
Happy reading
🍇🍇🍇
"Ba..bagas..." Panggil Fanny dengan suara bergetar melihat Bagas yang sudah berada dirumah sakit di kotanya sekarang
Terlihat Bagas yang sangat lemah dengan wajah yang sangat pucat terbaring tidak berdaya di tempat tidur yang hanya cukup untuk satu orang saja.
Fanny tidak bisa menahan air matanya melihat kondisi ketidak berdayaan Bagas, Fanny mencoba melangkahkan kakinya yang terasa sangat berat dan bergetar hebat terasa persendiannya ingin berlepasan mendekati Bagas.
Fanny sudah mendengar semua dari dokter, efek obat yang harus rutin di konsumsi Bagas membuat Bagas, sering mual dan pusing,dan sistem imunnya semakin menurun disebabkan semua makanan yang masuk ditolak mentah - mentah oleh lambung Bagas. Yang membuat keadaaannya makin buruk disaat ia sedang sakit istri dan anaknya pergi meninggalkan Bagas sendiri hingga ia mengalami stress dan depresi hingga akhirnya bukannya Bagas menjemput sembuh tapi penyakit makin menggrogotin tubuhnya.
"Fa..Fanny." Bagas yang mendengar namanya dipanggil menolehkan ke sumber suara dan ia bisa melihat Fanny berjalan ke arahnya.
"Hu..hu..hu... Maafkan aku Bagas, karena aku kondisimu seperti ini. Aku kakak yang buruk bukan? Yang membuat adikku sendiri dalam keadaan sangat terpuruk karena penyakitnya." Fanny memeluk tubuh Bagas yang terbaring lemah dengan deraian air mata yang tidak pernah kering.
__ADS_1
"Semua salahku Fanny, aku yang salah tidak pernah mencari kebenaran, aku selalu membencimu karena mama yang sudah menyakitin hati mamaku. Aku selalu mengutukin keberadaan dirimu yang membuat hubungan papa dan mama hancur. Aku pantas menerima karmaku, aku telah merusak kakakku sendiri, a..aku telah menghina ibu yang ternyata melahirkanku dan membela wanita yang aku anggap mama dari lahir. Aku pantas mendapatkan ini, aku pantas untuk ditinggalkan aku pantas untuk kau benci seumur hidupmu.
Maafkan aku Fanny, maafkan semua kesalahanku yang sudah membuatmu penuh dendam, jangan salahkan dirimu Fanny, akulah yang salah...aku Fanny." Bagas yang lemah ikut menangis dan meratapin setiap kesalahan yang telah ia torehkan ke Fanny, sungguh penyesalan selalu datang diakhir dan itu yang selalu Bagas kutuk dihatinya. Kenapa ia tega sejahat itu ke Fanny, saudara kembar yang baru saja ia ketahui.
Abi memilih duduk di bangku depan kamar pasien. Tubuhnya sangat terasa lelah melakukan penerbangan disaar Fanny memberi tahu alamat Bagas dan mencari Bagas yang ternyata sudah tidak ada dirumah itu cukup lama. Hingga gelap malam memberikan secercah cahaya dimana Bagas berada.
Abi sangat terpukul melihat kondisi Bagas yang berjuang untuk kesembuhannya tapi tidak ada yang menemaninya disana. Abi tanpa mengulur waktu menceritakan semua kejadian ke Bagas, Abi sangat ingat gimana reaksi Bagas saat mengetahui semua kebenaran,
Bagas sempat ingin mengakhiri hidupnya yang tidak berguna, ia merasa gagal menjadi seorang lelaki apalagi sebagai seorang adik, apa yang telah Bagas lakukan, ia bukan menjaga kakaknya dengan seluruh kekuatan yang ia miliki tapi ia telah merusak kakaknya sendiri dengan memberikan kakaknya ke tiga preman untuk dijammah sepuas mereka bahkan ia tertawa dengan angkuhnya melihat Fanny menangis histeris memohon ampun, meminta balas kasih dan pertolongan. Jangankan bersimpati, Bagas bahkan meludahi tubuh Fanny dan menyayat mental Fanny hingga Fanny hampir kehilangan akal sehatnya lagi jika saja Abi tidak datang saat itu.
Tapi rasa kantuk itu hanya beberapa saat, ketika tanpa sengaja ia melihat ada seseorang dari kejauhan berjalan ke suatu ruangan dokter specialis hingga Abi harus menajamkan penglihatannya untuk memastikan seseorang yang disana.
"Ngapain dia kemari? Bukankah tadi....."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Zia bernapas lega sekarang, saat tadi malam setelah bertukar sapa dengan Abi yang sedang keluar kota dan sekarang dengan mudahnya Abi menyetujui Zia menginap dirumah lamanya.
Zia membaca pesannya ulang takut ada yang salah kata, karena ia bingung kenaoa dengan mudah Abi menyetujui semua perkataannya.
"Assalamualaikum bang, abang adek mau izin menginap dirumah lama adek untuk beberapa waktu. Adek mau abang memberikan waktu penuh abang ke mb Fanny agar rasa yang pudar kembali terlihat. Mba Fanny istri abang juga, berikanlah haknya bang. Jika abang sudah bisa maka adik akan kembali. Jadi biarlah kita terpisah jarak sementara agar rindu yang beribu menambah rasa cinta yang menyatu".
Tidak ada kata - kata yang salah, tapi biarlah..dengan begini ia akan lebih mudah menitipkan Saf dan aif ke ibu Camat, dan Zia akan pergi sementara waktu agar saat Abi melanggar janjinya Zia tidak berada disana dan Abi harus bisa menepatin janjinya.
"Adek harap nanti abang tidak marah dan merasa adek ingin menjauhi abang." Zia memang permisi pulang kerumah lamanya tapi ia juga berkata biarlah jarak memisahkan sementara waktu yang menandakan Abi tidak bisa menemui Zia dengan mudah.
"Semoga kelak kita bertiga bisa bahagia walau tidak seatap. Jarak adalah obat terbaik untuk rasa candu saat bersama yang tidak mudah hilang. Dengan cara ini juga kita belajar tidak semua waktu bisa membuat kita selalu bersama, ada kadang jeda untuk sendiri menjadi lebih baik untuk menata hati yang terkadang tamak dalam rasa memiliki."
#Zi..jadi pergi ya?#
#Bantu like, comment and vote dears#
__ADS_1