Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Suami tidak dianggap


__ADS_3

happy reading


🍇🍇


"Icha...maa." Mata Abi berbinar bahagia melihat putrinya sangat cantik memakai hijab, ia belum pernah terpikir putrinya untuk memakai hijab tapi ini....


"Loh mama tadikan ada kirim foto ke kamu Icha pakai hijab."


"Belum sempat Abi lihat ma. Cantik sekali kamu sayang, sini peluk papa." Icha dengan senang hati datang kepelukan Abi.


Abi menutup matanya menghayati pelukan hangat anaknya, ia berharap bisa melihat Icha memakai hijab seterusnya tidak terasa ada sedikit air mata keluar dipelipis mata Abi,


"Kebahagiaan membuncah dihatiku.Aku seperti merasa sudah mendidik anakku dengan benar walau nyatanya bukan aku yang membuatnya berubah."


"Pa, itha ndak ica appasss."


Abi mulai mengurai pelukannya dan hingga saat pandangannya mulai penuh terbuka ia tidak bisa melepaskan pandangannya ke arah itu untuk berkedippun Abi tak mampu..


"Cantik...." Puji Abi dengan suara sangat pelan


"Zia kamu cantik.sekali sayang." Rani langsung menghampiri Zia,memutar tubuh Zia ke kanan dan kekiri.


"Abi gimana penampilan Zia?"


Rani memanggil Abi tapi yang dipanggil tidak bergeming.


"Woi, bangun.. Tidur kok melek matanya.." Faiz menggoyang - goyang bahu Abi dengan kuat agar tersadar dengan tatapannya yang telah membuat Zia malu sekali hingga ia tertunduk dalam tidak berani memperlihatkan wajahnya.


"Ya Allah, Rasanya aku ingin menimpuk kepala Abi jika gak ingat dosa Ya Allah, kenapa ia terus menatapku seolah sajian makanan.." Batin Zia.


"Eh.." Abipun mulai tersadar sambil menggaruk kepalanya.


"Udah kenyang belum mandangnya?" Lanjut Faiz menggoda


"Kenapa aku punya mertua gak punya saringan seperti ini? Batin Zia terus merutuk sendiri.


"Ehm, Cantik kok ma.." Sambil membuang muka karena malu telah ketahuan memandang Zia terlalu lama.


"Ada tong sampah yang bisa buat nutupin muka ini gak ya? Malu bangeeett!!!!" Jerit hati Abi.


"Papa, itha an aak anthik an?" Tanya Icha yang juga sudah berganti pakaian setelah Zia selesai.


"Cantik banget, Kayak princess." Icha sangat senang dengan pujian Abi..

__ADS_1


"Huft, untung aja Icha datang jadi pengalihan." Lega hati Abi.


"Cantik banget cucu Oma, kakaknya juga cantik.- cantik."


"Ma, buat apa baju ini ma? emang kita mau pergi pesta ya? Atau ada acara?" Tanya Saf penasaran


"Loh mama Zia kan.."


"Ma.." Zia memotong kata - kara Rani sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya kita bakal ada acara, nanti malam dirumah mama beri tahu Saf dan Aif ya." Jawab zia dengan sangat lembut.


"Baik ma"


Zia merasa lega karena anaknya tidak banyak menuntut harus tahu saat itu juga.


Rani menarik tangan Zia ke ruang ganti..


" Zia, kamu belum tahu kasih Saf dan Aif?"


"Maaf ma, Zia belum kasih tahu. Baru nanti malam.Zia mau kasih tahu ma."


"Lebih baik segera kamu beritahu, pelan - pelan karena hati seorang anak lebih rapuh. Apalagi kalau dengar cerita dari Abi, Saf sangat sayang ayahnya."


"Ya udah,ganti bajumu biar kita segera pulang."


"Iya ma, makasih ma atas pengertiannya."


"Kamu uda mama anggap kayak anak mama sendiri." Rani mengelus hijab Zia sebelum ia beranjak keluar dari ruang ganti.


"Ma gimana? Tanya Abi penasaran.


"Udah kita lihat aja ntar, percayai ke Zia."


"Ayo ganti baju gadis - gadis kecil..Kita mau pulang."


"Oke oma." Sahut mereka


Perjalanan ke rumah Zia termasuk jalan yang bebas hambatan kemacetan sehingga dengan cepat mereka sudah sampai mengantar Zia.


"Ma, Zia masuk ya,"


"Iya mama juga langsung pulang gak bjsa singgah lagi."

__ADS_1


"Gak papa ma, lain kali mama bisa kesini, rumah Zia selalu terbuka buat mama."


"Buat Abi gimana?" Zia hanya melirik Abi sekilas, pandangan mereka sempat bertemu sedetik tapi langsung ditepis Zia,


Zia tidam berkata hanya memberikan jawaban sebuah senyuman ke Rani.


"Assalamualaikum ma." Salim Zia dan menangkupkan tangannya ke Faiz dan Abi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Abi, apa yang membuat mu melamun aja satu harian ini? Tanya Rani dari tempat duduk tengah


"Papa meamun tekhus..." Icha ikutan bicara.


"Mama baca ini aja.."


Rani membaca pesan Zia yang masuk ke handphone Abi.


"Calon mantuku pinter berpuisi, dalem banget artinya,..baca deh pa. Pantesan Abi gak bisa ngalihin perhatiannya ternyata dapat ginian toh." Goda Rani


"Kalau tahu gini, berarti Zia tipe romantis sebenarnya, Wah, beruntung banget Farhan selalu diromantisin Zia.." Rani mencoba memanasi hati Abi


"Abi juga nanti bisa dapat itu." Tekannya...


Ia merasa hatinya panas saat membayangkan Zia memperhatikan Farhan penuh Cinta.


"Mas, dari mana kok baru balik?"


"Kamu kapan pulang?"


"Tadi setengah jam yang lalu"


"Kenapa gak kabarin mas?"


"Kan nanti juga bakal seperti ini mas, aku pulang pergi luar kota, jadi anggap aja aku pergi ke kantor dan pulang kerumah. Baguskan ideku?"


"Hem,, Aku Seperti suami tidak dianggap."


"Mas..!"


#berantem mulu..#


#Bantu lik,comment and vote ya dears#

__ADS_1


__ADS_2