Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Menuju hari H-2


__ADS_3

happy reading


🍇🍇🍇


Rumah Zia sudah terlihat ramai, orang tua Zia sudah datang dengan beberapa keluarga terdekat, tetangga yang dekat dengan Ziapun datang membantu termasuk bu camat, bu Karti, bu Cici, dan bu Dimas.


Terlihat disana canda dan tawa anak-anak yang bermain dengan gembiranya dihalaman rumah memeriahkan hiruk pikuk kesibukan dirumah kecil itu.


"Bu cici kita harus buat persirakatan nantinya ni."


"Perserikatan apa bu Karti?"


"PPZ, Perserikatan pembela Zia, kita harus ada terus dibelakangnya kalau dia disakitin nantinya."


"Gak boleh tsu uzon gitu, kelihatan mereka semua baik kok sama Zia." Bu Dimas mencoba menengahi.


"Tapi kita kan hanya menjaga jangan sampai terjadi kayak sinteron ikan terbang itu ada yang disakiti,dikhianatin meleleh ni air mata tiap nontonnya."


"Korban sinetron kamu ni." Sahut bu Dimas


"Uda cepet kita bantu dekornya,, besok kita mau barbaque, potong tiga kambing, sejahtera hidupku. Udah aku siapin. tiga rantang dirumah buat ngebekal nanti" Bu Dimas sambil membayangkan kambing yang dibakar dan dibumbui dengan bumbu kacang.


"Buatmu sejahtera tapi warga tidak, kalau sampai pak camat makan tuh kambing habis satu komplek kena amuk pak camat darah tingginya kumat" Mereka bertiga terkekeh kecil.


"Sstt bu Cici udah ah, ntar didengar bu Camat bisa di pecat kita dari bagan PKK nya."


Mereka akhirnya melanjutin pekerjaan yang terbengkalai karena gosip mereka.


Zia sedang dikamar bersama Fatma


"Nak, apa kamu uda siap menikah lagi?"


"Inshaallah buk."

__ADS_1


"Mungkin ini nasehat yang kedua ibu untukmu, sebagai istri patuhlah pada suamimu karena dia sekarang imammu, segala sesuatu yang tidak baik yang kamu lakukan akan menjadi tanggung jawab suamimu ringankanlah bebannya nak,


Sejatinya lelaki yang meminang kita dialah yang mencukupi kita dari baju,pangan dan kesejahteraan kita. Tapi ingatlah surga kita ada disana maka layani dan patuhilah segala perintahnya.


Seorang anak perempuan yang menikah surganya akan berpindah ke suaminya tapi surga suami tidak akan pernah berpindah tetap pada ibunya. Bantulah ia menggapai surganya, hormati kedua orang tuanya seperti dirimu menghormati kedua orang tuamu.


"Iya bu nasehat ibu akan selalu Zia ingat."


"Mungkin hidupmu nanti lebih berat dari pada yang dulu karena harus berbagi kasih sayang suami tapi ibu yakin kamu pasti sanggup tetaplah berpedoman dengan Alquran agar hati selalu dilindungi Allah."


Zia memeluk Fatma dengan kuat.


"Makasih buk selalu menjadi penerang Zia, menjadi kekuatan Zia buk makasih." Zia menangis dipelukan ibunya.


"Tiada yang bisa ibu berikan selain nasehat nak, janganlah bosan mendengar suara ibukmu ini nak, karena hanya suara ini yang bisa ibu berikan untuk memarahimu,menasehatimu, serta mendoakanmu setiap waktu. Bahagialah sayang....


Jika suatu saat kamu menyerah dan terjatuh ingatlah tangan tua ini masih sanggup membawamu berdiri dan menghapus segala yang menjadi bebanmu.


Ingatlah masih ada tempatmu kembali dipelukan ibukmu ini nak" Ibu ikut menangis memeluk Zia


"Udah ah jangan nangis-nangis lagi kayak anak perawan yang baru mau nikah aja." Tepuk Fatma dibahu Zia setelah melepas peluknya.


"Ibuk ni, kok jadi ngegoda Zia."


"Uda siap belum melayani Abi?"


"Kok jadi ngomongin itu sih buk. Zia belum siap buk bang Abi juga gak keberatan."


"Ingat loh kelamaan nolak dosa nanti. Ibuk jadi ingat dulu Farhan bilang kewalahan ngadepin kamu kalau uda kumat messhumnya.." Ibu ketawa lepas.


"Ibu jangan buka aib Zia dong, kan sama suami sendiri udah halal dan berpahala."


"Lah Abi bukankah suami juga nanti?"

__ADS_1


"Tahu ah buk, Zia masih merasa belum sanggup selain dengan mas Farhan."


"Belajarlah menerima Abi nanti nak."


"Iya buk Zia akan berusaha nanti membuka hati Zia."


Ibu tersenyum dan mencium kedua pipi Zia.


"Kedepan yuk, masa yang mau punya acara ngamar terus.."


"Ya dah ayuk buk.."


Segala sesuatu yang dipersiapkan tidak begitu banyak karena hanya acara sederhana.


Hanya ada acara pengajian dan akad nikah saja sudah cukup untuk Zia..


Ting...


"Bagaimana kabarmu disana dek?"


"Alhmdulillah baik bang, abang gimana?"


"Abang juga baik, semoga lusa semuanya lancar ya.."


"Aamiin"


Zia masih belum terbiasa untuk mengirim pesan panjang ke Abi, biarlah dia dianggap tidak romantis atau terlalu kaku. Bukankah sikap romantis, lemah lembut dan manja kita hanya untuk suami kita kelak?


"Huh, dikit amat kalau kayak ginikan gak tahu mau balas apalagi" Keluh Abi


"Apa yang dikit mas?"


"Fanny?"

__ADS_1


#udah mau dekat hari H nie...#


#Bantu like comment and vote ya dears#


__ADS_2