Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Jangan jadi pengecut


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Abi termenung diruang kerjanya, ia merasa sudah menjadi lelaki pengecut yang selalu takut dengan masalah. Dengan Fanny ia tidak berani tegas sedangkan dengan Zia dia takut menyakitin hati yang lembut itu.


Abi terus berpikir kenapa ia harus berbohong? Kalau sampai kobohongan ini menjadi boomerang untuknya, ia akan lebih tidak sanggup lagi kehilangan Zia...


"Aku harus jujur..."


Abi beranjak dari tempat duduk kenyamanannya yang belakangan ini lebih terasa seperti kursi panas hingga ia tidak betah duduk berlama - lama disana.


Brakk


"Papa.."


Abi sangat terkejut dengan kedatangan Faiz yang sangat tiba - tiba ke kantor, bukannya Faiz ingin bermalas - malasan dengan Rani?


"Mau kemana kamu hah?" Faiz melihat Abi yang sedang memegang tasnya sudah dipastikan akan pergi. "Mau seberapa banyak kamu mengabaikan pekerjaanmu Abi? Hanya karena masalah pribadimu."


Abi terdiam ditempatnya tidak mampu menjawab pertanyaan papanya.


"Apa masalah pribadimu lebih penting dari masalah yang harus kamu selesaikan dikantor? Papa dengar kamu sudah sering melimpahkan seluruh tugasmu ke Teguh.


"Apa ini contoh pemimpin? Memimpin kantor saja kamu tidak beres, bagaimana bisa mengatur kedua istrimu?


"Jangan kamu pikir papa diam dan tidak tahu semua masalah yang terjadi, termasuk Fanny akan pulang dan kamu yang sudah membohongin Zia."

__ADS_1


"Pa.."


"Jangan potong perkataan papa Abi, dengarkan baik - baik. Apakah kamu tahu Zia menangis ditaman belakang? Menerima pesan dari Fanny? Papa yang sedang ingin mengambil minum melihat ia menangis disana seorang diri.


Papa kira awal dia merindukan suaminya yang dulu, tapi mendengar ucapannya sendiri saat ditaman ternyata ini ulahmu dan Fanny.


Apa pantas wanita seperti Zia kamu sakitin? Kalau kamu gak sanggup lepaskan dia..." Faiz mengatakan dengan raut ketegasannya.


"Abi tidak akan pernah melepaskan Zia pa, Abi mencintai Zia!" Abi membalas ucapan Faiz dengan tidak kalah tegas.


"Mencintai, Mencintai dengan kebohongan? Jangan jadi pengecut yang hanya bisa lari dari masalah, ketakutan akan menyakitin tapi nyatanya kamu telah menyakitinya lebih dalam tanpa kamu sadarin.


Apakah kamu tidak bisa melihat matanya yang kecewa? Bibirnya bisa tersenyum Abi, tapi matanya tidak.


Kamu yang memilih memiliki dua istri, harusnya kamu sudah siap dengan semua resikonya. Bagaimanapun kamu harus bisa adil antara Fanny dan Zia. Kalau kamu tidak sanggup lepaskan salah satu dari pada nanti menyakitin tiga hati.


Hadapin semuanya, kalau kamu memang cinta tunjukin perasaanmu kepadanya, jangan takut untuk mengungkapkannya, perjuangkan ia dengan tiada kata lelah.


Karena sejatinya kekuatan adalah cinta yang tulus dari orang yang menjadi pendamping dalam hidupnya..


"Tapi pa..Abi takut saat perasaan ini terungkap maka salah satu akan merasakan sakit." Akhirnya Abi berani mencabut pisau yang menusuk hatinya dengan nyeri.


"Jadi lelaki itu jangan bodoh. Jangan hanya bermain dengan perasaan tapi juga dengan akalmu.


Tunjukan perasaanmu saat sedang berdua saja dikamar, dan tunjukkan tanggung jawabmu pada keduanya sama rata saat sedang diluar kamar. Jangan pernah berbicara tentang istri lain saat sedang bersama dengan istrimu yang satunya dan jangan suka mengobral kata cinta yang hanya diperuntukkan untuk dia seorang padahal ia tidak ada seutuhnya dihatimu.


Jika kamu tidak bisa menahan perasaanmu saat sedang diluar kamar, hanya satu saran papa. Lepaskan seseorang yang tidak ada dihatimu walau itu menyakitkan. Biar ia bisa mengobatin hatinya sendiri setelah kamu lepaskan dari pada kamu terus mempertahankan, sedangkan luka itu makin mengangak lebar dan bernanah akan lebih terasa perih dan sulit disembuhkan kecuali kamu bisa mencintainya, itupun jika ia masih percaya dengan cintamu.

__ADS_1


"Bolehkah Abi pulang pa? Ini terakhir kali Abi meninggalkan kantor sebelum jam pulang. Abi mau menjelaskannya ke Zia." Abi memohon dengan penuh harap ke Faiz.


"Ngapain kamu ke rumah? Orang kami lagi piknik di taman kota."


"Jadi papa ngapain kesini?"


"Papa hanya ingin bertemu dengan anak papa yang pengecut, ingin membongkar isi kepalanya yang tidak bisa berpikir dengan benar. Sudahlah papa mau nyusul mereka lagi." Ucap Faiz acuh dan berjalan menuju pintu hendak keluar.


"Pa, Abi ikut.."


"Terserah." Abi dengan langkah cepat mengikutin Faiz agar bisa bertemu Zia nanti.


"Maafkan abang dek,,Abang akan jujur semuanya nanti ke adek, maaf sudah membuatmu menangis.."


Dikota yang ditempatin Fanny, Fanny duduk dengan gelisah, ia masih menunggu dengan tidak sabar akan sebuah kabar...


"Bagaimana?" Fanny tanpa menunggu langsung mengangkat handphonenya yang masih menunjukkan getaran panggilan.


"Semua sesuai rencana Nyonya."


"Bagus, nanti kita ketemu ditempat biasa."


"Kau akan merasakan pembalasanku secara berlahan Bagas Surya hingga kau menyesal dan tidak berdaya...."


#Segera jujur ya Abi jangan jadi pengecut#


#Bantu like comment and vote dears#

__ADS_1


__ADS_2