Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Kebahagiaan


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Fanny terlihat bahagia hari ini, ia melewati masa percobaannya hanya dalam satu bulan dan seakan takdir memihaknya posisi manager di kantor lamanya sedang kosong dan ia bisa pindah kesana kembali setelah sebulan pengangkatan resmi.


Fanny sangat senang karena ia tidak perlu mengajukan resign nanti setelah semuanya sudah terselesaikan dan ia tidak perlu berlama - lama terpaut jarak dengan Abi.


Bahagia? Ya bahagia karena sejatinya Fanny sangat mencintai Abi dan selalu setia walau ia sering pergi keluar kota dan pertengkaran selalu ada disaat mereka bersama.


Fanny juga sudah melakukan pengobatan rutin untuk menekan dirinya yang lain, ia berusaha keras agar dirinya itu tidak muncul kembali. Walau sangat sulit tapi Fanny merasakan efek yang sangat besar yaitu ketenangan yang lebih besar, ia sudah jarang gelisah sendiri dan marah - marah tanpa bisa dikendalikan.


Hanya satu tujuan ia sekarang yaitu membalas semua perlakuan Bagas Surya kepadanya, ia tidak mau dianggap lemah dan harus selalu mengalah serta selalu berada dalam ketakutan saat mengingat dan melihat Bagas Surya ada disekitarnya.


Fanny sudah membayangkan jika semua sudah berjalan semestinya pasti ia dan Abi akan kembali bahagia...


Tapi saat khayalan itu ada Fanny lupa ada Zia juga yang sekarang disisi Abi...


Fanny sudah meyakinkan dirinya akan menghubungi Abi Saat seminggu sebelum pengangkatan resminya. Fanny ingin Abi menemani ia saat menerima jabatan resminya dan memberi surprise sebulan akan datang mereka akan kembali bersama.


Senyum tak pernah hilang dari bibir manisnya yang ranum, ia sangat yakin semua bisa dimulai dari awal dan ia berjanji akan memenuhi segala yang diinginkan Abi.


"Tunggu aku mas,,, Semua akan lebih baik nantinya...Sebentar lagi aku yakin yang ada hanya kebahagiaan" Ia terus melangkahkan kakinya menuju kantor perusahaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang..." Abi keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililit dipinggamg, ia sudah malas memakai baju di kamar mandi, Zia juga sudah pernah melihat semuanya kan?


"Ya bang" Zia sedang membersihkan tempat tidur mereka yang banyak sekali sisa noda kegiatan mereka tadi malam. Zia juga gak mengerti suaminya dapat tenaga dari mana hingga hampir setiap malam selalu punya tenaga lebih untuk melakukan aktifitas yang mengucurin keringat dan memakan banyak tenaga hingga lemas terbang melayang tak bersisa.


"Baju, celana dan dasi abang mana ya?"

__ADS_1


"Itu bang, kan uda adek siapin di ujung tempat tidur." Abi mengerucutkan bibirnya yang melihat istrinya masih fokus dengan kegiatannya padahal ia hanya ingin diperhatikan Zia.


Grep!


Zia terkejut tiba - tiba ada yang memeluknya dari belakang..


"Nanti saja dikerjaiinya, masih ada suami yang perlu diperhatikan" Tangan Abi yang nakal tidak bisa diam memeluk sambil meraba area yang ia sukai.


"Bang udah, geli..."


"Kalau gak gerak berarti mau.." Abi malah mencium tengkuk Zia.


"Gimana mau gerak kalau dikekepin gini.. Ah...uda bang, masih pagi abang harus kerja. Kalau adek jadi mau abang yang terlambat nanti."


"Ha..ha..ha.. Adek memang gak bisa dipancing dikit. Lagian bermanja sama istri kan sunnah." Abi segera melepaskan pelukannya, ia juga tidak bisa melanjutkan aksinya karena ada rapat penting yang harus ia hadiri.."Pakaikan abang bajunya dek." Pinta Abi dengan manjanya.


Zia mendekatin Abi memasangkan baju ke bayi besarnya, Abi tersenyum bahagia saat Zia memakaikan baju untuknya, ia tarik dengan pelukan erat pinggul Zia agar makin dekat kepadanya saat Zia mulai mengancingkan baju kemeja Abi hingga tiada jarak lagi yang tersisa..


Abi pernah bertanya ke Zia...


"Adek kenapa hanya tercium harumnya saat abang dekat dengan adek? Kalau agak jauh dikit gak terasa." Abi sangat ingin merasakan dimanapun bisa mengendus aroma istrinya walau ada beberapa jarak diantara mereka.


"Karena wewangian yang melekat di bagian tubuh adek hanya untuk dinikmati suami adek seorang bukan untuk yang lain. Kalau adek memakainya berlebihan adek takut akan ada orang lain yang bisa menikmati aromanya selain suami adek sendiri dan adek gak mau membagikan itu selain ke abang, suami adek yang paling pencemburu."


Saat itu Abi sangat bahagia karena hanya ia yang tahu aroma ini dan ia lah pemiliknya bukan orang lain.


"Sudah selesai.." Zia tersenyum puas sudah selesai memakaikan baju, dasi dan tidak lupa jas ke tubuh Abi.


"Belum.."


"Apalagi,, gak da yang lupa kok." Zia tampat berpikir, semua sudah ia pakaikan dengan sempurna.

__ADS_1


"Ciuman semangat paginya belum.." Abi langsung menerkam bibir yang selalu membuat ia makin merasakan buncahan kebahagiaan.


Kini denga tangan yang selalu mengait seakan enggan untuk dilepaskan Abi dan Zia turun kebawah, terlihat disana Saf,Aif dan Icha sudah duluan sarapan.


"Ma, lusa bisa ambilkan rapot Saf dan Aifkan?" Tanya Saf.


"Bisa nanti mama.."


"Papa yang antar mama nanti ambil rapot kalian berdua. Papa mau lihat seberapa jago anak papa sekolah." Potong Abi saat Zia berbicara.


"Papa gak tahu ya,, kakak Saf selalu juara umum loh pa." Bangga Aif.


"Kalau gitu yang dapat juara papa kasih hadiah.." Seru Abi.


"Beneran pa?" Ucap Saf Dan Aif serempak dengan mata yang berbinar bahagia.


"Iya beneran.."


"Icha oyeh ithut ke chekuyah pa?"


"Wah anak papa da mulai lancar bicara ya, boleh kok sayang,Icha juga boleh sekolah kayak kakak Saf dan Aif. Nanti kita daftarin Icha sekolah juga. Icha mau?"


"Mau,,mau anget pa.. hokkhee Icha chekullah." Icha teriak kegirangan.


Abi dan Zia saling menatap penuh bahagia melihat anak - anaknya bahagia dengan sekolah mereka.


"Semoga kebahagiaan ini akan selalu ada menghampiri..." Batin Zia.


#Abi sekarang tahu ya, apa yang bikin ia semangat kerja#


#Bantu like, comment and vote dears#

__ADS_1


#Maaf ya alurnya lambat, karena memang ada beberapa moment gak bisa di tinggalkan agar dapat feel dan tahu duduk masalahnya.#


__ADS_2