Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Tiga serangkai


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Zia dilanda kegugupan yang sangat menggetarkan tubuhnya hingga ia merasakan semua gerakan dalam duduknya salah sampai ia terus berpindah -pindah mencari kenyamanan dengan tangan tetap saling bertaut. Matanya bolak balik melihat ke layar tv yang disediakan di kamarnya untuk melihat acara akad yang berlangsung disana.


Kegugupan Zia makin menjadi disaat melihat Abi sudah menerima jabatan tangan bapaknya. Nafasnya tertahan dengan degup jantung yang tak beraturan mendengar ucapan akad yang Abi lontarkan untuknya.


"Ya Allah aku sudah sah jadi istri Abi.." Air mata Zia menetes tanpa dipinta, ada kelegaan disana saat Abi mengucapnya dengan lancar tapi ada batu besar menghimpit dada Zia hingga merasakan sesak disaat ia tahu bahwa tugas kewajibannya sudah beralih ke Abi bukan untuk Farhan Lagi.


Zia segera menghapus air matanya, ia tidak mau terlihat sedih nantinya...hingga pintu kamarnya dibuka oleh ibu dan mamanya untuk membawa Zia keluar dari kamar.


Dengan langkah pelan Zia keluar dari kamarnya, kedua tangan yang mengenggam kedua sisi tangan Zia memberikan kekuatan untuk Zia melangkah menuju kehidupan barunya. Zia terus saja menunduk sepanjang jalan hingga ia mengangkat wajahnya saat sudah sampai dihalaman rumahnya.


Pandangan Zia kini tertuju pada kursi yang akan ia tempati disamping Abi, dengan langkah pelan Zia diantar untuk menduduki kursinya...


Zia bingung mau melakukan apa, karena dari tadi ia melihat Abi hanya tertunduk tanpa melihatnya..


"Apa makeup ku tadi luntur ya? Jadi bang Abi takut untuk melihatku?"


Kode mata dari Rahman memberi tahukan Zia untuk memulai duluan.


Zia dengan gugup mengulurkan tangannya ingin mencium tangan Abi tapi Abi masih tertunduk diam tanpa memberikan tangannya,,,


"Bang..." Akhirnya Zia memilih memanggil Abi agar memberikan tangannya.


Abi yang melihat Zia sudah duduk disampingnya sangat terkejut hingga sedikit memundurkan badannya, respon Abi membuat Zia bingung, apa ada yang salah?


"Bang,, Salim," Zia memberi kode dengan menujuk tangan Abi agar segera diberikan kepadanya.


Abi yang baru tersadar dengan kelakuannya langsung membenarkan posisi duduknya dan memberikan tangannya kepada Zia.


Zia mencium tangan Abi dengan Takzim... Inilah surganya sekarang tempat yang harus ia patuhi dan hormati....


Abi merasakan gelanyar aneh saat mendapatkan kecupan dari bibir Zia sentuhan yang langsung membuat jantungnya seperti berhenti berdetak seketika.

__ADS_1


Zia yang bingung melihat reaksi Abi yang terdiam tanpa melakukan apapun membuat dia bingung apakah harus mengangkat kepalanya sekarang atau menunggu respon Abi?"


"Ehm.." Satu deheman Rahman menyadarkan keterpakuan Abi, dengan berlahan ia lepas tangannya yang sudah dicium Zia dan dengan kedua tangannya ia mengangkat kepala Zia.


Abi baru sadar saat kedua mata mereka bertemu, betapa cantiknya Zia hari ini. Abi tersenyum kearah Zia, memandang wajah Zia sangat dalam dengan harap Zia tahu bahwa sudah tumbuh cinta disana, Sentuhan lembut penuh perhatian membelai pipi Zia dengan berlahan, Abi mulai memejamkan mata dan mendekat hendak mencium Kening Zia.


Zia tahu apa yang akan dilakukan Abi, ia turut memejamkan matanya hingga ia merasakan satu kecupan hangat sudah bersemayam dikeningnya hingga Zia meneteskan air mata merasakan keharuan akan statusnya yang sekarang sudah berubah menjadi istri Abi.


Abi juga merasakan hal yang sama, ia tidak menyangka Zia sekarang sudah menjadi istri sahnya tempat yang bisa menampung segala apa yang ia rasakan dihatinya. Pertama kali ia mencium Zia, aroma Zia langsung menyeruak ke seluruh urat sarafnya hingga tanpa sadar membangkitkan sesuatu yang tidak pada tempatnya.. Secepat ini kah responnya pada Zia yang sudah menjadi istri sahnya? Tapi Abi sangat menghargai Zia, ia yakin suatu saat Zia akan mencintainya seperti cintanya yang sudah mulai tumbuh...


