
Happy reading
🍇🍇🍇
"Bang..."
"Ya dek,, kenapa?" Zia mengelus rambut Abi yang jatuh berhamburan dipangkuannya saat Abi merebahkan kepala dipangkuan Zia.
Sekarang Zia dan Abi sedang berdua di gazebo halaman belakang rumah Abi, walau malam sudah pekat tapi mereka masih ingin merasakan dinginnya udara malam.
"Tadi Icha sebelum tidur nangis, minta sekolah kayak Saf dan Aif, mungkin dia merasa sendiri dirumah gak ada kawannya. Bagus juga masukkan preschool dahulu. Apalagi papa dan mama juga lagi keluar negerikan tadi pagi? Pasti Icha sangat kesepian dirumah.
"Bukannya Icha juga mau main sama adek ya?"
"Iy bang, tapi pasti beda rasanya saat dia bertemu dengan teman sebayanya, Adek juga bukan gak mau penuh mengurus Icha, adek hanya takut saat Icha sudah terlalu nyaman, iya akan melupakan sosok mamanya. Ia masih kecil, hatinya masih halus akan sentuhan kasih sayang. Apakah abang gak bisa minta mba Fanny balik atau kerja di kota yang sama ?"
Abi terdiam bingung bagaimana cara menjawabnya. Jujur ia juga masih belum sanggup jika ada dua istri dirumah. Bagaimana membagi hati agar tidak tersakiti. Lalu masalah Fanny, ia tidak akan pulang sebelum dirinya sendiri yang menginginkannya. Haruskah Abi mengatakan ke Zia?
"Bang, bagaimanapun lebih baik Icha mendapatkan kasih sayang ibu kandungnya, bukan adek gak mau memberi lebih tapi Mama Icha masih ada, adek gak mau melewati batas adek sebagai ibu sambung sehingga nanti posisi adek seperti merampas apa yang seharusnya menjadi milik mba Fanny termasuk juga dengan perasaan abang.
Adek juga gak mau jika mba Fanny yang jauh akan membuat hati abang goyah dan menghapus rasa yang dulu pernah ada. Adek gak tahu apa yang menjadi kegelisahan abang sekarang tapi ini kegelisahan adek yang harus abang tahu. Adek gak mau nutupin itu lagi."
Zia dari dulu memang sangat pandai menutupin perasaannya, hanya Farhan yang bisa membaca apa yang ada dihati Zia. Wanita memang memiliki hati yang kuat walau sebenarnya ia paling rapuh tapi semua bisa dibungkus dengan sedemikian rapi.
Zia tetap berperan bagaimana menjadi istri seutuhnya yang berbakti untuk Abi, Tapi kenyataannya hatinya tidak baik - baik saja. Ada yang mengusik hati Zia, rasa itu selalu membuat Zia harus bisa tetap menjaga perasaannya jangan sampai jatuh sejatuhnya. Ia tidak ingin saat akhir disebut sebagai perebut atau perampas kebahagiaan seseorang karena gimanapun Zia hanyalah yang kedua yang masuk secara tiba - tiba di kehidupan rumah tangga seseorang.
"Jadi abang harus gimana?"
"Lebih baik untuk sekarang kita daftarin Icha sekolah, mungkin minggu depan pendaftaran sudah dibuka karena Saf dan Aif tiga hari lagi bagi rapot."
"Masalah mba Fanny, kalau mba Fanny gak bisa kesini, apa abang bisa setiap libur nyusul mba Fanny kesana?"
__ADS_1
"Lalu adek gimana?"
"Ya disinilah, jadi mau dimana lagi."
"Kalau gitu abang disini aja, Kalau Fanny meminta Abang kesana, abang akan datang."
"Jadi kalau tidak? Abang akan abai saja gitu? Wanita itu kadang apa yang ia ucapkan beda dengan isi hatinya bang."
"Jadi sekarang isi hati adek apa?"
"Sekali lagi adek ingatkan adillah bang."
