
Happy reading
🍇🍇🍇
Zia tampak berpikir keras kenapa suaminya pergi tanpa pamitan? Sampai Zia menyusul Abi ke depan rumahnya tapi mobil Abi juga sudah hilang dari pandangannya.
Berulang kali Zia berpikir dimana letak kesalahannya, hingga ia melirik paperbag yang diberi mertuanya tadi kepadanya.
Tidak mau ambil pusing karena Zia memang tidak melakukan kesalahan, ia lebih memilih melihat apa isi paperbag yang diberikan Rani untuknya.
"Wah.." Bola mata Zia membesar melihat baju haram yang untuk dipakai diluar tapi halal untuk suami terkibas lebar ditangannya, terlihat sangat mewah dan cantik berbeda dengan koleksinya yang murah meriah tapi tetap menggoda.
Ada satu sifat Zia yang masih belum Abi ketahui hingga membuat Farhan dulu tidak berdaya dan kelimpungan oleh sebab itu begitu banyak koleksi baju haram yang Zia beli agar suaminya selalu siap siaga saat Zia menginginkannya.
Zia jadi teringat bagaimana saat dia dengan jahilnya menggoda Farhan. Tapi ia tepis langsung pikiran mesum itu, bagaimanapun sekarang suami Zia adalah Abi, tidak mungkin ia membayangkan yang sudah tidak boleh untuknya.
Zia membawa baju pemberian Rani ke kamarnya untuk disimpan dengan koleksinya yang lain. Zia sangat senang mendapat hadiah baju haram itu, kini koleksinya bertambah lagi tanpa dipinta.
"Kok bisa jatuh?" Zia menyerngitkan dahinya melihat salah satu koleksi yang sudah lama tidak ia gunakan terjatuh dilantai.
Zia mengambil bajunya yang terjatuh dari lemari, hidung Zia mengendus wangi parfum Abi disana bukan wangi baju yang telah lama tidak dipakai.
"Jangan - jangan abang marah karena ini?" Zia awal merasa tidak nyambung cemburu dengan baju tapi seketika bibirnya membentuk huruf O saat bisa tahu letak amarah Abi.
"Cemburu gak lihat dan mikir-mikir" Dumel Zia sendiri " Tapi gak salah juga sih, kalau cinta bisa lihat - lihat maka tidak akan ada istilah cinta itu buta kalau cinta masih bisa berpikir kenapa cinta bisa membuat bodoh? "
Zia dengan segera merapikan bajunya,
"Salah sendiri pulang dan marah gak jelas.." Kesal Zia merasa Abi yang seperti anak - anak yang tidak suka mainannya disentuh orang.
__ADS_1
Saat Zia dikamar ia mendengar pintu depan terbuka dengan langkah cepat Zia keluar kamar melihat siapa yang masuk tanpa permisi.
"Kenapa abang balik? Tugasnya gimana?" Tanya Zia yang terkejut melihat Abi kembali kerumahnya.
"Lupa tugasnya uda dikerjain. Abang capek mau tidur." Abi masih dalam mode ngambeknya, ia masuk kekamar begitu saja dan tidur menarik selimut.
Kenapa lelaki kalau uda ngambek kayak bayi besar yang harus dibujuk disayang - sayang? Zia mengunci pintu rumahnya dan ikut masuk ke kamar.
Zia membiarkan Abi begitu saja, ia ambil satu baju didalam lemarinya dan pergi masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Bismillah." Ucap Zia meyakinkan dirinya untuk menyerahkan diri seutuhnya untuk Abi.
Zia membuka pintu kamar mandinya, disana masih terlihat Abi masih bergulung dalam selimut, Cuaca memang sangat dingin saat ini, hujan deras membasahi tubuh bumi bertubi - tubi hingga air berlimpah ruah mengalir disetiap celah yang rendah.
Zia berdiri di depan cerminnya sambil melirik Abi dari cermin.
"Ehmm"
"Adek cantik gak ya pakai baju ini?"
"Ya.."
"Kok ya doang tapi gak lihat sih..?" Zia pura - pura memasang nada sedih.
" Ya ni abang li.....hat" Abi kesusahan mengeluarkan kata terakhirnya melihat pandangan di hadapannya seakan air ludahnya menahan ia berkata, tubuhnya tanpa dipinta terduduk untuk melihat dengan jelas yang ada didepan matanya.
"Abang kenapa? Cantik gak?" Zia memutar tubuhnya pelan untuk memperlihatkan bajunya yang samar - samar memperlihatkan lekukan yang tersembunyi malu disana, Zia mengesampingkan seluruh rambutnya ke bahu kiri hingga leher jenjang kanannya terekspos sangat jelas menggoda seseorang yang masih terpaku disana.
Zia berjalan mendekatin Abi yang masih seperti patung yang bernyawa karena jantungnya berdetak hebat belum lagi aliran darah yang sangat deras menghantarkan hawa panas disekujur tubuh Abi.
__ADS_1
"Abang, kok diam aja, Adek cantik gak?" Tangan Zia menyentuh bahu Abi membawa setruman kilat mengembalikan kesadaran Abi yang hilang.
"Adek mau menggoda abang ehm..?" Abi memeluk pinggang Zia penuh hingga Zia jadi kehilangan keseimbangan, membuat ia dan Abi terjatuh sambil berpelukan.
Abi membelai wajah Zia yang berada diatasnya, ternyata ia tidak salah langkah untuk kembali saat dipertengahan jalan tadi, ia berpikir kenapa harus cemburu dengan orang yang sudah tidak ada? Abi masih ngambek karena Zia yang tidak sedikitpun peka dengan yang Abi rasakan hingga ia memilih tidur duluan tapi mata tetap mau terbuka.
"Menggoda suami sendiri halalkan? Abang mau adek goda?" Zia mengerlingkan matanya yang membuat Abi makin gemas dan tidak habis pikir dimana Zia yang pemalu itu?
"Emang adek bisa ngegoda abang gitu?" Suara Abi sudah berubah serak dengan mata yang sayu menahan sesuatu disana yang tanpa Zia godapun sudah tergoda.
"Silahkan dinikmatin sayang..."
Zia mulai membuat Abi kelimpungan dibawah Zia, ingin sekali ia mendominan tapi ia juga tidak rela melewatkan saat - saat Zia menyentuh tiap tubuhnya apalagi tepat ditempat sensitive Abi yang membuat Abi mengeram nikmat..
Hingga malam yang dingin ini tersajikan dengan hidangan hangat dan nikmat yang tidak bisa dibeli dimanapun kecuali dengan pasangan halal.
Abi masih terjaga dari tidurnya, ia menarik selimut tinggi menutupin tubuh Zia yang sudah memakai baju haram itu lagi,
Zia sudah terlelap didalam tidurnya, lelah menghampirinya disaat Abi mulai mendominan dan tak ingin berhenti..
"Abang gak nyangka adek bisa seliar ini. Adek sudah membuat abang ketagihan dan akan memintanya tiada henti. Jangan salahkan abang jika abang benar-benar tidak bisa jauh darimu." Abi terkekeh pelan mengingat kejadian yang baru saja ia rasakan.
Kelegaan ada dihatinya telah memiliki Zia seutuhnya, Abi akui ini pertama kali ia merasakan perasaan yang begitu membuncah dan tidak bisa ia kendalikan saat bersama Zia.
Abi mengecup bibir Zia sekilas dan merengkuh Zia dengan kehangatan agar hawa dingin enggan menyentuh tubuh yang sudah menjadi miliknya...
#ini zia yang unboxing atau abang abi yang unboxing ya?#
#bantu like,comment and vote dears#
__ADS_1