
**Happy reading
🍇🍇🍇**
Keadaan hening seketika saat pak Camat datang padahal sejak tadi ibu-ibu yang terdiri dari dua kubu itu saling menatap sengit,adu mulut serta senggol - senggolan.
"Ada apa ini ma?" Tanya pak camat sama istrinya disaat dilihatnya Abi kok bisa ikut bersama ibu - ibu itu.
"Ehm, lebih baik Abi dan Zia duduk dulu dan ibu - ibu satu perwakilan dari pihak bella dan satu dari pihak Zia duduk disini. yang lain harap nunggu diluar dahulu." Bu camat memberikan intruksi.
Bella maju menjadi wakil kelompoknya sendiri sedangkan Bu Camat yang tahu situasi memilih dia saja yang jadi pihak Zia biar pak Camat jadi penengah.
"Sepertinya ada masalah disini? Siapa yang duluan mau cerita?" Tanya Pak camat.
"Saya pak camat" Ucap bella dengan nada angkuhnya.
"Silahkan Bu Bella."
"Tadi saat saya sedang jalan mau ke warung depan komplek tidak sengaja saya melihat ada lelaki datang kerumah Zia dan saya lihat Zia membiarkan saja lelaki itu masuk. Dia kan janda pak, gak baik dirumah berdua sama lelaki yang bukan muhrimnya.
Pasti mereka ada hubungannya pak camat, kalau tidak ngapai juga ngobrol didalam rumah coba? kayak gak ada kursi aja diteras rumahnya."
Disini Bella tidak menceritakan bahwa dia bertemu dengan Fanny untuk membantunya dalam masalahnya, Bella diberi upah sama Fanny untuk memfitnah Zia hingga sampai menikah dengan Abi.
__ADS_1
Fanny sungguh beruntung bertemu dengan Bella yang kenyataannya tidak menyukai Zia dan dia juga yang menyebar berita kalau Zia calon bibit pelakor.
" Mama dari pihak Zia ada yang mau dibicarai."
"Sepertinya bu Bella sudah salah paham dengan Zia, Zia gak mungkin melakukan itu bu, lebih baik dengarkan dulu penjelasan mereka. Zia bisa kamu ceritakan nak? kenapa Abi bisa masuk kerumahmu?" Ujar bu Camat.
"Maaf buk, saya gak ada maksud untuk membuat keributan disini, pak abi datang hanya ingin meminta maaf dan mengambil handphonenya yang tertinggal."
"Lihat bu, berartikan semalam dia datang kerumah Zia kan? Sudah berapa kali lelaki bernama Abi ini masuk kerumah Zia?" Bu Bella terus mencari celah menyalahkan Zia.
"Tapi bu kemarin ada anak -anak juga ada istri Abi disana. Tolong ngomong juga dong pak Abi jangan diam saja." Zia mulai menangis sesugukan, dia gak nyangka bakal bisa ada kejadian seperti ini, apa status janda selalu jelek? padahal banyak juga diluar sana gadis - gadis yang mau jadi simpanan om -om.
"Maafkan saya pak camat, saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya, Saya akan menikahi Zia." Ucap Abi dengan tegas.
"Apa - apain ini pak Abi? kita gak melakukan apapun. apa yang mau kau pertanggung jawabkan hah?!" Zia tiba - tiba berdiri dan membentak Abi yang bukan membelanya.
"Bu, percayakan sama aku bu.. aku gak mungkin begitu bu... Aa...a..ku mencintai mas Farhan bu..., g...gak mungkin aku mengkhianatinya bu..." Zia mulai menangis tersedu - sedu dan bicara dengan tergagap.
"Pak..Pak Abi tolong katakan dengan benar pak, jangan buat suasana makin keruh pak, aku sudah bilang dari kemarin aku gak mau nikah lagiiiii." Tangis Zia makin pecah dan mengilukan memohon pada Abi.
"Maaf Zia tapi aku tetap harus menikahimu." Abi tetap kekeh dengan pendiriannya.
"Tapi pernikahan ini tidak bisa terjadi nak Abi." Potong pak camat.
__ADS_1
"Ke..kenapa gak bisa pak?" Yang bertanya bukanlah Abi tetapi Bella yang terlihat raut khawatir di wajahnya.
Ia tidak mau gagal dalam rencana ini, selain bisa mengusir Zia dari komplek ini, dia gak mau gagal mendapatkan iming - iming uang banyak yang ditawarkan Fanny tadi.
"Karena Zia masih dalam masa iddahnya. Belum ada sebulan Farhan meninggal, pernikahan bisa terjadi saat masa iddah Zia sudah habis." Jelas pak camat.
"Saya akan menunggu sampai masa iddah Zia habis pak."
"Gak!! Aku gak mau nikah lagi!! Aku benci kamu Abi!! Aku benci kamuu!!." Zia mulai menjerit histeris.
"Ma, tolong bawa Zia ke kamar tenangin dia sepertinya jiwanya sangat terguncang." Pinta pak camat kepada istrinya, sedih dan kasihan melihat keadaan Zia.
Bu camatpun mengangguk dan membawa Zia kekamarnya untuk menenangkan Zia.
"Sekarang masalah sudah selesaikan Bu Bella? Abi dan Zia akan menikah tiga bulan lagi, sebaiknya ibu dan yang lain segera membubarkan diri.
Bellapun keluar dengan wajah sumringah karena dia mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Yang lain juga dengan segera disuruh pulang kerumah masing - masing.
"Pak.."
"Sepertinya ada yang harus kamu lurus kan Abi?"
Pak camat mulai menatap Abi dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
#kenapa sih Abi jadi jahat sama zia?#
#Bantu like,comment and vote dearss.#