Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Jangan jadikan aku boneka


__ADS_3

happy reading


Kini Abi sudah membawa keluarga barunya sampai ke rumah tempat ia di besarkan....


" Bang,,, Ucap salam dulu baru masuk." Zia menahan Abi yang akan masuk rumah langsung tanpa mengucapkan salam.


"Assalamualaikum.." Ucap Abi kuat yang diikutin Zia dan anak-anaknya dengan suara lirih.


"Kalian sudah sampai? dari tadi mama tunggu." Ucap Rani yang dari tadi menanti anak dan nenantu barunya datang.


"Hai Saf , Aif.."


Saf dan Aif langsung salim ke Rani, begitu juga Zia mendekatin Rani menyalim dan memeluk Rani.


"Mama apa kabar?"


"Mama baik, apa lagi hari ini makin baik, rumah makin ramai."


Ucap Rani dengan bahagia "Abi kamar Zia sudah mama siapin, bawa dia ke kamarnya, Saf dan Aif bawa ke kamar Icha, Icha juga masih dikamarnya."


"Ayo Zia,," Ajak Abi..


"Mba Fanny mana bang?"


"Abang gak tahu uda dirumah atau masih tempat temannha, harusnya hari ini dia balik karena sore nanti sudah ke kota Y lagi untuk bekerja."


"Oh..."


Abi,Zia dan anak-anak terus berjalan, mereka mengantar Saf dan Aif ke kamar Icha yang sudah selesai direnovasi.


Saat mengantar anak-anak mereka melewati kamar Abi yang masih tertutup rapat,


"Bi,, tolong bantu Saf dan Aif bereskan pakaian mereka di lemari ya."


"Iya den." Ucap Bi Nia.


Sekarang Abi menunjukkan kamar Zia yang tepat setelah melewati kamar Icha.

__ADS_1


"Ini kamar kita.." Jelas Abi..


"Gak,,Ini kamar Zia kata mama."


"Suami adek siapa?"


"Abang.."


"Suami tidurnya sama siapa?"


"Istri."


"Jadi ini kamar kita kan suami istri."


"Huh,,, Kenapa sekarang lelaki yang menang." Kesal Zia yang selalu tidak bisa membantah Abi.


"Udah sana keluar, adek mau istirahat dan beres - beres" Zia mendorong Abi keluar dari kamarnya..


"Loh kok abang diusir dari kamar sendiri?"


"Karena abang juga punya istri dan kamar yang lain juga." Tanpa mau mendengar ucapan Abi lagi, Zia langsung menutup pintu dan menguncinya....


Zia berusaha membangun dinding pembatas, bukan Zia tidak membuka hati tapi membatasi hati agar tidak larut dalam terlalu mencintai hingga bisa merusak hati itu sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Fanny? Kamu uda pulang?"


"Kenapa? Kaget?"


"Bukannya gitu? Kenapa tidak menghubungi mas?"


"Aku yang harusnya bertanya kenapa tidak menghubungi aku kalau mau bermalam lagi dirumah Zia."


"Kamu diluar jadi mas pikir lebih baik mas disana dahulu jadi besoknya sekalian membawa mereka kemari." Jelas Abi dengan tenang.


"Apakah sebegitu menyenangkan bermalam disana?" Tanya Fanny dengan sinisnya, ia belum bisa mengendalikan emosinya apalagi papanya masih belum ditemukan.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Abi tetap berusaha menahan emosinya.


"Kau tahu sendiri maksudku mas, bukannya lelaki akan dengan mudah tidur dengan wanita manapun walau tanpa cinta?! Kalau kau memang memegang prinsipmu harusnya kau pulang semalam!" Teriak Fanny di kamar yang kedap dengan suara.


"Tarik ucapanmu Fanny, jangan sampai aku melewati batas kesabaranku. Apakah perlu aku ingatkan? Siapa yang menyuruhku menikah lagi? Siapa yang menjebak aku dan Zia hingga harus menikah? Siapa yang memilih tidur di rumah temannya?"


"Aku..aku semua yang memilih dan mas harusnya tahu, mas juga harus menepati janji pulang semalam bukan tambah bermalam disana."


"Jangan jadikan aku bonekamu Fanny.." Geram Abi..


"Harusnya dari awal mas sudah berpikir, mas yang janji akan menurutin semua mauku.." Fanny memandang Abi dengan remeh.


"Kau sudah gila!!! " Abi sudah kehilangan kesabarannya..


"Gila? Mas bilang aku gila?" Fanny meneteskan air matanya"Kasih tahu aku, dimana letak kegilaanku, kasih tahu aku!!!"


"Kau harus berobat Fanny, kau harus ketemu Dena lagi." Jelas Abi yang sudah mulai melihat perubahan dari raut wajah Fanny.


"Aku tidak gila!!! Kalian semua ingin menyingkirkan aku kan?! Iyakan?!


"Dengan begitu mas akan bebas bersama Zia untuk selalu memadu kasih. Mas pikir aku akan membiarkan itu?! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi...!!


Karena mas hanya akan selalu menjadi milikku !!


Dan Zia hanya akan jadi tempat pelampiasan mas" Tekan Fanny


PLAKKK


Sebuah tamparan keras diberikan Abi ke Fanny yang sudah melewati batasnya..Hingga Fanny jatuh tersungkur kelantai.


Tangan Abi gemetar, baru kali ini ia memukul Fanny, ia tidak pernah berpikir untuk melakukan kekerasan pada istrinya. Abi menyentuh Fanny tapi tidak ada respon sedikitpun dari tubuh Fanny.


"Fanny,,! bangun Fanny..!" Abi menggoyang - goyangkan tubub Fanny yang tergelatak tak berdaya dilantai, Abi tidak menyangka sebuah tamparan bisa membuat Fanny pingsan..


Abi dengan segera membuka pintu kamarnya dan menjerit dari sisi pintu yang terbuka..


"Cepat!! Panggilkan Dokter, Fanny pingsan!"

__ADS_1


#Lelah hayati...Fanny oh Fanny sampai kapan kamu begini#


#Bantu like,comment and vote dears#


__ADS_2