Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Mudahnya waktu berlalu


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Sejak honeymoon dadakan yang hanya semalam di Villa, waktu berlari begitu cepat tanpa memberi jeda untuk nafas yang sudah tidak beraturan mengejar waktu yang kian menjauh.


"Abang berangkat sekarang ya dek...."


"Abang hati - hati disana ya,, titip salam ke mba Fanny ya bang."


"Iya nanti abang sampein, anak - anak papa ada mau titip sesuatu gak?" Abi mengambil penerbangan pagi agar tidak terkena macet ibukota yang mengusik kesabaran, Setelah melaksanakan subuh, Abi berniat langsung ke bandara.


"Apa aja pa, yang penting makanan.." Jawab Saf


"Aif juga makanan pa,, kenyang dimakan."


"Icha mau chepung ya pa, biakh bicha buat dedek bayi."


"Kalau itu uda dari kemarin papa beli, Icha tinggal tunggu dedek bayi ada disini." Abi mengelus perut Zia dengan lembut sambil mengedipkan mata ke Zia.


Abi benar - benar mau digigit bibirnya sama Zia ni, sembarangan aja bicara. Bagaimana kalau Icha nagih adik terus ke Zia?


"Ya udah, papa takut ketinggalan pesawat. Baik - baik dirumah ya, hari minggu papa udah pulang kok. Jagai mama ya, awas diculik orang mamanya." Pesan Abi ke anak - anaknya.


"Abang,,," Zia memberi tatapan mematikan ke arah Abi.


"Hehehe.. Ya udah papa berangkat dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Akhirnya Abi pergi menemui hati meninggalkan Zia dengan berbagai perasaan dihatinya.


"Abi sudah pergi Zia?" Tanya Rani yang sedang duduk di ruang Tv


"Sudah ma.. ."


"Mama dari dulu sangat berat jika Abi bersama Fanny." Rani menghela napasnya sangat berat.


"Mama jahat gak sih, lebih berpihak denganmu dari pada Fanny?"


"Mama gak salah, tidak ada yang bisa mengatur kadar perasaan, terkadang dengan anak sendiri juga kita bisa suka membedakan. Tapi jangan terlalu terbawa dengan perasaan, karena bagaimanapun mba Fanny juga punya perasaan. Disaat dilihatnya nanti mama pilih kasih pasti hatinya akan tersinggung yang menyebabkan iri hati."


"Seberapa besar perasaan kita baik suka atau tidak jangan sampai kita tunjukan ke orangnya ma..Mungkin dia berpikir itu terbaik untuk dia tapi tidak baik dimata kita.."

__ADS_1


"Zia juga bingung sih cara jelasinnya..Hehehe.."


"Kamu bener kok nak,, mama hanya berharap rumah tangga kalian baik - baik saja. Baru kali ini mama lihat mata Abi penuh cinta denganmu berbeda saat ia sedang bersama Fanny."


"Udah jangan mama pikirin, kita hanya bisa berusaha hasilnya serahin ke Allah. Kalau terlalu overthingking yang ada ujungnya nanti stress kalau tidak sesuai harapan."


"Anak - anak mana?"


"Tadi mereka kekamar semua, Shaf ngajak adik - adiknya belajar ngaji ma.."


"Shaf uda hapal Alquran ya?"


"Alhamdulillah udah ada dua puluh Juzz ma. Shaf dan Aif bertekad menghadiahi mahkota Surga ke orang tuanya, terutama ke Farhan agar nanti bisa menolong ayahnya disana."


"Semoga Icha bisa ngikutin kakaknya.."


"Kan mama lihat Icha uda mulai pakai hijab. Inshaallah bisa ma, kita akan selalu dukung mereka dalam kebaikan."


"Makasih ya sayang udah nerima Abi dan Icha..." Rani memeluk Zia sebentar.


"Iya ma, Zia juga beruntung dapat mertua kayak mama."


Rani mengakhiri keluh kesah hatinya dengan menceritakan Bagaimana Abi saat masih kecil...Gelak tawa tidak bisa mereka hindarkan saat bertukar cerita...


"Kenapa dilepas si mas? Akukan masih kangen sama kamu."


"Malu dilihatin orang Fanny. Kita mau kemana sekarang?"


"Aku nyewa apartement disini. Kita langsung kesana aja ya mas."


"Acaranya jam berapa?"


"Nanti malam mas, sekalian ngadain party kecil - kecilan."


"Besok mas udah harus pulang banyak kerjaan gak bisa ditinggal."


"Its okey mas, yang penting mas udah disini dan kita bisa melepas rindu sejenak." Fanny menggelayut manja di lengan Abi.


"Ternyata benar semua yang aku rasakan dulu bukan cinta, hanya rasa ingin melindunginya,, perasaan ini berbeda saat bersama Zia...."


"Mas,,, Mas kangen kan saat kita berdua gini?" Abi hanya membalas dengan senyuman sambil membelai punggung tangan Fanny yang masih bertengger mesra dilengannya.


Abi melajukan mobil kantor Fanny menuju apartemen temlat Fanny melepas lelahnya.

__ADS_1


"Mas..."


"Ya Fanny.."


"Fanny mulu panggilannya, aku mau dipanggil sayang mas..biar romantisss."


"Iya sayang.. kenapa ehmm?"


"Aku udah membalaskan dendamku ke Bagas.."


Ckitttttt


Abi mengerem mobilnya mendadak hingga mendapat makian dari beberapa kendaraan dibelakangnya, dengan segera Abi meminggirkan mobil ditempat yang aman.


"Apa kamu bilang?"


"Iya, aku udah membalaskan semuanya dan sebengar lagi perusahaan papa akan jadi milikku mas. Aku hebatkan mas?"


"Sampai kapan kamu kejebak sama permainanmu Fanny? Pernah gak kamu mikir resiko yang akan didapatkan nantinya hah?!"


"Mas kok jadinya ngegas sih,,,? Harusnya mas seneng aku bisa mencapai apa yang aku mau.."


" Terserah kamu,,,nanti kita bicarai lagi..."


Kali ini perjalanan tanpa ada yang ingin berkata, keduanya diam dalam kebisuan dan pemikiran masing - masing...


Fanny lebih memilih diam, dia tidak mau merusak suasana hati abi lagi....Ia harus bisa mengambil hati Abi .....


Fanny mengambil handphonemya didalam tas dan mengetik sesuatu setelah selesai ia meletakkan kembali handphonenya dan tersenyum samar...


Ting...


Sebuah pesan masuk ke handphone Zia...


Zia, mas Abi sudah sampai dari bandara, maaf ya mas Abi lupa menghubungimu, sepertinya ia terlalu kangen sama mbak jadi mbak inisiatif kasih tahu kamu agar gak khawatir disana. Kami udah gak sabar menikmatin waktu berdua disini..makasih yah udah rawat mas Abi,, dia kelihatan makin tampan...


Zia terpaku ditempatnya? Untuk apa lagi mba Fanny mengirim pesan kepadanya?


"Apa sebenarnya inginmu mba?" Zia cemburu? istri siapa tidak cemburu jika suaminya bersama yang lain tapi Zia selalu menekan hatinya, Abi bukan hanya miliknya sendiri. Jadi kenapa harus perlu dikatakan apa yang sedang mereka lakukan? "Kalau mba ingin aku cemburu,,ya aku cemburu mba, tidak perlu mba katakan apapun rasa itu pasti ada"


#Zia jangam goyah yah dengan pendirianmu#


#Bantu like comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2