Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Rumah pindah Rumah


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Hewan saja selalu melindungi diri dari bahaya yang memgintai hingga ada yang membawa racun ditubuhnya untuk menyakitin siapapun yang ingin melukainya. Begitu juga dengan jiwa yang memiliki alarm otomatis disaat ia merasa akan ada sesuatu yang membahayakan tubuh tempat ia bersemayam.


Zia sudah merasakan ketidaknyamanan dari pikiran yang resah hingga detak jantung yang berdetak tidak tentu irama....


Kegelisahan menghampirin Zia, ia juga tidak habis berpikir kenapa sekarang ia lebih sensitif dengan perasaan dan mudah sekali merasa simpati hingga Zia takut bertindak gegabah dan menyakitin orang lain.


"Ma, Zia mau tukar pikiran dengan mama bisa?" Zia menghampiri Rani yang sedang menikmati tehnya bersama Faiz.


"Boleh, duduk sini. Ada apa?" Faiz hanya melirik istrinya dan fokus kelayar handphone tanpa mau ikut campur dengan apa yang akan kedua wanita berbeda umur itu bicara.


"Mba Fanny hari minggu sudah balik ma, Zia gak tahh kenapa mama tidak ingin mba Fanny tinggal disini tapi Zia mau minta tolong ke mama, gimanapun mba Fanny menantu pertama mama, sayangin mba Fanny seperti mama menyayangi Zia.


Zia yang akan keluar dari rumah ini nanti ma bukab mba Fanny." Zia bicara sambil menunduk takut,takut mertuanya akan tersinggung dengan perkataannya.


"Gak Zia, kamu yang harus disini.. Mama gak mau serumah dengan wanita yang selalu mementingkan dirinya sendiri itu" Tekan Rani


"Ma, Kita gak tahu hati mba Fanny kuat atau lemah dalam menghadapin masalah. Zia hanya tidak mau ada yang tersakitin nantinya. Cobalah menerima mba Fanny lagi ma, cobalah menjalin hubungan kembali, Zia juga gak mau nanti dibilang perusak rumah tangga orang ma.


Pisah rumah juga untuk menimalisir agar tidak terjadi rasa iri atau hati yang sakit ma."


"Kamu yakin? Kapan mau pindah?"


"Rencana senin ma."

__ADS_1


"Kalau mama minta satu hal gimna?"


"Minta apa ma?"


"Bertahanlah untuk disini, dua minggu setelah Fanny datang kembali,"


"Maksud mama?" Zia bingung dia ingin cepat keluar kenapa jadi ditahan?


"Mama tidak pernah meminta sesuatu ke kamu kan? Ini permintaan mama. Dua minggu agar kami tidak terlalu terkejut ketidak hadiranmu disini." Zia tidak tahu apa pemikiran dan maksud Rani sekarang. Tapi bagaimana Zia menolak keinginan mertuanya?


"Ma..."


"Kalau kamu gak mau mama gakkan ikhlas Fanny berada disini." Rani mulai mengancam Zia agar menurutin kemauannya.


"Baiklah ma, kalau itu bisa membuat maka bahagia dan ikhlas, Zia bakal turutin." Zia mengeluarkan kata - katanya setelah menarik napas dengan dalam.


Seseorang yang dulu workholic kini hanya banyak melamun dibangku duduknya, ia sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan pekerjaannya sesuka hatinya lagi tapi jujur pikirannya sedang tidak bersama raga yang sedang duduk dengan tumpukan kertas disana.


Aku tidak terpikir secepat ini bisa cinta denganmu, mungkin aku memang sudah jatuh cinta, jatuh sejatuh - jatuhnya hingga aku tidak bisa berdiri jika tanpamu Zia..Bagaimana aku harus menghadapi perasaan ini.


Apakah jika disana kau bakal teringat terus dengan mantan suamimu dan rasamu yang baru menjadi benih bakal terkubur dan gagal tumbuh?


Aku juga tidak mengerti apa yang diinginkan Fanny, kemarin dia bilang tidak ingin melihatku lagi tapi saat aku hubungin ingin mengatakan kemauan mama, ia malah berkata kepulangannya yang dipercepat...Bagaimana cara aku menjelaskan mama yang sudah tidak ingin tinggal bersamanya?


Tegas? Bagaimana aku harus tegas? Hatiku terlalu lemah untuk menyakitin tapi bagaimana jika hati sudah memilih? Pasti suatu saat akan ada tersakitin.


Aku harus berusaha menyikapi semuanya agar tidak ada yang merasa tersakitin. Zia benar aku gak boleh egois,, aku takut dengan keegoisanku Zia juga makin jauh dan tidak ingin bersama lagi...

__ADS_1


Rumah....Pindah...Rumah*..."


"Ah..., Pindah gak harus kerumahnya kan? Aku bisa membelikan ia rumah yang lain?" Abi tiba Tiba beranjak dari duduknya setelah mendapat ilham kemana ia akan membawa Zia pindah, bukankah Zia istrinya dan harua tunggal dirumah Suaminya?


Abi tersenyum senang setelah mendapat keputusan yang mengganjal hatinya dari tadi.


"Harus segera selesai agar bisa cepat pulang, aku gak boleh menyianyiakan waktu dan membiarkan ia memberi jarak kembali."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa kamu ada disini?" Ucapa seseorang lelaki yang memandang Fanny dengan sinis.


"Emang kamu aja yang bisa datang kerumah sakit ini? Bukankah disini tertulis rumah sakit umum?" Balas Fanny tidak kalah sengitnya.


"Apa kau tidak takut kalau aku bakal menyuruh orang lagi buat merobek harga dirimu itu?"


"Apa kau pikir aku takut? Atau jangan - jangan kamu kesini karena mengidap penyakit mematikan yang menjijikkan hingga wanita - wanita nanti enggan dan pergi takut disentuh olehmu?"


"Kau..." Tunjuk lelaki itu..


"Segeralah balik ke kotamu Bagas, atau kita perlu pulang bersama? Agar kau bisa melihat dengan jelas semua yang ada digenggamanmu sudah hilang dan beralih padaku. Termasuk perusahaann papa." Fanny meninggal Bagas sendiri dengan kebingungan yang melekat di pikirannya. Apa yang terjadi dan tidak ia ketahui atau ia sudah melewatkan sesuatu?


"Ah sial,, kemana wanita itu? Bisa - bisanya aku tidur dengan wanita penyakitan dan terkena penyakit menjijikan ini. Aku harus tahu apa yamg terjadi dengan perusahaan papa" Bagas meninju udara untuk membuang kekesalannya.


Fanny berjalan pelan menuju ruangan Radit untuk mengatakan ia akan kembali dua hari lagi ke kota suaminya.


"Dimulai dari sekarang, aku akan bertahan demi mempertahankan yang menjadi milikku termasuk kamu mas,,,"

__ADS_1


#Abi,,, siapkan hatimu ya..#


#Bantu like.comment and vote#


__ADS_2