Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Kejarlah hingga kau lelah...


__ADS_3

**Happy reading


🍇🍇🍇**


Pak camat dari tadi sudah siap untuk mendengarkan penjelasan Abi tapi Abi masih terdiam, belum ada sepatah katapun keluar dari mulut Abi.


"Nak Abi, bisa kamu jelaskan?"


"Pak, saya minta maaf atas kelancangan saya pak. Saya tidak ada maksud untuk menyakiti Zia tapi saya terpaksa melakukannya pak karena saat ini saya juga terluka.."


"Maksudnya..."


Abipun mulai mencaritakan dari awal kejadian yang terjadi..


"Tadi saya melihat mobil istri saya di komplek ini pak, saya gak mau berburuk sangka tapi saya fikir ini ada campur tangannya. Kalau saya membiarkan Zia begitu saja kemungkinan kejadian ini juga membekas di warga dan pasti ada yang beberapa makin bertambah jarak dan menjelekkan Zia walau tahu kebenarannya.


Saya gak mau Zia makin tersakiti karena kalaupun saya menolak besok tidak tahu apa yang akan dilakukan Fanny kembali sepertinya mata hatinya kali ini benar - benar sudah mati." Jelas Abi setelah memberitahukan semuanya pada pak camat.


"Astaghfirullah ***** memang suka membuat orang melakukan apapun diluar logika. Jadi apa sekarang rencanamu?"


"Tolong Bapak yakinin Zia untuk menikah dengan saya, ini juga sebagai bentuk pertanggung jawaban saya karena sudah menghilangkan nyawa suaminya pak. Agar Zia tidak kekurangan dan anaknya mendapat sosok ayah."


"Ini berat nak Abi,takutnya Zia tidak mau dan memilih pergi dari sini."


"Saya harus gimana pak? Saya sudah melakukan banyak kesalahan sama Zia." Raut sesal benar benar terlihat di wajah Abi, ia meraup wajahnya frustasi.


"Baiklah, akan saya coba membujuk Zia, tapi apabila Zia meminta beberapa syarat apakah nak menerimanya ?"


"Saya akan menerimanya pak dan saya yakinin Zia tidak akan terluka kembali."


"Menjadi janda memang sulit, lingkungan sekitar yang banyak memandang janda jelek berimbas pada Zia juga tapi ada sesuatu yang mengganjal pikiran saya setelah menikah, apakah Zia tidak akan mendapatkan gunjingan lagi? karena dia akan menjadi yang kedua buat nak Abi."

__ADS_1


Abi terdiam, ia membenarkan kata - kata pak camat bagaimana nasib Zia selanjutnya? saat orang tahu kalau Zia jadi istri kedua. Abi tidak bisa membayangkan Zia yang dihujat kembali oleh banyak orang.


"Saya akan membawa Zia dan anak - anak dari sini pak, saya yang akan menjelaskan dan menjadi tameng buat Zia kelak. Saya janji itu."


"Jangan berjanji nak Abi karena hanya Allah pemilik janji kita hanya bisa berusaha."


"Iya pak., kalau gitu saya pulang dulu pak. Saya harus menyelesaikan kejadian ini dengan Fanny.".


"Baiklah, hati - hati dijalan."


Abipun segera pulang, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia lupa kalau dulu karena ini juga di mencelakai suami Zia dan temannya karena pikirannya sudah kalut dengan apa yang terjadi tiba - tiba hingga Abi sampai kerumah dengan selamat.


Dilihatnya mobil istrinya sudah ada di garasi. Abi berjalan cepat dan berhenti sesaat melihat anaknya yang sedang bermain ditaman.


"Bik, tolong ajak Icha keluar dulu ya bik." Pinta Abi


"Baik tuan" Bibi Nia yang mengerti langsung membawa Icha bermain ke taman komplek perumahan elite itu, ia yakin tuan dan nyonyanya pasti akan bertengkar kembali.


"Fanny..!! Fanny!!" Teriak Abi memanggil istrinya dengan tidak sabaran.


Plak..!


Sebuah tamparan keras mengenai pipi Fanny.


"Mas kau menamparku?!"


"Iya! Kau pantas mendapatkannya!!! Apa yang kau buat tadi di sana Hah?!"


"Mak..maksud mas apa? Aku gak ngerti." Fanny sudah mulai gugup dan suaranya juga merendah.


"jangan pura - pura tidak tahu dan bodoh Fanny, Aku lihat mobil mu tadi disana. Apa yang kau lakukan Fanny?!" Bentak Abi lagi.

__ADS_1


"Kenapa mas tanya lagi kalau sudah tahu? Mas juga tahukan mau ku apa?!" Suara Fanny mulai meninggi lagi.


"Kau benar - benar sudah gila !! Demj ambisimu kau melakukan apapun. Kau mau aku menikahi Zia iya kan?! Baik, aku akan menikahinya tapi jangan menyesal jika akhirnya hatiku akan berpaling."


"Mas aku tahu dirimu, kau tidak perlu mengancamku."


"Kau mau ngejar impianmu itukan? besok sudah mulai seleksinya kan? Pergilah, kejarlah hingga kau lelah... Saat kau lelah semoga aku masih bisa menjadi tempatmu bersandar karena siapa yang tahu waktu? jika ia akan memalingkan hatiku."


Abi sudah menyerah, menyerah dengan keadaan, menyerah dengan semua yang terjadi, ia merelakan istrinya mengejar apa yang ia mau, ia menyerahkan semuanya pada waktu apa yang akan terjadi kedepannya.


"Mas maafkan aku....Aku tidak ada maksud menyakiti hati mas.. ta..tapi ini impianku mas, sudah lama aku ingin meraihnya,, maafkan sikapku mas." Fanny mulai menangis, ia tahu salah tapi tidak semudah itu menunyerah dengan mimpi yang telah ia bangun lama.


"Pergilah Fanny, mas ikhlas. Jam berapa keberangkatanmu? biar mas antar."


"Jam 8 malam mas."


"Baiklah kalau begitu, mas mau bersihkan diri dulu karena ini juga sudah jam 5 sore."


"Makasih mas atas pengertianmu." Fanny mencium bibir Abi sekilas sebelum Abi beranjak pergi mandi.


Abi masuk ke kamar mandi, ia hidupkan shower sambil berfikir keras.


Benarkah sudah keputusannya? Apakah nanti tidak akan ada yang terluka? Apakah ia bisa adil ? Abi benar - benar dalam titik depresinya hingga ia juga tadi menampar Fanny.


Tidak pernah sekalipun ia kasar dengan istrinya, baru kali ini ia melakukannya, menyesal? pasti hati Abi sangat menyesal tapi perbuatan Fanny sungguh tidak bisa dibenarkan..


"Semoga kau bahagia menggapai impianmu Fanny dan semoga masih ada kau dihatiku saat kau lelah dan ingin kembali."


Abi juga bertekad tidak akan menutup hatinhya buat Zia kelak karena nama Zia berhak ada disana juga nanti...


"Zia bagaimana keadaanmu disana sekarang? maafkan keegoisanku membawamu dalam masalahku."

__ADS_1


#Abi lemah banget sama fanny ya?#


#bantu like,comment and votenya ya dears..#


__ADS_2