Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Peraturan


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Disinilah Abi sekarang, dikamar yang sudah lama tidak berpenghuni dimana ia dulu sering merasakan tidur sendiri dan tempat ia bergelut panas dengan Fanny.


Raga Abi boleh disana tapi pikirannya berada di kamar seberang samping kamar anak mereka.


"Sedang apa Zia sekarang? Apa dia bisa tidur tanpa ada aku disana? Baru pisah kamar aja rasa khawatir sudah gak bisa terbendung, bagaimana nanti jika pisah rumah...Dek, kamu baik - baik saja disanakan? Kamu gak cemburu atau nangiskan? Ingin abang lari memelukmu disana tapi disini ada Fanny yang meminta abang bersamanya...."


Abi duduk di bibir tempat tidur dengan gelisah setelah hari beranjak malam mereka semua memilih beristirahat, Abi sempat bingung mau tidur dikamar mana tapi ia sudah membuat aturannya sendiri. Abi menerawang mengingat kejadian saat dibandara tadi.


Flashback on...


"Zia, kamu duduk dibelakangkan?" Tanya Fanny saat setelah sampai disamping mobil Abi...


"Zia tadi..."


"Iya mba, Zia duduk dibelakang bareng anak - anak." Zia langsung memotong kata - kata Abi yang membuat Abi sedikit kesal. Kenapa Zia tidak memilih duduk didepan bersamanya.


Perjalanan yang tadi terasa dekat kini terasa sangat jauh dan lamban bergerak. Fanny terus bercerita keadaannya saat dikota Y sambil menggelayut manja dilengan kiri Abi. Abi sungguh sangat risih dengan keadaan ini, berulang kali ia berusaha melepas pelukan Fanny tapi Fanny memeluk lengan Abi kembali.

__ADS_1


Abi melirik Zia dari spion mobil dalam, Ia ingin melihat apa yang sedang dilakukan istri keduanya itu. Abi melihat Zia memejamkan mata dengan menopang dagu menahan berat kepalanya dan mengarahkan pandangan ke arah jendela. Sedangkan Icha tertidur dengan kepala dipangkuan Zia lalu badan dan kakinya dipangkuan Saf yang tertidur saling bersandar kepala dengan Aif, terlihat tangan kanan Zia mengelus sayang pucuk kepala Icha yang menandakan Zia tidak sedang tertidur.


"Fanny bisa lepas gak tangannya? Mas lagi nyetir.." Pinta Abi sambil tetap matanya sering mengambil sembunyi melihat Zia dibangku belakang.


"Kenapa sih mas? Fanny..Fanny...Fanny...Mana panggilan sayang biasanya? Aku kangen banget sama kamu nas dan rindu mendengar kata - kata sayang dari kamu." Jawab Fanny dengan nada manjanya.


Perkataan Fanny membuat Abi terdiam seribu bahasa, bagaimana ia akan memanggil sayang disaat ada Zia juga disamping mereka....


"Mengertilah keadaan sekarang Fanny, sekarang ada dua hati yang harus mas jaga, jadi tidak akan ada panggilan sayang disaat kita sedang bertiga." Abi mulai membuat peraturan untuk rumah tangga yang ia jalanin sekarang.


Fanny menarik pelukan tangannya dengan kasar...


"Mas, nanti malam kamu tidur dikamar kitakan? Sudah lama kita tidak bersama, harusnya banyak waktu yang kita nikmatin bersama setelah aku pulang." Fanny merasa ia harus mengambil hati Abi kembali yang terlihat sudah mulai acuh dengannya. "Zia, mba benarkan? Mas Abi harus mengganti waktu yang lama saat tidak bersama mba?" Tanya Fanny dengan menekankan semua kata - katanya untuk Zia.


"Kalau itu tanya mas Abi aja mba, kan dia nanti yang membagi waktunya." Zia tetap berusaha tenang dengan tetap memejamkan mata dan tidak mengalihkan pandangannya walau sejenak, sebenarnya dari tadi ia menahan himpitan yang menyesakkan melihat Fanny yang selalu bermanja ke Abi.


"Ternyata ini rasa sakit saat melihat suami bermesraan dengan yang lain...Zia kuat Ya Allah...Zia kuat... Ingat Zia, abang bukan milikmu sendiri...." Zia menguatkan dirinya sendiri.


"Soal itu,, Mas udah menentukan waktunya. senin - rabu mas bersama Fanny, kamis-sabtu bersama Zia, hari minggu hari keluarga kita dan hari mas sendiri. Dan satu lagi tidak ada kemesraan yang harus diumbar diluar kamar jadi mulai sekarang jaga sikap saat kita diluar Fanny agar tidak ada hati yang tesakitin.


"Kenapa harus ada peraturan mas? Aku gak mau diatur seperti itu atau jangan - jangan ini alasanmu aja agar bisa jauh dariku?" Fanny memandang Abi dengan sengit.

__ADS_1


"Jaga kata - katamu Fanny, rendahkan suaramu. Kamu gak lihat ada anak - anak disini? Tidak ada yang bisa membantah, ini keputusanku. Kalau dulu aku hanya menjaga hatimu sepenuhnya tapi ingat sekarang ada satu hati juga yang harus aku jaga perasaannya.


Fanny makin memperlihatkan kekesalannya, bukan ini yang dia mau. Kenapa semua rencana manis yang sudah ia angankan buyar seketika? Kini Fanny memilih diam, ia tidak mau membuat Abi marag dengannya.


flashback off


"Mas..." Seketika lamunan Abi buyar mendengar Fanny memanggilnya...


"Fanny,,kamu..." Abi terkejut melihat penampilan Fanny yang baru keluar dari kamar mandi.


"Kamu selalu suka aku berpakaian seperti inikan mas?" Fanny mendekatin Abi tapi tidak tahu apa respon tubuh Abi malah menolak dan memundurkan tubuhnya.


"Pakai piyama biasa aja Fan,, mas capek hari ini."


"Aku hanya meminta hakku mas...Sudah lama mas tidak memberinya..." Pinta Fanny dengan suara yang sengaja dibuat semanis bunga yang memikat lebah dan ingin duduk dipangkuan Abi tapi Abi makin mundur kebelakang hingga Fanny jatuh diatas tubuh Abi yang tidak siap menahan tubuh Fanny.


"Kenapa ini? kenapa aku merasa tidak nyaman seperti ini? Biasanya saat Fanny mendekat sesuatu sudah mulai bereaksi tapi ini.....Abi ingat Fanny juga istrimu, dia berhak mendapatkan nafkah batinnya..."


#Abi gelisahkan...#


#Bantu like,comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2