"Aku juga gak mau jika terus selalu bersama sebuah rasa akan makin tumbuh tanpa bisa dihentikan bang. Jarak adalah hal yang baik untuk menjedanya tumbuh berkembang secara pesat." Batin Zia terus saja untuk membuat batasan.
"Tapi...ada beberapa masalah yang membuat abang gak bisa bertemu dengannya untuk saat ini." Ucap Abi dengan ragu.
"Jadi kapan akan abang mulai?" Zia terus saja mendorong Abi dengan pertanyaan.
"Semoga saat itu abang masih bisa menjaga hati yang dipercayakan mba Fanny ke abang."
"Adek bicara kayak gini apa gak ada rasa cemburu dihati adek untuk abang?"
"Cemburu sifat wanita yang paling sering ada, tapi ini sudah jadi pilihan adek, walau ada yang tercubit di ujung hati tapi adek gak mau serakah akan suatu milik yang memang bukan hanya milik adek sendiri." Zia tersenyum tulus kepada Abi.
"Bolehkah abang minta satu hal sama adek?"
"Apa itu?"
"Jangan pernah lari atau pergi dari sisi abang apapun yang terjadi. Tetaplah genggam tangan abang dan .....Jangan pernah berpikir untuk berpisah."
"Bang, semua sudah tertulis rapi disana, jangan pernah hanya berharap pada manusia tapi berharaplah pada pemilik hati agar ia selalu bisa menggenggam hati kita dalam langkah yang sama walau apapun yang terjadi. Karena seberapa kuat kita bertahan jika Allah mulai membalikkan arah, tidak akan ada jalan untuk kita bisa kembali dengan langkah yang sama."
__ADS_1
"Bisakah abang berharap hati kita selalu melangkah bersama?" Abi menatap sendu wajah Zia, ia sungguh tidak sanggup jika hati Zia berpaling darinya.
"Selama ikatan suci yang sudah terucap tidak putus dengan hanya satu kata, maka adek akan selalu ada disamping abang."
Abi menarik tengkuk Zia, mencium bibir Zia dengan dalam, menyalurkan segala rasa yang sebenarnya mungkin sudah dimiliki penuh oleh Zia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dentuman musik yang sangat deras melingking ditelinga yang berada disana, hingga suara mereka banyak tenggelam dengan suara yang makin memekik menghentakkan tubuh agar ikut bergerak mengikutin setiap irama dari alat musik yang ada disana.
Suara Dj makin memeriahkan tempat itu, membuat semua hanyut dalam mengikuti irama yang dengan mudah membuat tubuh ikut bergoyang.
"Hei, mas, sendiri aja, mau aku temenin?."
"Manis sekali kamu sayang..Sinilah mendekat denganku" Ucap lelaki itu sambil menepuk pahanya agar wanita itu duduk diatas pahanya.
"Kalau manis kenapa tidak kamu cicipin segera? Karena manis ini bisa sangat memabukkan dan membuatmu kecanduan." Goda seorang wanita pada lelaki yang masih senang dengan kesendiriannya sambil melihat orang yang asik menggoyangkan tubuh mereka.
"Apa kau mau menjadi simpananku? Aku tidak suka berganti - ganti pasangan.." Bujuknya
"Apa istrimu dirumah nanti tidak marah?" Tanya wanita itu dengan nada menggoda.
"Tidak akan sayang asal dia tidak tahu. Lagian siapa yang peduli, papaku juga dulu menduakan mamaku hingga ia mati."
"Baiklah jika itu maumu..." Wanita itu mellummat bibir lelaki itu dengan sepenuh nafshunya agar tidak lepas dari jeratannya." Bolehkah aku tahu nama kamu sayang...?" Tanya wanita itu dengan membelai dada lelaki itu menggunakan jarinya, menggoda sesuati yang akan membuat lelaki itu tidak bisa lagi menahan sesuatu disana.
"Bagas,,, namaku Bagas Surya."
#Zia kuatkan hatimu ya#
#Bantu like comment and vote dears#
__ADS_1