Acara dilanjutkan dengan sungkeman ke kedua orang tua hingga Abi dan Zia mendapatkan beberapa nasehat dan doa untuk kebahagiaan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Selamat ya bro, gelar lo udah nambah jadi suami-suami." Ucap Wira.


"Selamat atas pernikahan loe semoga samawa, kayaknya loe kali ini harus lebih hati-hati dari tadi gue lihat banyak laki-laki patah hati dipojok sana" Rudi ingin mengompori Abi


"Ah...kenapa gak gue aja yang kenal Zia lebih dulu... kalau tahu dia semanis ini gak nolak dua kali gue.." Canda Wira..


"Cie,,, uda hak milik,,, udah ada labelnya,,,cieee..." Goda Rudi.


"Ngomong-ngomong mana istri kedua loe? kok gak loe kenalin ke kita? Kitakan tiga serangkai yang tak terpisahkan walau badai menerpa." Wira sangat penasaran ingin berkenalan dengan Zia.


"Ha..ha..ha..Tiga serangkai, loe kira penerbit buku." Rudi tertawa dengan julukan tiga serangkai penerbit buku sekolah SD nya dahulu.


"Itu dia lagi duduk bareng Fanny, nah tuh Fanny ngajak Zia kemari."


"Hai Wir,,Rud,," Sapa Fanny sambil memberikan pelukan sambil cium pipi kiri dan kanan.


"Kenalin ini Zia, istri kedua Abi sekarang." Fanny memperkenalkan Zia kepada Wira dan Rudi.


Wira dan rudi mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan dengan Zia..


"Maaf, Saya Zia Zahra, salam kenal mas Rudi dan mas Abi.." Zia menangkupkan kedua tangannya memberi salam tanpa menyambut uluran tangan Sahabat Abi.

__ADS_1


"Oh gak apa kok, kami ngerti.." Ucap Wira menarik tangannya kembali sedangkan Rudi menggaruk rambutnya salah tingkah.


"Gila loe,, beruntung loe, kalau gini dijamin loe yang kedua yang nyentuh dia selain bapaknya." Bisik Wira ke telinga Abi tapi malah mendapatkan sepatunya yang di injak Abi..


"Aduhh.!! kuammprreet loe" Jerit Wira


"Kalian kenapa sih?" Tanya Fanny, Wira hanya menggelengkan kepalanya takut ketahuan apa yang sedang ia bisikkan.


"Zia permisi dulu ya, mau ketempat bapak dan ibu dulu. Sebentar lagi acara bakar-bakarnya juga uda mulai."


Zia meninggalkan sekumpulan orang yang sangat akrab disana, ia merasa canggung berada disana apalagi dengan bahasa mereka yang masih asing ditelinga Zia.


"Gimana mas Abi? Apakah kau sudah bahagia? Kalian lihat cantikkan aku atau Zia?"


"Aku bahagia bisa ada kamu dan Zia disisiku."


"Kamu paling cantik Fanny,miss universe mah lewat.." Ucap Wira, Rudi hanya memilih diam dan memperhatikan aoa yang terjadi.


"Benarkah mas? Tapi bukannya kita tidak boleh serakah ya? Ingin bahagia keduanya?"


"Karena aku harus bertanggung jawab akan kebahagiaan kalian berdua sekarang."


"Kalau aku bilang aku tidak bahagia melihatmu bersama Zia apakah kau akan melepasnya?"


Abi terdiam, ia menahan geram dan amarah dengan tangannya yang mengepal di balik saku celananya, gimanapun ia tidak mau membuat kegaduhan dan mempermalukan keluarga Zia.


"Ha..ha..ha..Aku hanya becanda mas,, lupakan Saja,, Aku pergi nemanin Icha dulu ya, bye Wira, Rudi....Aku kesana dulu ya mas." Fanny berlalu pergi setelah memberikan satu kecupan dipipi Abi.


"Sampai kapan loe bertahan Abi?" Tanya Rudi..


"Bukankah bahaya tinggal dengan orang yang mentalnga keganggu?" Wira ikut menimpali...


"Gue...."


#Udah halal pegamg Zia ya Abi#

__ADS_1


#bantu like,,comment and vote ya dears#


__ADS_2