Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Hari pernikahan


__ADS_3

happy reading


🍇🍇🍇


Dari subuh Zia sudah di rias di kamarnya, ia memakai kebaya putih yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya tapi jatuh indah ditubuh Zia hingga mengikuti kemana tubuh Zia bergerak terdapat beberapa kilauan payet menghiasi kebaya hingga menambah sinar kecantikan Zia.


Zia menatap pantulan dirinya didalam cermin yang sedang di make up, ini kali kedua ia berdandan dan memakai kebaya untuk hari yang sangat sakral.


Kali ini mungkin Zia mengakui dia lebih terlihat cantik karena kebaya pemberian calon mertuanya ditambah makeup flawless yang menyatu dengan sempurna, mata yang dihias dengan eyes shadaw rose gold, terlihat bulu mata lentik tanpa hiasan bulu mata palsu, alis yang sudah tebal dan tertata rapi tanpa harus dicukur, pipi Zia yang sedikit chubby diberi blush on berwarna browngold hingga terkesan sedikit tirus, bibir dengan warna nude terlihat semanis gulali. Ya Zia lebih terkesan manis dari pada glamour karena makeupnya yang tidak terlalu berlebihan.


Rumah Zia yang kecil terlihat padat dan ramai dengan warga yang saling membantu dan anak-anak yang hilir mudik disana.


Taman kecil dirumahnya telah disulap dengan indah dua bangku putih berpasangan saling bersebrangan dengan meja putih yang dihiasin berbagai bunga sebagai batasnya dan ada juga beberapa bangku yang berbaris panjang penuh kerapian disana. Sangat sederhana, tidak ada pelaminan yang akan didudukin kedua mempelai karena sehabis akad nanti sore harinya mereka akan mengadakan barbeque bersama keluarga dan warga komplek disekitar rumah Zia.


Saf dan Aif tidak kalah cantik memakai gaun yang senada dengan Icha nantinya, mereka hiruk pikuk dirumah tanpa bisa diam bersama teman-temannya tanpa takut gaun mereka terkena kotoran.


Zia membawa tangannya tepat dibagian jantungnya, sangat terasa debaran kencang disana karena sebentar lagi keluarga mempelai lelaki pasti sudah sampai disini.


"Zia..."


"Bapak.."


"Gimana perasaanmu sekarang nak?"


"Zia deg-degan pak."


"Masih bisa deg-degan gitu?"


"Bapak ini, ya masih lah pak, kalau gak deg-deg mati dong Zia.."

__ADS_1


"Eh ngomongnya.."


"Bapak yang mulai duluan tadi." Sungut Zia dengan bibir yang dimanyunkan.


"Udah besar juga masih suka ngambek kayak anak kecil," Bapak menghampiri Zia yang duduk di tempat tidurnya, " Kamu bahagia nak?"


"Zia gak tahu pak, harus bahagia atau sedih. Bahagia masih ada surga lain tempat Zia menabung pahala, sedih karena Surga yang Selalu Zia inginkan selalu bersama Zia sekarang harus berganti."


"Kamu tahukan jodoh termasuk dalam ketentuan Allah, sebanyak apapun menghindar kalau jodoh pasti ketemu, "


"Iya pak Zia ngerti."


"Zia ingatlah sayang seberat apapun nanti tetaplah disamping suamimu, jadilah kekuatan untuknya dikala ia lemah, jadilah tempat berteduh disaat ia sedih, jadilah tempat berlindungnya saat panas menusuk hati, jadilah kehangatan disaat ia merasa kedinginan.


Suami adalah seseorang yang mandiri tetapi sejatinya ia ingin dimanja,diperhatikan dan diperlakukan secara hormat.


Berikanlah senyummu dan pelukanmu selalu karena itu akan menjadi obat lelah saat ia lelah dalam bekerja dan penat dalam berbagai masalah.


"Iya pak, inshaallah akan Zia lakui..." Zia menatap sendu mata tua Bapaknya.


"Tapi jika ia menyakitimu secara fisik dan batin melanggar batasannya, bapak siap menjadi tempat pulangmu nak, ini tangan yang dulu menggendong - gendongmu, masih sanggup menggendongmu disaat dirimu tidak sanggup berdiri lagi.


Ini kaki yang selalu mencari nafkah agara kau tumbuh dewasa masih sanggup memberikanmu kehidupan saat keputusasaan menghampirimu.


Ini tubuh yang terlihat tua tapi masih kuat untuk selalu memeluk dan mendekapmu hingga tidak akan pernah mengizinkanmu terluka."


"Bapaaakk." Zia memeluk Bapaknya dengan erat..


"Jangan menangis nak, berbahagiahlah...karena kebahagiaan itu kita yang cari bukan ia yang menghampiri."

__ADS_1


"Iya pak, makasih Zia sayang bapak." Terlihat air mata sudah keluar membasahi pipi Zia..


"Belum juga di akad udah nangis, luntur tuh makeup. nanti dikira bukan nikah sama bidadari tapi sama badut."


"Bapak tadi buat Zia sedih ini uda ngeledekin lagi.."


"Ha ..ha...ha..Bapak gak sanggup ngelihat putri bapak sedih lama- lama. Ya uda bapak keluar dulu. Kamu disini aja sampai akad selesai. Mungkin sebentar lagi mereka sampai."


"Iya pak.."


Zia sekarang sendiri dikamar, ia mengambil figura suaminya diatas meja nakas.


"Mas,,, terima kasih atas semua curahan kasih sayang yang selalu berlimpah untukku, kisah Zia dan Farhan kini sudah selesai walau akhirnya mas meninggalkan aku dahulu tapi bagiku ini adalah kisah yang paling indah dan bahagia. Banyak hal yang telah mas berikan, banyak hal yang mas lakukan, dan banyak hal yang mas suarakan, semua sudah tersusun rapi di buku kisah kita, tiada yang bisa menyamakannya karena semua punya cerita berbeda. Zia akan membuka buku baru mas dan Zia belum tahu ceritanya akan seperti apa tapi yang Zia yakinin adalah mas akan tetap di sisi hati Zia yang bertulis kenangan.." Zia tersenyum memandang wajah Farhan disana sambil membelai dengan lembut.


"Selamat tinggal mas, semoga kita bisa berjumpa lagi disana kelak."


Zia meletakkan kembali figura suaminya di meja nakas.


Dari luar terdengar sorak sorai yang meriah yang menandakan mempelai pria sudah datang...


Kegugupan Tiba-tiba datang menyerang Zia, ia duduk kembali di tempat tidurnya..


"Bismillah, Ya Allah lancarkanlah dan ridhokanlah jalan yang telah Kau tetapkan Ya Allah." Doa Zia sambil menautkan kedua tangannya..


"Nak.."...


#semoga lancar ya Zia#


#bantu like,comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2