pernah dipanggil adek, terbiasa dipanggil kakak."
"Emang umur kamu berapa? Mau lebih muda atau tua kan kamu harus menghormati saya nanti."
" Ya lah,, yang gila hormat."
"Kapan selesai gelar tikarnya kalau kalian cerita terus?" Tanya Rani karena sudah pegel berdiri, cakruk sudah penuh makanan.
"Silahkan duduk ma." Tawar Zia dan tanpa syngkan langsung duduk.
"Anggap rumah sendiri." Rani bicara dalam hati.
"Ikan datang..!!" Teriak Rahman dan Faiz..
Merekapun membakar ikan dan memakannya dengan senda gurau, cuaca sangat mendukung kegembiraan mereka tidak panas ataupun dingin tapi banyak angin sepoi - sepoi bertiup teduh dengan rindangnya perpohonan serta nada alam dari kicauan burung ikut menyemarakkan semuanya, begitu penuh kehangatan disana hingga tidak terasa sehabis ashar mereka balik kembali ke kota membawa hati yang penuh kegembiraan.
"Zia mau mampir kerumah mama?"
#mama Rani tarik zia terus kemana mana.#
#bantu like,comment and vote ya dears.#
__ADS_1