Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Mimpi buruk yang nyata


__ADS_3

Suratan takdir apa ini Ya Allah? kesedihannya sangat membuatku ingin menguliti tubuhku agar merasakan sakit dan perih seperti dirasakannya. Kejadian ini tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Aku seperti penjahat yang tak berhati nurani sudah merenggut kebahagiaan wanita itu.


Dia pingsan di depan mataku, untuk membantu membopong tubuhnya pun aku tidak sanggup. Tubuhku seperti terpaku di bangku kayu panjang ini sedangkan kakiku seperti mengalami mati rasa tidak bisa aku gerakkan untuk berdiri dan melangkah.


Aku lihat polisi dengan sigap mengangkat tubuh wanita itu tapi dari kejauhan begitu banyak derap kaki menghampiri kami.


"Mama..!!" Aku dengar suara anak-anak memanggil wanita itu.


Ya Allah bukan hanya kebahagiaan wanita itu yang aku renggut tapi aku juga sudah merenggut kebahagiaan anak-anak itu.


"Ya Allah Zia, Pa cepat tolong Zia pa, dia pingsan!!" Histeris Bu Camat sambil menyuruh pak camat memanggil bantuan medis.


Aku hanya bisa mengintip dari jendela sekarang setelah aku kuatkan hatiku untuk ikut berdiri mengikuti tempat perawatan wanita itu.


Aku bisa melihat kehangatan dan betapa sayang anak-anaknya kepada mamanya. Bagaimana saat mereka tahu ayahnya sudah tiada? Mimpi buruk ini sangat nyata, aku ingin bangun tapi ini kenyataan.


Aku hanya bisa menatap nanar melihat kesedihan anak-anaknya melihat mamanya pingsan.


Subhanaallah kasih anak membangunkan pingsannya tapi aku tidak sanggup melihat raut sedih diwajahnya. Aku hanya bisa menunggu dibalik dinding dekat pintu ruang rawatnya.

__ADS_1


Seketika aku mendengar pintu terbuka. Aku melihat dia melangkah di papah seorang Ibu. Apakah itu ibunya aku juga tidak tahu tapi dia dari awal sampai sekarang seperti tidak sadar akan kehadiranku.


"Tu..Tunggu..!" Aku memberanikan diri memanggilnya.


Sungguh besar hatinya Ya Allah dia memaafkanku tanpa meminta dan menuntut apapun. Dia terima semua dengan ikhlas jalan takdir yang Engkau beri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abi dengan sigap mengikuti pak camat untuk mengatakan dia akan menanggung semua administrasi dan bertanggung jawab dengan semua perbuatannya.


" Nak.."Seakan mengerti Abi langsung memotong perkataan pak camat.


"Nak Abi,soal pertanggung jawaban bagus nanti saja seminggu setelah ini. Karena hati Ziapun pasti lagi kacau dan tidak bisa diajak diskusi." Jelas pak Camat.


"Maaf pak sudah membuat anak Bapak dan cucu bapak menderita." Sesal Abi


" Saya Camat dikomplek area rumah Zia tapi Zia sudah kami anggap anak kami, selain dia baik, sopan dan taat agama Zia juga orang yang ceria. Baru kali ini bapak lihat dia menangis, biasa hanya senyum dan keceriaan yang ada diwajahnya sedangkan keluarga Zia sendiri sudah menunggu semua dirumah." Jelas pak camat panjang lebar memikirkan Zia yang tidak seperti dirinya sendiri.


"Kalau begitu, boleh saya minta alamat rumahnya pak?"

__ADS_1


"Ini alamat rumahnya dan ini no handphone saya, maaf saya tidak bisa kasih no handphone Zia. Zia tidak suka berkomunikasi dengan lelaki terlau dekat."


"Iya pak, saya mengerti."


Setelah semuanya sudah usai diurus Ziapun pulang bersama anak-anaknya termasuk jugq dengan Farhan tetapi tidak axa senda gurau disana yang ada hanya keheningan dan kesedihan.


" Zia....." Ntah kenapa hati Abi begitu ingin memanggil nama itu.


Sungguh kacau hari Abi, meeting kacau dan dia lupa memberi kabar dikantornya, puluhan panggilan tidak terjawab ada dihandphonenya.


Istri tempat berkeluh kesah dirumahpun tidak ada. Orang tuanya masih sibuk di luar negeri, kalau Abi menghubungi mereka Abi takut membuat mereka khawatir apalagi papanya ada riwayat sakit jantung.


Sepertinya gimanapun dia harus kekantor untuk menjelaskan yang terjadi.


Abipun mencari taksi untuk membawanya menuju kantornya..


#happy reading#


#Semangat dengan Abi dan Zia#

__ADS_1


like,comment n vote yah


__ADS_2