
Happy reading...
🍇🍇🍇
"Kamar mandinya dimana? Mas mau mau mandi dulu dan istirahat."
"Mau mandi bareng gak mas?"
"Jangan sekarang Fanny mas capek..."
"Baiklah, mas mandi dikamarku aja. Disana.." Abi segera melangkahkan kakinya karena tubuh dan pikirannya butuh didinginkan kali ini... Belum capek perjalanan ditambah lagi Fanny yang mulai berulah lagi. Membuat Abi ingin berendam sejenak menetralkan emosinya...
"Loh mas udah pakek baju?" Fanny bingung dan memicingkan matanya, tidak biasanya Abi memakai baju langsung dikamar mandi.
"Iya, mas sekarang udah biasa pakek baju dikamar mandi." Abi berusaha berkilah padahal ia hanya masih ingin menghindari Fanny yang tidak pernah bisa membuat hatinya damai.
Wajah Fanny yang mendengar perkataan Abi berbinar senang..Apakah ini bertanda Abi masih menjaga jaraknya dengan Zia? Bukankah itu berarti Abi masih setia dengan cinta Fanny?
"Ya udah mas istirahat dulu, nanti makan siang datang aku bangunin." Abi segera menjatuhkan bobot tubuhnya ke kasur yang lebih nyaman untuk diselamin dari pada hatinya yang kini terasa begitu pekat.
Fanny yang melihat Abi tidur dengan segera mengambil Handphone Abi.. Ia sempat melihat ada pesan Zia masuk disana tapi dengan segera ia hapus...
Fanny mencari sesuatu di tasnya yang telah ia persiapkan tadi pagi sebelum menjemput Abi.
"Maafkan aku mas, aku hanya ingin dua hari ini benar - benar hanya untuk kita tidak ada yang lain."
Fanny langsung meletakkan handphone Abi ke tempat semula. Setelah melakukaj keinginannya Fanny menginjakkan kakinya ke kamar mandi, membersihkan dirinya agar bisa memanjakan Abi nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok..tok...
"Ma..Mama..!."
__ADS_1
"Kenapa Shaf kok teriak - teriak?"
"Itu ma, dek Icha tiba - tiba badannya panas.."
"Ya Allah,,kok bisa?" Padahal baru sebentar ditinggal Abi kenapa Icha langsung tidak enak badan?
Zia langsung bergerak cepat ke kamar anak - anaknya,,,
"Bunbun.,,annas bun,,,."
"Buka bajunya ya sayang, biar panasnya pergi jauh..."
"Ndak auu bun,, ingiinnn."
"Buka dulu baju Icha ya sayang, kita ganti baju yang tipis aja,, nanti biar gak dingin biar Icha mama peluk.." Icha mengangguk lemah mengikutin kata Zia.
"Bun..Papa bun"
Zia langsung menuju dapur membuat kompresan hangat untuk Icha...
"Lagi apa Zia?"
"Icha tiba - tiba panas badannya pa.."
"Apa?!" Rani yang sedang nonton Tv mendengar percakapan Zia dan Faiz terkejut berlari ke kamar cucunya.
"Sini biar papa bawakan."
"Makasih pa."
Zia dan Faiz menyusul Rani yang sudah duluan melihat Icha dikamarnya..
"Pa, apa kita bawa aja Icha kerumah sakit ya?" Rani kelihatan sangat khawatir dengan keadaan Icha..
__ADS_1
"Ma,, biar kita kompres dan beri obat penurun panas dulu aja ma, nanti Icha biar tidur dikamar Zia aja..kasian kalau dibawa kerumah sakit...Mungkin daya tahan tubuh Icha lagi gak bagus ma."
"Mama beneran bingung, udah lama gak ngurus anak kecil. Tolong jagai Icha ya,,, kalau ada apa - apa panggil mama dan papa."
"Iya ma.."
Rani dan Faiz memasrahkan Icha pada Zia,, Mereka juga tidak tega kalau sampai dirumah sakit nanti Icha harus diinpus atau apapun itu...
Zia dengan telaten mengurus Icha, tidak sedikitpun ia berani menghubungi Abi, Zia tidak mau membuat Abi khawatir hingga tanpa terasa siang menutup tirainya hingga kegelapan yang terasa di pandangan mata.
"Bunbun,, " Ucap Icha dengan lemah..
"Ya sayang.."
"Mau tepon papa.." Kini Icha yang sedang tidur bersama Zia ingin berbicara dengan Abi...
Zia tampak bingung... Hari sudah malam, ia takut mengganggu Fanny dan Abi disana tapi disini anak mereka juga lagi sakit.
"Bunbun Coba telpon ya..."
Zia mencoba menghubungi Abi berulang kali tapi nomor yang ia telpon tidak aktif. Kenapa nomor abang tidak aktif? Pesanku tadi pagi juga belum dibalas..
Zia mendesah berat belum sehari Abi sudah mengabaikannya...
"Bun...lemakhina kok oyang - oyang. Cuakha apa ithu bun bekhisik cheukalli, Icha tatut bun " Icha memeluk erat Zia, memendamkan kepalanya di dada Zia dengan tangan menutup kupingnya, berusaha menghalau suara melengking yang ia dengar.
Jantung Zia berpacu dengan cepat, apa panas Icha makin tinggi? Tapi tadi sudah minum obat pereda demam kan? Ditambah Icha mulai nangis dengan halusinasi yang ia rasakan...
"Kita kedokter sekarang ya sayang..."
#Icha demam Abii#
#Bantu like, comment and vote dears#
__ADS_1